Buntut Kerusuhan Di TBBM Teluk Kabung

Distribusi BBM Dihentikan


Rabu, 08 Juni 2016 - 03:37:35 WIB
Distribusi BBM Dihentikan Ilustrasi.

Pascakerusuhan yang terjadi di TBBM Teluk Kabung, PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menutup operasional depot sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tidak hanya itu, distribusi BBM ke sejumlah di Sumbar, juga dihentikan untuk sementara waktu.

PADANG, HALUAN — PT Per­tamina (Persero), memutuskan untuk tidak mengoperasikan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teluk Kabung dan meng­hentikan distribusi BBM sampai batas waktu yang belum ditentu­kan. Hal itu menyusul terjadinya kerusuhan di areal filling point TBBM Teluk Kabung, Selasa (7/6), sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Vice President Corporate Co­m­mu­nication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, me­nyusul terjadinya kerusuhan dan penganiayaan kepada pekerja di areal filling point, yang meru­pakan ring satu TBBM, pihaknya untuk sementara belum akan mengoperasikan kembali TBBM Teluk Kabung.

“TBBM Teluk Kabung untuk sementara tidak beroperasi. Perta­mina meminta jaminan pengama­nan untuk objek vital nasional (obvitnas) dari tindak pre­ma­nisme,” kata Wianda.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

“Obvitnas merupakan aset yang dikelola Pertamina dan dilindungi oleh negara berda­sarkan regulasi. Namun, tindakan premanisme yang terjadi di TBBM Teluk Kabung dan penga­niayaan yang dilakukan para preman di areal Obvitnas, meru­pakan tindakan melampaui batas. Untuk itu, kami memutuskan untuk menutup operasi TBBM Teluk Kabung sampai dengan adanya jaminan keamanan dan juga tindakan hukum yang tegas kepada para pelaku,” tegas Wianda.

Informasi yang berhasil di­rang­kum Haluan menyebutkan, kejadian ini berawal ketika sopir ‘hoyak’ mobil yang mengangkut BBM masuk ke depot. Saat me­masuki depot, sopir yang tidak memiliki identitas ditanyakan oleh Operation Head (OH) Depo Pertamina, Mukhlis Dalimunte.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

“Saya menegur dan mena­nyakan identitas orang yang tidak dikenal tersebut. Namun yang bersangkutan tidak dapat menun­jukkan identitasnya, sehingga saya memintanya keluar dari area objek vital nasional (obvitnas) tersebut,” katanya.

Setelah sempat terjadi cekcok, Mukhlis langsung diamankan pihak keamanan (Satpam), dan satpam yang lainnya berusaha menenangkan warga yang sudah terpancing emosinya. Saat itulah diduga terjadi insiden pemukulan terhadap Mukhlis, dimana bebe­rapa warga yang mengerubungi sempat memukuli kepalanya dari arah belakang.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

“Saya langsung dibawa dan diamankan oleh beberapa rekan saya dan petugas gabungan ke Kantor Pertamina Cabang Pa­dang demi keselamatan saya,” ungkapnya.

Kapolsekta Bungus Teluk Kabung, Kompol Alwi Asykar saat dihubungi Haluan melalui sambungan telepon mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat dan pihak Depo BBM bahwa telah terjadi kerusuhan di sekitar lokasi kejadian.

“Kami langsung menerjunkan sebanyak 13 personel termasuk saya sendiri yang datang ke TKP untuk mengantisipasi adanya tindak kriminal lainnya dan juga mengamankan lokasi kejadian,” ucapnya.

Area Manager Communi­ca­tion & Relations Sumbagut, Fitri Erika juga menekankan hal se­nada. TBBM Teluk Kabung Pa­dang katanya, untuk sementara meng­hentikan operasional dan distri­busi BBM, hingga waktu yang belum ditentukan. “Untuk semen­tara, distribusi BBM dihen­tikan sampai adanya situasi yang kon­dusif dari sisi keamanan,” kata Erika.

Terkait total kerugian sendiri, pihaknya belum bisa mem­predik­si karena saat ini masih fokus pada situasi dan kondisi sekitar depot hingga kondusif. “Belum, kita belum bisa menghitung total kerugian akibat dari kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Sumbar, Ridwan Hosen mengatakan bahwa pihak­nya belum mengambil tindakan terhadap kejadian tersebut. “Saya mendukung pihak kepolisian untuk memberantas terjadinya tindak premanisme. Terpenting, TBBM Bungus Teluk Kabung merupakan salah satu objek vital nasional, dimana ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hari ini, Rabu (8/6) pihaknya dengan Pertamina dan instansi terkait lainnya akan menggelar perte­muan dengan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di Kantor Gubernur untuk menyikapi ma­salah tersebut.

Sopir Terancam Dipecat

Kepala Operasi (OH) Depot Pertamina Bungus Teluk Kabung Padang, Mukhlis Dalimunte me­negaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas bahkan pemecatan terhadap sopir yang ilegal, dan tidak terdaftar secara resmi masuk ke dalam area ter­batas depot.

“Kejadian kemarin sore, saya sudah mejalankan aturan seba­gaimana mestinya. Awalnya saya sudah tanyakan identitasnya, ternyata ia tidak punya. Saya juga meminta yang bersangkutan seca­ra baik-baik untuk ke luar dari area terbatas depot Pertamina, namun hal itu tidak diindahkan, bahkan mereka menyatakan tidak mau ke luar area,” jelasnya.

Karena kewalahan menghada­pi kelakuan sopir hoyak tersebut, akhirnya ia meminta bantuan kepada pihak keamanan (security) untuk membawa yang bersang­kutan ke luar dari area depot. Tak berselang lama setelah itu ujar­nya, sejumlah preman masuk ke area depot membuat keributan.

“Kami akan bicarakan ini terlebih dahulu, apakah nantinya tindakan yang akan diberikan untuk para sopir yang tidak mendaftarkan nama sopir cada­ngan secara legal ke kami. Saya juga akan koordinasikan ini dahu­lu dengan koordinator angkutan,” ulasnya.

Aktivitas SPBU Lancar

Pantauan Haluan hingga tadi malam sekitar pukul 22.30 WIB, ditutupnya operasional TBBM Teluk Kabung, sejauh ini masih belum berdampak terhadap ke­lang­kaan BBM di sejumlah dae­rah di Sumbar. Dari laporan wartawan Haluan, aktivitas pengi­sian BBM di sejumlah SPBU di beberapa daerah masih lancar.

Di Padang Panjang, dari tiga SPBU yang ada di Bumi Serambi Mekkah, dua diantaranya (SPBU Silaiang Bawah dan SPBU Nga­lau), memang sudah kehabisan stok sejak pukul 17.00 WIB. Namun masih ada satu SPBU yang beroperasi hingga tadi malam, yakni SPBU Bukit Surungan.

Salah seorang pengendara, Bobby mengaku sore kemarin ketika ia hendak mengisi minyak di SPBU yang berada di Ngalau, di SPBU tersebut kehabisan stok BBM. Sementara, pengendara lain Ade yang sempat melewati SPBU Bukit Surungan mengaku melihat bahwasannya di SPBU tersebut masih memiliki stok minyak.

“Tadi (kemarin-red) waktu saya di perjalanan saya melihat di SPBU Bukit Surungan masih ada yang mengisi bensin di sana,” ujar Ade.

Sementara di Lubuk Basung, aktivitas pengisian BBM di SPBU Tembok, Lubuk Basung hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, dilaporkan masih normal. Tidak ada antrean maupun kehabisan pasokan BBM pada SPBU tersebut. 

Salah seorang warga yang tengah mengisi BBM, Yuliandi mengatakan, tidak ada aktivitas yang berbeda dalam pengisian BBM di SPBU Lubuk Basung. Ia mengaku jika juga tidak me­ngetahui adanya kendala pasokan dari Padang. “Masyarakat seperti biasa mengisi bahan bakar ken­daraan mereka. Saya barusan juga masih mengisi BBM, tidak ada masalah,” katanya.

Dari Solok Selatan dilaporkan, hingga pukul 21.00 WIB, kondisi pengisian di SPBU Muara Labuh tidak ada kendala. “Sehabis tarawih tadi saya sempat mengisi BBM di SPBU Muara Labuh. Tidak ada antrean,” kata Arif, seorang warga yang mengisi BBM, Selasa malam.

Ia menyebutkan, saat melaku­kan pengisian BBM kendara­annya, ia masih melihat sebuah truk tangki Pertamina yang tengah membongkar muatan di SPBU Muara Labuh. “Saat mengisi minyak tadi, saya masih melihat satu unit tangki Pertamina yang sedang bongkar minyak,” katanya.

Di Dharmasraya, hingga tadi malam aktivitas pengisian di sejumlah SPBU masih lancar. “Sampai saat ini (tadi malam, red), belum ada kendala pada SPBU di sini, baik dari pembeli dengan menggunakan kendaraan, maupun pengiriman dari per­tamina, semuanya lancar-lancar saja,”ungkap Eman salah seorang kepercayaan di SPBU Rika di Jalan Lintas Sumatera KM3 Pulau Punjung.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Solok. Stok BBM di SPBU Koto Baru Kab. Solok, hingga tadi malam dilaporkan masih aman lancar. Pantauan Haluan di SPBU Koto Baru Kec. Kubung, Selasa (7/6) malam, pengisian BBM masih terlihat normal, bahkan belum terlihat adanya antrian kendaraan yang mengisi BBM.

“Kalau stok BBM hingga besok (hari ini, red) masih aman. Karena pasokan BBM terakhir kami terima sekitar jam 15.00 Wib siang tadi (kemarin),” kata Anto, salah seorang petugas pengi­sian BBM di SPBU tersebut kepada Haluan.

Bahkan kata dia, hingga saat ini belum banyak masyarakat yang tahu adanya pemutusan pasokan BBM dari Padang. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang mengisi BBM di wilayah itu masih normal. “Biasanya, warga akan berebut ke SPBU jika ada kabar kelangkaan atau diputusnya dis­tribusi BBM,” bebernya.

Lain halnya di Payakumbuh. Sampai tadi malam, sebanyak 7 SPBU yang terdapat di Luak Limopuluah atau sebutan lain untuk Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, diserbu masyarakat dan pengen­dara. Tak hanya pemilik kenda­raan, tetapi banyak juga terlihat pengecer BBM untuk dijual kembali. Tujuh SPBU itu masing-masingnya 4 di Payakumbuh dan 3 di Limapuluh Kota.

Seperti SPBU di Ngalau Indah, SPBU Koto Nan Ompek, SPBU Parik Muko Aia dan SPBU Parik Rantang. Di Kabupaten Lima­puluh Kota, yakni SPBU Koto Baru Simalanggang, SPBU Sarila­mak dan SPBU Luak.

Dengan diserbunya BBM ter­se­but, mengakibatkan SPBU Parik Rantang, Kota Payakumbuh keko­songan BBM. (h/rin/mg-adl/mg-pis/yat/jef/mg-bdr/ndi/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]