Rudy Rinaldy: Ramadan, Waspada Bencana Tetap Diutamakan


Rabu, 22 Juni 2016 - 03:24:30 WIB
Rudy Rinaldy: Ramadan, Waspada Bencana Tetap Diutamakan Ke­pala Pelaksana Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, Rudy Ri­naldy.

PADANG, HALUAN — Di Bulan Ramadan, sebagai Ke­pala Pelaksana Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, Rudy Ri­naldy sama sekali tak mengen­durkan kesiapsiagaan dan ke­was­padaan bencana. Ia me­nga­ku selalu siaga 24 jam. Telepon genggamnya juga se­lalu aktif, tak pernah dimatikan.

Siaga penuh ia pasang karena bencana alam se­perti banjir dan long­sor bisa saja terjadi setiap waktu. Ka­rena itu, warga harus selalu di­ingatkan agar tetap waspada. Selain itu, dia juga membuka pintu bagi waga yang butuh bantuan. Apalagi hingga saat ini, cuaca ekstrem masih melanda wi­layah Sumbar.

Baca Juga : Hamil 5 Minggu, Dokter Sebut Ada Keanehan di Janin Aurel Hermansyah

“Bencana alam, seperti banjir besar pada Kamis (16/6) lalu, masih berpotensi terjadi jika hujan turun de­ngan intensitas tinggi. Jadi kita harus selalu waspada,” kata Rudy yang belum genap sebulan menjabat Kepala BPBD dan PK Padang ini.

Saat banjir Kamis lalu, pria kelahiran 24 Juni 1968 ini bersama jajarannya lang­sung mengevakuasi warga yang terjebak di tengah hujan lebat yang mengguyur. Hing­ga waktu sahur, dia pun sahur seadanya bersama anggota BPBD dan PK lainnya.

Baca Juga : Berawal dari Media Sosial, Girlband Baru Ini Siap Guncang Indonesia

Sempatkan Ibadah Tambahan

Rasa penat dan juga me­ngantuk, tak lagi dihiraukan. Situasi darurat seperti itu sudah biasa dihadapinya. Karena itu pula, ibadah puasa Ramadan tetap dijalaninya dengan khu­suk. Biasanya, usai salat ta­rawih, ayah satu orang putri ini selalu me­ngisinya dengan ibadah tam­bahan seperti ber­zikir dan tadarus Alquran.

Meski sedang tugas luar kota, kebiasaan itu tetap dilakukannya. Begitu pula di hari-hari lainnya di luar Ramadan. Namun ketika ada agenda Pemko Padang yang harus dihadirinya malam hari, maka dia akan salat tarawih sendiri.

Tak ada yang berubah selama Ramadan, irama kerja tetap seperti biasa, bahkan meningkat karena faktor alam yang masih belum ber­saha­bat. Begitu juga dengan iba­dah-ibadah selama puasa, tetap dilaksanakan bahkan harus ditingkatkan.

“Kecuali saat banjir ke­marin, tak sempat tarawih lagi karena sejak sore sudah di lapangan,” kata alumni Teknik Sipil UBH Padang ini.

Namun dia tak me­mung­kiri, jika masih banyak yang belum terlayani dengan mak­simal saat penanganan ben­cana. Hal itu tak terlepas dari keterbatasannya sebagai ma­nusia. (h/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]