Tradisi Barantam Masih Hidup di Agam


Rabu, 22 Juni 2016 - 14:16:08 WIB
Tradisi Barantam Masih Hidup di Agam

AGAM,HALUAN -- Tradisi "barantam" yakni menyembelih sapi secara berkelompok untuk mencukupi kebutuhan daging pada hari raya Idul Fitri masih hidup di masyarakat nagari III Koto Silungkang kecamatan Palembayan.

"Sekarang pada 15 hari menjelang lebaran telah banyak kelompok barantam yang terbentuk dengan anggota 20 sampai 40 orang di lima jorong dalam nagari ini. Masing- masing anggota barantam menstorkan uang kepada ketua kelompok sesuai dengan banyaknya "onggok" yang akan dibeli. Rata-rata harga satu onggok daging barantam Rp300.000, yang uangnya kurang atau kebutuhannya sedikit boleh ikut setengah onggok," kata wali nagari setempat, Alfendi Iskad kemarin.

Membeli daging melalui sistem barantam dengan harga Rp300.000 diperoleh daging sekitar 3 kg, namun dapat tambahan isi perut, tulang, kulit dan bagian sapi lainnya karena seluruh bagian sapi yang dipotong dibagi rata. Kecuali bagian kepala yang diuntukkan bagi tukang rantam yakni beberapa orang anggota yang melakukan pemotongan.


Pelaksanaan barantam, sehari sebelum hari raya, karena hari itu disebut juga dengan hari "sapatang bantai naiak". Pada hari itu setiap keluarga di nagari ini yang ikut barantam membuat gulai "bukek", yakni gulai jeroan dengan kuah kental mirip kuah sate sebagai makanan berbuka pada puasa terakhir. (h/ks)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]