Jembatan Layang Atasi Kemacetan


Kamis, 23 Juni 2016 - 04:26:29 WIB
Jembatan Layang Atasi Kemacetan

Pertumbuhan kendaraan di Su­matera Barat sangat tidak sebanding dengan penam­ba­han ruas jalan. Akibatnya sudah jelas, kemacetan menjadi hal yang sudah biasa.

Hari biasa saja sudah banyak titik rawan macet di Sumbar. Apalagi di masa libur lebaran. Sudah dapat dibayangkan bagai­mana kondisi jalan di Sumatera Barat, terutama jalan Padang-Bukittinggi yang paling padat lalu lintasnya.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, Amran, kemacetan disebab­kan keberadaan pasar tumpah yang mema­kan badan jalan sebagai lahan berjualan. Selain itu ketidaktersedian lokasi parkir di pasar tumpah tersebut ikut menyumbang kemacetan.

Untuk mengatasi masalah itu Dishub­kominfo Sumbar telah mengambil langkah mempersiapkan jalur alternatif agar bisa mengurai kemacetan. Langkah lain yang telah dilakukan seperti di pasar tumpah Koto Baru telah disiapkan lokasi parkir seluas 40 meter persegi tidak jauh dari lokasi pasar.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Untuk mengurai kemacetan selama lebaran, Pemerintah Provinsi Sumbar mena­warkan tujuh titik jalur alternatif.   Jalur alternatif  mengatasi kemacetan arus traspor­tasi dari Kota Padang  menuju Kota Bukit­tinggi melalui Bandara Internasional Minang­kabau (BIM) menuju Simpang Pasar Usang. Ini alternatif pertama untuk menghindari kemacetan di Simpang Duku.

Alternatif kedua Simpang Polsek BIM menuju Simpang Ketaping hingga ke Jambak Lubuk Alung. Simpang Polsek BIM menuju Simpang Katapiang dan Pariaman, alternatif dari Sicincin menuju Malalak. Simpang Pandai Sikek menuju Pasar Amur, Simpang Batu Palano Menuju Sungai Puar dan Simpang Tanjung Alam. Jalan alternatif terakhir dari Simpang Ampek Angkek Canduang menuju Tabek Patah Situjuah hingga Payakumbuh.

Kemacetan ini harus diatasi segera, bukan hanya untuk masa lebaran saja. Kalau tidak dilakukan pertambahan ruas jalan, tentunya makin lama masalah kemacetan ini akan semakin runyam. Pengalaman menunjukkan bahwa peme­rintah mengalami kesulitan untuk mem­bebaskan tanah masyarakat untuk penam­bahan ruas jalan. Banyak kendala yang harus dihadapi pemerintah ketika harus mem­bebaskan tanah.

Tapi, pemerintah tentu tak boleh menye­rah begitu saja. Perlu Langkah konkret dan program yang menatap jauh ke depan. Beberapa ruas jalan sudah selayaknya dibangun jembatan layang, terutama pada ruas jalan Padang Lua, Kabupaten Agam.

Pembangunan jembatan layang ini sangat mendesak. Itu sangat disadari oleh peme­rintah provinsi. Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek pernah mengatakan bahwa pembangunan jembatan layang tersebut telah dianggarkan dua tahun berturut-turut di APBN, sementara hingga kini belum juga dapat digunakan. Kendalanya yaitu pembebasan lahan.

Namun demikian pemerintah tentunya tak boleh menyerah begitu saja. Perlu dilakukan pendekatan dan tentunya yang juga mendatangkan keuntungan bagi masya­rakat yang akan melepaskan tanahnya.

Menurut informasi, selama ini pemerin­tah belum mampu meyakinkan masyarakat setempat. Tawaran-tawaran dianggap pe­milik tanah hanya mendatangkan kerugian bagi mereka.

Kita mengharapkan pemerintah, khusus­nya Pemerintah Kabupaten Agam serius dan fokus untuk melakukan pembebasan lahan jika memang anggaran untuk pembangunan jembatan layang tersebut sudah ada. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]