SSB Gama Muda, Tak Didanai Tapi Banyak Prestasi


Sabtu, 11 Juni 2016 - 01:15:41 WIB
SSB Gama Muda, Tak Didanai Tapi Banyak Prestasi Raymon Andesta, Ketua Umum (Pendiri) SSB Gama Muda Pasaman.

MESKI menghadapi banyak kendala, terutama pendanaan dan transportasi saat mengikuti berbagai turnamen sepak bola diberbagai daerah di Sumatera, tidak menyurutkan semangat para pengurus SSB Gama Muda Pasaman, membina anak-anak di pelosok daerah itu.

SSB yang berdiri pada 1 Oktober 2013 itu, kini di­huni sebanyak 100-an anak didik dari berbagai ke­lom­pok usia, seperti usia 10, 11, 12, 13,14 hingga sampai 15 tahun. SSB ini bertekad untuk menjadi yang terbaik sekaligus mengembangkan bibit-bibit pemain potensial di daerah ini.

Jajaran pengurus SSB Gama Muda Pasaman yang dikomandoi, Raymon An­desta ingin anak-anak Pasa­man berlaga ke pentas sepak bola nasional bahkan dunia. “Suatu hari anak-anak Pasa­man akan bisa tampil di nasional maupun inter­na­sional. Itu mimpi kita yang segera kita wujudkan ke depan. Sebab, sampai hari ini belum ada anak Pasaman yang berhasil mencapainya,” kata Raymon Andesta, Ketua Umum (Pendiri) SSB Gama Mu­da Pasaman dalam bin­cang bersama Haluan.

Raymon menyadari bu­kanlah perkara mudah untuk mewujudkan ke­inginan ter­sebut. Banyak kendala, serta rintangan yang dihadapi. Bahkan, kata dia, ilmu ten­tang bagaimana menja­lan­kan pembinaan yang baik dalam sekolah sepak bola pun belum dimiliki oleh para pemangku kepentingan pembinaan sepak bola usia dini/muda di daerah itu.

“Ada banyak kendala yang kami hadapi. Misalnya saja, pemahaman tentang SSB itu sendiri di Pasaman masih rendah. Kemudian kurangnya perhatian daerah terutama Pengcab dan dinas olahraga,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, SSB asu­hannya hanya mengan­dal­kan dana seadanya, ber­sumber dari belas kasih orang tua siswa SSB dan sum­ba­ngan para donatur. Ter­ka­dang, kata dia, ia harus tung­gang-tunggik, ke sana-ke­mari mencari dana pinja­man.

“SSB ini satu-satunya di Pasaman yang eksis. Sejak berdiri tiga tahun lalu hingga kini belum ada kucuran dana tetap dari pemerintah untuk pengembangan SSB ini. Pa­dahal, ini wadah mencari bibit pesepak bola handal,” ujar Walinagari Pauah, Lu­buk Sikaping ini.

Meski begitu, Raymon mengaku tetap optimistis bakal dapat terus me­ma­jukan SSB tersebut, melan­jutkan program pembinaan sepak bola usia dini di da­erah itu. Dia selalu berharap ada orang-orang yang ber­murah hati untuk membantu SSB Gama Muda Pasaman lebih maju dan kuat.

“Mudah-mudahan de­ngan semangat yang kami mi­l­iki. Semoga akan hadir orang-orang yang murah ha­ti untuk membantu,” pinta­nya.

Di sisi lain, alasan dan motivasi Raymon mendi­rikan SSB Gama Muda Pasa­man, tidaklah sebatas kepen­tingan sepak bola. Tetapi lebih dari itu, dia juga ingin menjaga anak-anak Pasaman dari pengaruh-pengaruh bu­ruk, seperti narkoba dan pergaulan bebas. Karena, sebagai daerah perbatasan Sumatera Barat dengan Su­ma­tera Utara, anak-anak muda Pasaman rentan terke­na pengaruh buruk, seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya.

“Kami tidak ingin, anak-anak Pasaman terjerumus dalam perilaku seperti itu. Karena itulah kami galakkan kegiataan sepak bola di sini. Sehingga anak-anak Pasa­man dapat menyalurkan ener­­­ginya pada hal yang positif,” papar Raymon.

Bagi Raymon dan jajaran pengurus SSB Gama Muda Pasaman, kerja keras dan dedikasi yang mereka laku­kan bukanlah semata untuk kepentingan pribadi, yang tidak lain adalah untuk membuat bangga Pasaman. Bahkan lebih dari itu, per­jua­ngan dan pengorbanan mereka adalah bentuk sum­bangsih bagi negeri tercinta Indonesia, mencetak pese­pakbola handal.

Program pembinaan yang diterapkan Raymon dan jajaran pengurus SSB Gama Muda Pasaman patut diacungi jempol. Buktinya, meski baru berusia hitungan tahun, SSB ini sudah ber­hasil menorehkan sederet prestasi gemilang dalam kancah sepakbola.

“Pemain SSB Gama Mu­da tidak hanya dilatih secara teknik sepakbola saja. Tapi, mereka diterpa latihan kero­hanian sebelum dan sesuai menjalani latihan,” ujarnya.

Tujuannya, kata dia, agar para pemain bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga metafisiknya, sehingga bisa menjadikan pemain yang menjungjung ting­gi nilai-nilai spor­ti­fitas dan di­siplin. “Se­pak­bola itu kan bukan hanya ber­bicara me­nang atau ka­­lah, tapi ju­ga men­­jalin ke­ber­­samaan dan per­sau­da­ra­an, serta yang tak ka­lah pen­ting­nya ada­­lah me­­num­­buh­kan si­kap yang spor­tifitas di da­lam per­mai­nan,” jelas­nya.

Pria ke­la­hi­ran, 31 De­sem­ber 1976 ini ber­harap, ada di antara anak asuh­nya yang bisa kelak men­jadi pemain an­dalan sebuah tim pro­fesional di Indonesia bahkan mancanegara. “Se­suai motto Gama Muda, prestasi bukan akhir, mem­bina dan men­didik semoga ter­wujud,” ka­ta­nya lagi.

Ia me­nam­bah­kan, ren­­cananya pada akhir Okto­ber ini, dalam rangka Anni­versary SSB Gama Muda Pa­sa­man akan mengun­dang tim SSB ter­baik di Sumbar untuk me­ngi­kuti open tur­namen SSB Ga­­ma Muda yang ren­ca­nanya akan di­lak­­sa­na­kan di Ge­­lora Tua­­ku Imam Bon­­jol Lu­buk Si­ka­ping. (h/yud)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM