Masyarakat Siaro-aro Berharap Lepas dari Ketertinggalan


Selasa, 21 Juni 2016 - 05:27:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Masyarakat Siaro-aro Berharap Lepas dari Ketertinggalan WAKIL Bupati Solok Yulfadri Nurdin menyerahkan bantuan kepada pengurus masjid berupa uang tunai sejumlah Rp 6 juta yang ditambah dengan paket bantuan pada kunjungan TSR ke Masjid Jami’ Al ikhlas, Jorong Gantiang, Nagari Sirukam, Sabtu (18/6). (YUTIS WANDI)

SUNGAI LASI, HALUAN—Lepas dari ketertinggalan dan setara dengan masyarakat yang ada di daerah lain, merupakan dambaan bagi masyarakat yang berada di daerah pinggiran. Fakta itu setidaknya tergambar dari harapan sekitar 335 jiwa yang hidup di Nagari Siaro-aro saat mengungkapkan hara­pannya kepada Tim Safari Ramadhan Kabupaten Solok yang me­ngunjungi daerah pa­ling ujung Kec. IX Koto Sungai Lasi itu, Minggu (19/6) ke­maren.

Sebelum sampai kepusat pemukiman penduduk, rom­bongan tim II Safari Ramadan Pemkab Solok yang dipimpin Wabup Yulfadri Nurdin ber­sama Staf ahli Bupati Edisar Dt Manti Basa, dan para wartawan ini mesti dihadapkan oleh kondisi jalan yang sangat mem­prihatinkan.

Tak ayal, rombongan yang juga didampingi oleh unsur muspika Kec. IX Koto Sungai Lasi ini sempat tertahan bebe­rapa saat di jalan, lantaran salah satu kendaraan rombongan tersangkut di pendakian yang jalannya tak tersentuh aspal ataupun beton. Kondisi ini membuat rombongan juga terpaksa harus berbuka sea­danya di jalan karena tanda waktu berbuka telah masuk sebelum sampai ke lokasi.

Terhadap kondisi ini, Wa­linagari Siaro-Aro, Eli Suhendri berharap pemerintah untuk memberikan perhatian kepada daerah itu. Karena jarak tem­puh dari pusat kecamatan ke nagari itu lebih kurang 15 km, sementara jarak dari nagari terdekat yaitu Nagari Tarung-Tarung hanya berjarak 5 km. “Kalau jalan lancar, per­tum­buhan ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Diakuinya nagari ber­pen­duduk 335 jiwa ini masih tertinggal dari daerah lain. Penduduk daerah itu hidup dari dari sektor pertanian, namun kondisi irigasi masyarakat masih belum memadai se­hingga masyarakat hanya bisa bercocok tanam kala musim hujan saja bahkan kadang kala hanya bisa hanya sekali seta­hun.

Selain itu kata dia saat ini masyarakat di daerah itu sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hal ini lantaran, nagari yang berada di daerah paling ujung kec. IX koto sungai Lasi ini berada di daerah ketinggian. “Air bersih adalah barang langka bagi masyarakat di sini. Karena untuk menda­patkannya, masyarakat mesti turun ke lembah yang ada mata airnya,” ungkapnya.

Searah dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ramidis Dt Pangulu Sati menyebutkan di daerah itu banyak terdapat bekas tambang peninggalan zaman Belanda dulu. Potensi ini diharapkan bisa dikembangkan menjadi lahan persawahan baru untuk peningkatan ekonomi masya­rakat. “Luasnya ada sekitar 20 hektare, ini bisa jadi lokasi cetak sawah baru bagi masya­rakat,” kata Ramidis yang juga mantan walinagari ini.

Terhadap harapan masya­rakat itu, Wabup Yulfadri Nurdin menegaskan tidak ha­nya akan memenuhi ketiga permintaan masyarakat itu saja. Namun membangun masyara­kat secara menyeluruh telah menjadi komitmennya sebagai wakil bupati bersama Bupati Gusmal. “Ada empat pilar pembangunan yang kita usung dalam pemerintahan Kab. So­lok saat ini. Permintaan masya­rakat tadi merupakan bagian dari visi dan misi pemerintahan yang akan kita wujudkan,” katanya

Empat pilar itu adalah pem­bangunan ekonomi kerakyatan dengan menggali potensi kea­rifan lokal. Apa yang cocok dikembangkan di masing ma­sing daerah. Pilar yang kedua adalah pendidikan, masyarakat harus cerdas agar tak lagi terbelakang. Pemerintah akan meningkatkan sarana pen­didikan yang ada di daerah. Para sarjana di masing masing daerah akan dimanfaatkan untuk kemajuan nagarinya.

Pihaknya juga berko­mit­men untuk menciptakan pe­merintahan yang baik dan bersih. Hal ini diwujudkan dengan terbangunnya sinergi antara perintah daerah  beserta perangkatnya dengan pemerintahan nagari. (h/ndi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 07 Januari 2019 - 10:01:08 WIB
    MAKAN 15 RIBU TUSUK SATE IKAN, BUKA 2.224 LOWONGAN KERJA HINGGA APBD RP 1 T

    Masyarakat Dharmasraya Rayakan Hari Jadi Kabupaten ke-15

    Masyarakat Dharmasraya Rayakan Hari Jadi Kabupaten ke-15 .
  • Jumat, 02 November 2018 - 11:37:47 WIB

    Pelayanan Simpati di Agam Rekam Ribuan Data Masyarakat

    Pelayanan Simpati di Agam Rekam Ribuan Data Masyarakat AGAM, HARIANHALUAN.COM- Program Sistem Pelayanan Tiap Hari KTP Elektronik (Simpati) KTP-el Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam, rentang waktu September - Oktober mencapai ribuan data wajib e-K.
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:21:53 WIB

    Objek Wisata Banto Royo Dorong Kesejahteraan Masyarakat

    Objek Wisata Banto Royo Dorong Kesejahteraan Masyarakat AGAM, HARIANHALUAN.COM- Obyek wisata Banto Royo dengan luas 6 hektar berada di Jorong Kaluang Tapi, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, diharapkan menambah geliat pariwisata serta mendorong sektor perekonomian masy.
  • Selasa, 16 Oktober 2018 - 13:35:48 WIB

    Masyarakat Nagari Malalo Berjuang Wujudkan Hutan Adat

    Masyarakat Nagari Malalo Berjuang Wujudkan Hutan Adat TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat adat Malalo Tigo Jurai yang semakin tersadarkan dengan potensi alam Malalo dengan bantuan oleh LSM Qibar, INSIST, dan HUMA yang kemudian berjuang bersama untuk terwujudnya Hutan Ada.
  • Rabu, 14 Maret 2018 - 10:08:13 WIB

    Agam Deklarasikan Masyarakat Anti Hoaks

    Agam Deklarasikan Masyarakat Anti Hoaks AGAM, HARIANHALUAN.COM- Pemerintah Kabupaten Agam mendeklarasikan Masyarakat Anti Hoaks. Deklarasi ini diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Pemkab Agam, di halaman Kantor Bupati Agam, Selasa (13/3). Kepala OPD juga dimin.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM