Mahasiswa STKIP Ahlusunnah Demo

Tuntut Janji Yayasan


Sabtu, 11 Juni 2016 - 03:58:35 WIB
Tuntut Janji Yayasan Ketua Yayasan Ahlusunnah Bukittinggi Fikri menemui mahasiswa demo di Kampus STKIP Ahlussunah di Kawasan Aur Kuning Bukittinggi. Mahasiswa menuntut Ketua STKIP Ahlussunah dicopot jabatannya, serta mengembalikan dosen-dosen yang telah di pecat ketua yayasan. (YURSIL)

BUKITTINGGI, HALUAN — Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Bukittinggi untuk sekian kalinya mengelar demo di depan Kampus STKIP Ahlussunah Bukittinggi di Kawasan Pasar Aur Kuning, Jumat (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Mahasiswa menuntut janji Ketua Yayasan Ahlusunnah Bukittinggi Drs. Fikri, M.Pd untuk menyelesaikan semua permasalahan di kampus.

Puluhan mahasiswa yag dikawal aparat kepolisian m­e­lakukan orasi di depan kampus, mereka membawa kertas ka­rton bertuliskan, Kembalikan Hak Kami Sebagai Mahasiswa, Kembelikan Dosen Kami, Hak Kami dan Kampus Kami. Ke­mudian ada juga bertuliskan, Kami Tidak Akan Berhenti Sebelum Tuntutan Kami Dipe­nuhi. Bahkan ada tulisan Tu­runkan Prof Edy Abal-Abal.

Setelah ditunggu sekian lama dengan difasilitasi Kasat Sabhara Polres Bukittinggi AKP Y. Chania dengan sedikit emosional Ketua Yayasan Ah­lussunah Bukittinggi Fikri menemui mahasiswa.

Dihadapan mahasiswa Fikri mengatakan, sesuai janjinya terdahulu ia akan memberikan pernyataan pada hari ini (ke­maren red) namun karena ada halangan akhir rapat untuk membahas permasalahan de­ngan manajemen tidak ter­laksana.

Atas kejadian itu kata Fikri, mahasiswa tidak akan diru­gikan. “Urusan dosen adalah urusan kami, bukan urusan mahasiswa. Kalian tidak akan saya kecewakan,” tegas Fikri.

Salah seorang mahasiswa mengungkapkan rasa khawatir kepada Fikri karena tidak akan di wisuda setelah menerima ancaman dari salah seorang pimpinan kampus. Secara tegas Fikri meminta mana bukti tertulisnya. “Secara tegas saya katakan tidak ada mahasiswa yang akan dirugikan, kami bertanggung jawab,” katanya.

Hal senada juga disam­paikan Koordinator Demo Kaharman, ia menyatakan kekhawatirannya tidak akan diwisuda bersama mahasiswa lain yang ikut demo. Selain itu Ia juga menyatakan keke­cewa­anya dengan hasil pertemuan dengan Ketua Yayasan.

Ia bersama mahasiswa lain, menuntut Ketua yayasan su­paya mencopot Ketua STKIP Ahlusunnah yang saat ini dipe­gang oleh Profesor Eddy Mar­heni. Mereka menilai selain membohongi dan merugikan mahasiswa, ketua yang baru setahun ini menjabat juga dinilai telah membohongi pub­lik. Mahasiswa juga me­nuntut Ketua Yayasan supaya me­ngem­balikan dosen-dosen yang telah dipecatnya.

“Ketua STKIP tersebut mengaku dia tamatan dari Universita Jerman, padahal dari data yang kami kumpulkan ternyata dia tamatan dari salah satu universitas Jakarta. Selain itu ,namanya tidak terdaftar sebagai Ketua STKIP Ah­lussunah Bukittinggi di Kopertis,” ungkap Kaharman. (h/ril)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM