Cagar Budaya yang Bernilai Spiritual

Wisata Religi Masjid Asasi Padang Panjang


Sabtu, 11 Juni 2016 - 01:11:25 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Wisata Religi Masjid Asasi Padang Panjang EKSTERIOR Masjid Asasi dihiasi ukiran-ukiran indah khas Minangkabau, layaknya sebuah rumah adat.

Masjid Asasi Sigando yang juga dikenal dengan Masjid Asasi Nagari Gunung, adalah sebuah masjid yang memiliki sejarah panjang di Kota Padang Panjang. Tak hanya bersejarah, masjid ini juga me­rupakan masjid tertua di kota berjuluk Serambi Mekkah itu. Karena sejarahnya, masjid ini menjadi salah satu cagar budaya yang juga ber­nilai spiritual.

Masjid Asasi Sigando di­bangun di atas tanah wa­kaf dari Datuak Kayo secara gotong royong oleh masyarakat dari empat koto, yakni Koto Gu­nuang, Koto Jaho, Koto Panin­jauan dan Koto Tambangan.

Tahun pembuatan dari Mas­jid Asasi Sigando ini belum diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan masjid ini sudah berusia 400 tahun lebih. Mesjid ini selesai dibangun pada ta­hun 1770 M. Berarti usia­nya sudah hampir men­capai 4 abad silam. Mesjid ini dibangun oleh salah seorang penyebar agama Islam yang berasal dari Air Bangis Pasaman.

Arsitektur mesjid yang be­rukuran 300 meter per­segi ini cukup unik. Atap­nya tidak seperti mesjid yang memakai kubah, me­lain­kan atap seng bertingkat tiga. Bangunan yang di­bang­un dengan struktur dari kayu ini dilengkapi dengan tiang besar di tengah-te­ngah­nya yang juga terbuat dari kayu yang kuat. Se­mentara mimbar khatib ter­buat dari kayu juga.

Di bagian eksterior luar, mesjid ini penuh dengan ukiran-ukiran indah khas Minangkabau. Lantai mes­jid ini dibuat dari papan berpanggung, sama se­perti rumah adat Minangkabau lainnya. Masuk ke dalam mesjid, suasana teduh dan nyaman mem­buat pe­ngun­jung yang ingin beribadah kian merasa lebih dekat dengan Sang Khalik.

Bahan-bahan kayu yang di­gu­nakkan untuk pem­bangunan masjid ini, di­am­bil dari Hutan Aie Putih. Bahkan, ditengah masjid, ada sebuah tonggak tuo yang berukuran besar. Sa­ngat sulit dibayangkan ba­gai­mana para masyarakat membawa kayu tersebut dari hutan.

Perubahan lainnya ada­lah dengan dipasangnya pagar di sekitar masjid. Karena diper­tahan­kannya originalitas bentuk Masjid, ukiran yang rusak pun ak­hir­nya di benahi dan tetap memasang ukiran baru yang bentuknya sama dengan ukiran yang lama. Pada zaman dulu, masjid ini lebih dikenal dengan surau gadang yang memiliki arti surau yang besar. Kemu­dian, barulah setelah tahun 1930 mas­jid ini lebih di­kenal dengan Masjid Asasi.

Selain memiliki 1 buah tong­gak tuo yang paling besar, masjid ini memiliki 6 buah tiang pen­ya­ng­ga. Di ruangan belakang masjid ini, ternyata masih juga tersimpan benda-benda ku­no seperti brangkas milik Belanda serta tafsir-tafsir Al-Qur’an yang masih ber­bahasa arab melayu.

Bentuk dari bangunan mas­jid ini memiliki tiga buah ting­katan atap. Bentuk atap ini me­lam­bangan tigo tungku saja­ja­rangan, di ba­gian bawah mas­jid juga men­yerupai rumah pang­gung karena anda akan me­nai­ki tangga terlebih dahulu.

