Sahur Bersama Di Rumah Keluarga Miskin

Walikota Padang Janji Bedah Rumah Pengemis


Kamis, 16 Juni 2016 - 03:30:10 WIB
Walikota Padang Janji Bedah Rumah Pengemis DISAKSIKAN Walikota Padang, Rektor IAIN Imam Bonjol Padang menyalami Iyun saat “Singgah Sahur”. (HUMAS)

Butiran embun melayang menyertai hembusan angin. Terasa dingin dan menusuk hingga tulang rusuk pun menggigil. Suasana pagi memang seperti ini. Apalagi di pagi belum lagi disinari mentari.

Suasana ini bisa jadi gambaran bagaimana dingin saat dini hari di Kota Padang ketika Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah me­nembus hamparan embun untuk menghampiri seorang pengemis yang tinggal di sudut Kota Padang. Ru­mah­nya hanya berlantai papan, berdinding terpal dan ber­atap rumbio dengan luas 6x6 meter. Untuk toilet saja ia tak ada. Jika ingin buang air, harus melangkah dulu ke sungai kecil yang mengalir di dekat rumah. Di Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Ta­ngah, di situlah Ulut (67) si pengemis berlindung selama ini.

Baca Juga : Pesantren Ramadan 1442 H Resmi Dibuka, Wali Kota Padang: Semoga Memberikan Manfaat

Ulut bersama istrinya, Iyin dan anak-anaknya meru­pakan keluarga mustahik. Ulut merupakan penyan­dang tuna netra, sehingga hanya bisa menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Setiap hari Ulut harus ke Pasar Lubuk Buaya, berharap ada yang mengulurkan ta­ngan memberi rezeki. Se­dang­kan Iyin hanya ber­jualan makanan ringan di rumah. Membantu, agar bi­duk rumah tangga ini tidak terombang-ambing dari ke­rasnya hidup.

Melihat kondisi inilah, Walikota Padang, Mahyeldi mengunjungi keluarga mis­kin itu Rabu (15/6). Wali­kota makan sahur bersama keluarga tersebut, sekaligus menjalin silaturahmi.

Baca Juga : Genny Hendri Septa Resmi jadi Ketua Yayasan Pertiwi Kota Padang

Walikota bersama rom­bongan tim “Singgah Sahur” tiba di rumah Ulut sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, baru Iyin yang terbangun menyiapkan makanan untuk sahur bagi suami dan anak-anaknya. Iyin dan anak-anaknya masih tertidur pu­las. Ketika Walikota masuk ke dalam rumah, Iyin lantas membangunkan suaminya yang tidur di luar kamar dekat dapur. Mendengar Walikota datang, Ulut ke­mudian menjulurkan ta­ngannya. Walikota kemudian menyambut uluran tangan Ulut dan kemudian duduk di dekatnya.

Usai makan sahur ber­sama, Walikota menyebut akan memperancak rumah keluarga ini sebelum Le­baran. Hal ini sebenarnya akan dilakukan tahun lalu, namun baru bisa terwujud tahun ini. “Memang kami memilih keluarga ini (untuk dibantu). Mudah-mudahan menjelang Lebaran rumah ini selesai,” terang Walikota.

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

Rumah Ulut berada di atas tanah yang diperun­tukkan bagi keluarga ini. Sehingga hal ini me­mu­dahkan tim untuk mem­be­dah rumah tersebut. Wali­kota mengajak dan me­ngim­bau warga yang pandai tu­kang dan tinggal di se­putar rumah Ulut agar dapat be­kerja bersama-sama mem­bantu membangun rumah tersebut. “Nilai bedah ru­mah ini sebesar Rp20 juta, jika ada pihak lain yang ingin membantu silahkan, sehingga hidup keluarga ini semakin baik,” harapnya.

Diakui Walikota, di Pa­dang masih banyak terdapat rumah warga yang tak layak. Makanya Pemerintah Kota Padang memogramkan 1.000 rumah pertahun. Ini juga diban­tu Pemerintah Provinsi, Baz­nas Kota Pa­dang, ko­mu­nitas peduli dan lainnya.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Selain tidak layaknya rumah yang ditempati Ulut, rumah ini juga belum dialiri air bersih. Karena itu, Wa­likota menginstruksikan kepada PDAM untuk men­cek langsung saluran ke rumah tersebut dan me­masang langsung instalasi air bagi keluarga tersebut.

Walikota juga menyebut bahwa di Kayu Kalek, Pa­dang Sarai, Kecamatan Koto Tangah cukup banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan kendala biaya dan kurangnya perhatian. “Camat melalui UPTD Pendidikan agar me­lihat siapa saja yang men­dapat paket A, B, maupun C. Sehingga mata rantai ke­miskinan dapat terputus melalui pendidikan,” ung­kap Walikota.

Dalam “Singgah Sahur” itu juga terlihat Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman. Kehadiran rektor ini menambah ha­ngatnya suasana ”Singgah Sahur”. Eka Putra Wirman menyebut dirinya cukup tergugah dengan program yang dilakukan Walikota Padang. “Sengaja saya ikut rombongan karena saya ingin melihat langsung ba­gai­mana kondisi dan sua­sana ‘Singgah Sahur’ yang dila­kukan Walikota Padang seperti yang pernah dila­kukan Umar Bin Khatab,” tukasnya.    

Setelah sirine masuknya waktu imsak berbunyi, se­luruh tim dan keluarga ini bergegas menuju Masjid Ar-Rahman. Dengan berjalan kaki, seluruh tim menuju masjid yang berada tak jauh dari rumah Ulut. Mereka kemudian melaksanakan salat subuh berjemaah.***

 

Laporan: HAJRAVIF SATYA NUGRAHA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]