Satpol PP Intensifkan Razia Petasan dan Warkel


Kamis, 09 Juni 2016 - 02:44:04 WIB
Satpol PP Intensifkan Razia Petasan dan Warkel Anggota Satpol PP dan Tim SK4 Kota Bukittinggi ketika melakukan razia warung kelambu yang buka pada siang hari. (RUDI GATOT)

BUKITTINGGI, HALUAN — Satuan Polisi Pamong Praja (Sat­pol PP) Kota Bukittinggi akan mengintensifkan razia petasan dan warung kelambu (warkel) yang buka pada siang hari selama bulan puasa. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang nya­man dan ten­tram bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Dalam upaya memberikan rasa nyaman kepada umat mus­lim yang melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih, jajaran Satpol PP dan Tim SK4 Kota Bukittinggi akan mengin­tensif­kan razia di seluruh wilayah Kota Bukittinggi,” kata Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir, Rabu (8/6).

Baca Juga : Tegas! Bupati Sutan Riska Larang ASN Mudik

Dikatakannya, mulai dari awal puasa Senin (6/6), Satpol PP bersama tim SK4 Kota Bu­kit­­tinggi telah mulai turun ke lapangan untuk melakukan razia warkel yang buka pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, razia lebih diintensifkan kepada pedagang yang menjual petasan dan mercon.

Dalam razia yang dilakukan, tim akan menindak tegas semua yang melakukan pelanggaran dengan menyita langsung barang buktinya. Setelah barang bukti disita, maka akan dibawa ke kantor. Apabila pedagang ingin men­jemput barang-barangnya itu, maka akan dikenakan denda pe­nega­kan perda sebesar Rp500 ribu.

Baca Juga : Kabupaten Dharmasraya Kembail Raih Predikat WTP Keenam Kali

“Jika mereka masih berulang kali kedapatan, maka diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) dengan sanksi kurungan tiga bulan atau denda Rp5 juta. Oleh karena itu, pihaknya berharap para pedagang bisa memahami dan dapat mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan demi kepentingan bersama,” harap Syafnir.

Kepada pedagang makanan/warkel/warung nasi, pihaknya meminta dan mengimbau untuk tidak membuka warungnya pada siang hari. Imbauan ini disam­paikan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sedangkan bagi pemilik rumah makan, mereka diberi izin untuk buka mulai pukul 15.00 WIB.

“Kita berharap para peda­gang bisa memahami dan dapat mematuhi imbauan ini demi kepentingan bersama. Namun, jika masih ditemukan ada pihak yang melanggar, maka petugas Satpol PP tidak segan-segan akan menindaknya sesuai aturan yang berlaku,” tegas Syafnir.

Ia menambahkan, malam hari di samping razia petasan, juga dilakukan  razia tuak, miras dan tempat hiburan. Diakuinya, pada malam pertama masih ditemukan warung tuak, miras dan mercon. Namun pada ma­lam ketiga kemarin, sudah tidak ada lagi ditemukan. Begitu juga, jika ada muda-mudi berdua-duaan yang mengarah kepada maksiat juga akan ditindak tegas.

“Jika masih ada muda-mudi duduk berduaan di atas jam 10 malam, maka mereka akan ditang­kap. Hal ini dikarenakan sudah ada perda yang mengatur akan hal tersebut,” jelas Syafnir. (h/tot)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]