Polisi akan Ungkap Jaringan Illegal Mining


Kamis, 16 Juni 2016 - 03:31:33 WIB
Polisi akan Ungkap Jaringan Illegal Mining

PADANG, HALUAN - Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Drs Basarudin mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memburu jaringan dan pelaku lain pasca diamankannya 10 pelaku tambang ilegal (illegal mining) yang sudah lama meresahkan masyarakat di kawasan Kampung Baru Lubuk Ulang-Aling Sangir, Kabupaten Solok Selatan pada 9 Juni 2016 lalu.

“Saat ini Dit Reskrimsus tengah mengungkap adanya jaringan dan orang dibalik kejadian ini. Tidak menutup kemungkinan setelah 10 orang tersangka yang kita amankan ini akan bertambah sesuai hasil pengem­bangan dan temuan di lapangan nantinya,” ungkapnya.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Menurutnya, peran dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat juga sangat dibutuhkan untuk menuntaskan kasus ini. “Kami juga meminta kepada seluruh unsur terkait di Solok Selatan (Solsel) untuk bersama-sama mengungkap praktek pe­nam­bangan liar ini, tidak lupa peran masyarakat juga besar da­lam kasus ini. Jika menemukan hal serupa, laporkan langsung kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelum­nya, Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar berhasil menga­mankan 10 orang pelaku penam­bangan emas liar (Ilegal Minning) yang sudah lama meresahkan masyarakat di kawasan Kampung Baru Lubuk Ulang-Aling Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Petugas gabungan dari Polda Sumbar, Polres Solok Selatan, dan jajaran Sat Brimobda Polda Sum­bar yang dipimpin oleh Kasubdit IV Tippidter Dit Reskrimsus Polda Sumbar, Kompol Rio Mar­bun membekuk kesepuluh orang yang sedang beraktifitas mela­kukan kegiatan penambanga illegal tersebut.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat setempat yang masuk ke Dit Reskrimsus Polda Sumbar dimana masyarakat melaporkan aktifitas yang mencu­rigakan dan merugikan masya­rakat setempat,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi yang juga didampingi oleh Kasubdit IV Tippidter Dit Reskrimsus Polda Sumbar, Kom­pol Rio Marbun di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Polda Sumbar, Selasa (14/6) lalu kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga : Meski Pandemi, Pasar Pabukoan di Padang Tetap Ramai Pembeli

Dari hasil penyelidikan yag dilakukan oleh polisi, informasi tentang tambang ilegal dan tidak berizin tersebut ternyata memang benar. Saat itu juga, pada 9 Juni 2016 petugas langsung melaku­kan penangkapan terhadap ter­sangka. (h/mg-adl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]