Sedangkan pada bagian de­pan masjid yakni di halamannya, anda akan melihat bedug yang memiliki gonjong sehingga mencirikan bangunan khas Mi­nang. Bisa dikatakan bahwa be­dug ini mirip seperti rangkiang, yakni tempat yang berfungsi sebagai lumbung padi.

Letak Masjid Asasi, tidak begitu jauh dari pusat Kota Padang Panjang. Untuk men­capai lokasi masjid, Anda bisa menggunakkan berbagai macam kendaraan baik roda dua mau­pun roda empat. Selain itu juga bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Untuk Anda yang meng­gunakan kendaraan pribadi, masjid ini bisa anda temukan dengan menyusuri Jalan Raya Padang-Solok.

Tempat ibadah bukan tidak mungkin untuk menjadi salah satu tujuan wisata spiritual. Apalagi jika masjid tersebut merupakan sebuah cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Seperti halnya Masjid Asasi Sigando, masjid tertua di Padang Panjang.

Jadi, sangat disarankan bagi Anda yang sedang berlibur atau kebetulan melintas di Kota Pa­dang Panjang untuk berkunjung ke masjid yang bernilai sejarah ini. Apalagi momentumnya juga sangat pas, yakni di saat umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selamat berwisata religi! (**)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 30 April 2017 - 15:38:58 WIB

    5 Destinasi Wisata di Berau, Keindahan Yang Tak Boleh Terlewatkan

    5 Destinasi Wisata di Berau, Keindahan Yang Tak Boleh Terlewatkan Mendengar nama Berau, mungkin nggak akan kebayang kalau bakal liburan ke sana. Tapi kalau mendengar kata Pulau Derawan, pasti yang terbayang adalah pasir pantai indah yang bikin betah dan nggak kepengen pulang..
  • Sabtu, 06 Agustus 2016 - 01:20:12 WIB

    Pulau Pamutusan Dan Pasumpahan, Sensasi Wisata Bahari Ranah Minang

    Pulau Pamutusan Dan Pasumpahan, Sensasi Wisata Bahari Ranah Minang Bagi penyuka wisata pantai, mungkin pernah melihat atau mendengar bahkan mengunjungi objek wisata yang saat ini lagi mendunia, yaitu Raja Ampat di Papua. Tapi kali ini, Sumatera Barat juga mempunyai pulau yang tak kalah hebat.
  • Sabtu, 23 Juli 2016 - 01:23:26 WIB

    Objek Wisata Gunung Talamau, Surga Keindahan dari Ketinggian 2.982 Mdpl

    Objek Wisata Gunung Talamau, Surga Keindahan dari Ketinggian 2.982 Mdpl Objek Wisata Gunung Ta­lamau sudah menjadi salah sa­tu destinasi andalan di Ka­bupaten Pasaman Ba­rat (Pasbar), yang men­jan­jikan ‘sur­ga’ keindahan ba­gi pe­­ta pen­daki gu­nung. Terbukti, walaupun sudah ban.
  • Sabtu, 14 Mei 2016 - 01:39:41 WIB

    Taman Buah Kandi, Wisata Sejarah yang Sarat Edukasi

    Taman Buah Kandi, Wisata Sejarah yang Sarat Edukasi Biasanya areal bekas penambangan, menjadi daerah yang gersang dan tandus, serta cendrung akan ditinggali oleh masyarakat. Tapi tidak bagi Kota Sawahlunto, semenjak me­netapkan visi kota menjadi Kota wisata Tambang yang berbu.
  • Sabtu, 07 Mei 2016 - 02:38:44 WIB
    Aie Angek Cottage

    Wisata Education & Smart Hotel

    Wisata Education & Smart Hotel Menampilkan pemandangan indah dengan view Gunung Singgalang, Tandikek dan Merapi, Aie Angek Cottage yang berada di Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, menyuguhkan wisata alam serta galeri budaya dan seni yang akan membua.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM