Pasar Grosir Aur Kuning Mulai Ramai


Kamis, 23 Juni 2016 - 04:12:27 WIB
Pasar Grosir Aur Kuning Mulai Ramai SUASANA Los Gadang Aur Kuning Bukittinggi, Rabu (22/6). Los Gadang didominasi pedagang yang menjual barang dagangan asli buatan daerah di Sumbar. (WETRIZON)

BUKITTINGGI, HALU­AN — Memasuki pertenga­han bulan Ramadan 1437 H, sentral grosiran Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, makin ramai dikunjungi pembeli. Di mana sebelumnya, pada aw­al-awal Ramadan pusat gro­siran terbesar di Sumatera ini hanya ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang luar kota Bukittinggi yang berbelanja untuk memenuhi bahan da­ganga­n­nya.

Saat ini, Aur Kuning juga penuh sesak dengan masya­rakat yang sekedar melihat-lihat dan juga berbelanja untuk kebutuhan Lebaran.

Baca Juga : Pohon Tumbang di Tiku, BPBD Agam Lakukan Pembersihan

Salah seorang pedagang mukena di Los Gadang Blok E Aur Kuning, Bukittinggi, Yat (49) saat ditemui Haluan, Rabu (20/6) di kedainya me­nga­takan, pada per­tenga­han puasa ini masyarakat sudah mulai berbelanja ke pasar Aur Kuning untuk melengkapi kebutuhan Leba­ran nantinya.

Seperti yang dirasa­kan­nya, mukena yang Ia jual laris manis saat menjelang Le­baran ini.  Mukena bordiran kerancang langsung mulai dari harga Rp200.000 hingga Rp1.500.000, sangat di­mi­nati hingga luar daerah dan luar negeri sekalipun, seperti Padang, Riau, Kalimantan, Jakarta hingga Malaysia.

Baca Juga : Harga Cabai Rawit di Lubuk Basung Tembus Rp80 Ribu Perkilogram

“Alhamdulillah, men­jelang Lebaran ini sudah banyak orang berdatangan untuk berbelanja ke Pasar Aur Kuning ini. Mulai dari pedagang yang datang dari daerah, hingga masyarakat sekitar tentunya,” jelas Yat.

Namun, menurut Yat, yang sudah berjualan se­menjak tahun 1990 di Pasar Aur Kuning tersebut, penjua­lan tahun ini jauh menurun dari tahun kemarin. Jika pada tahun sebelumnya Ia sampai kehabisan stok barang untuk dijual, saat ini stok da­gangan­nya masih banyak tersedia.

Baca Juga : Percantik Ibu Kota, DLH Agam Sediakan Ribuan Bibit Tanaman Hias dan Pohon Pelindung

Senada dengan per­nya­taan Yat. Salah seorang pe­dagang pakaian anak-anak, Ded (45) menjelaskan, saat ini memang sudah banyak orang yang datang berbelanja ke Pasar Aur Kuning, tapi kebanyakan dari mereka hanya datang untuk melihat-lihat dan berbelanja dalam jumlah yang terbilang kecil. Begitu juga dengan orang-orang yang biasa berbelanja dengan jumlah besar, se­ka­rang mereka mengurangi belanjaan dengan alasan si­tuasi ekonomi dan tahun ajaran baru yang berdekatan dengan Lebaran.

Ded menambahkan, daya beli masyarakat jauh me­nur­un dari tahun kemarin. Itu terlihat hingga pertengahan Ramadan ini. Tahun dulu, Ded yang berjualan setiap hari Rabu dan Sabtu itu, cukup berjualan dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Hal itu di­karena­kan, barang dagangannya sudah laku terjual semuanya. Namun, berbeda dengan tahun sekarang. Ded mesti menggelar dagangannya hi­ng­ga sore hari dan itupun belum tentu habis terjual.

Baca Juga : Pasokan Berlimpah, Harga Cabai Merah Keriting Turun

“Pada tahun dulu saya cukup berjualan dua jam saja pada hari Rabu dan Sabtu di sini, karena tingginya daya beli masyarakat, sehingga dagangan cepat habis. Namun tahun ini daya beli masya­rakat cukup rendah hingga menyebabkan saya harus mengurangi karyawan dalam memproduksi pakaian anak-anak ini,” terangnya.

Sementara itu, salah se­orang pembeli di Pasar Aur Kuning mengatakan, keadaan ekonomi saat ini dan tahun ajaran baru yang berdekatan dengan Lebaran, mem­buat­nya merayakan Lebaran se­ada­nya saja. Di mana biasa­nya Ia bisa membelikan pa­kai­an baru untuk anak-anak­nya dua hingga tiga stel. Saat ini, Ia cuma mampu mem­belikan masing-masing anak­nya satu stel pakaian baru untuk Lebaran, karena Ia juga harus membelikan anak-anaknya seragam sekolah.

“Situasi ekonomi seka­rang sedang susah, ditambah lagi anak-anak juga mau masuk tahun ajaran baru, tentu juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Makanya, Le­baran tahun ini cukup seadanya saja,” jelas pembeli yang mem­punyai tiga anak yang se­muanya sudah bersekolah.

Berdasarkan pantauan Haluan di Pasar Aur Kuning, terlihat suasana di dalam pasar memang sangat ramai. Para pedagang saling mema­merkan dagangan mereka kepada pembeli yang lalu lalang di pasar tersebut. Mulai dari barang dagangan, seperti mukena, baju koko, baju anak-anak, baju orang de­wasa, celana buatan asli daerah hingga pakaian yang berasal dari jawa banyak dijual di pasar pusat grosiran di Sumatera ini. (h/wet)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]