Misteri Minibus di Batang Agam


Sabtu, 18 Juni 2016 - 07:21:03 WIB
Misteri Minibus di Batang Agam

Sumatera Barat seperti tak henti-hen­ti­nya dilanda musibah. Setelah Kota Pa­dang dil­anda banjir dan dikabarkan seorang me­­ninggal, ada dua mobil yang jatuh ke su­ngai. Satu di sungai Batang Manggung Paria­man dan satu lagi di aliran sungai Batang Agam.

Mobil yang terjun ke sungai Batang Manggung adalah minibus Daihatsu Espass yang dikendarai oleh seorang ustaz. Syukur, dia berhasil diselamatkan warga yang segera datang memberikan pertolongan.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Sedangkan mobil yang jatuh ke sungai Batang Agam juga minibus jenis Isuzu Phanter dengan nomor polisi BA 1073 QB.

Seperti berita Haluan hari ini, Izuzu Phanter tersebut masuk sungai Batang Agam, setelah bertabrakan dengan Honda Beat tanpa TNKB  yang dikendarai Andesmar (52 tahun) pekerjaan swasta, alamat Jorong Baso Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Minibus tersebut terjatuh ke dalam aliran Sungai Batang Agam di kawasan Bendungan PLTA Agam, Jumat (17/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah jatuh, mobil itu tak kelihatan lagi atau hilang ditelan arus air sungai.

Dari keterangan warga sekitar lokasi kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bukittinggi menuju Payakumbuh. Mobil itu berusaha untuk menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.   

Diduga mobil dalam kecepatan tinggi, se­hingga laju mobil tidak bisa dikendalikan hing­ga menabrak pagar pembatas jembatan ja­lan. Saksi mata menyebutkan, mobil beserta sepeda motor yang bertabrakan sama-sama terpental masuk ke sungai. Untung pe­ngendara sepeda motor bisa diselamatkan dan dilarikan ke RSUD Ach­mad Mochtar Bukittinggi.

Mobil Phanter tersebut kemudian dike­ta­hui berpenumpang tiga orang. Seorang di an­taranya diduga anggota Dit Shabara Polda Sumbar  atas nama Wahyu Indriato. Duanya lagi Yosep Permando dan Dedet Mardani dari Crew advantage. Tim SAR (search and rescue) Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BP­BD) dari 4 daerah, Kota Payakumbuh, Li­mapuluh Kota, Kota Bukittinggi dan Agam lang­sung menelusuri jatuhnya mobil terse­but.

Dikabarkan, lokasi jatuhnya minibus ter­sebut terbilang cukup ekstrem. Berbatu besar dan aliran sungai sangat deras serta berada jauh ke dalam sungai dengan keda­la­man sekitar 30 meter. Kondisi tersebut me­nyu­litkan usaha pencarian dan evakuasi kor­ban.

Kerja keras tim SAR hingga petang hari belum membuahkan hasil. Kemungkinan mobil ini terjepit di bebatuan di dasar sungai. Meski tim sudah membuka aliran bendungan PLTA Agam hingga airnya dangkal, namun yang dicari belum bersua.

Batang Agam ini auranya memang sedikit mistis. Sungai yang dijadikan bendungan PLTA ini juga pernah menelan korban. Namun jasad korban berhasil ditemukan.

Kita berharap mobil minibus tersebut da­pat segera ditemukan dan diketahui kondisi penumpangnya. Peristiwa ini hen­dak­­nya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk selalu waspada. Apalagi di musim penghujan saat ini. Kondisi jalan jelas licin dan dangat berba­haya jika membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sedikit saja lengah akibat­nya akan fatal. 

Mudah-mudahan saja misteri hilangnya mobil yang berisi tiga orang penumpang itu segera dapat ditemukan. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]