Penilaian WTN 2016

Angkot tak Boleh Gunakan Kaca Film Gelap


Kamis, 23 Juni 2016 - 04:40:55 WIB
Angkot tak Boleh Gunakan Kaca Film Gelap KETUA Tim Penilai WTN Kementerian Perhubungan menyerahkan hasil penilaian kepada Walikota Patakumbuh Riza Falepi. (ZULKIFLI)

PAYAKUMBUH, HALUAN—Tim Penilai Wa­­hana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan RI me­ngun­jungi Kota Payakumbuh. Rombongan yang dipimpin Yusuf Nugroho ini, akan melakukan penilaian WRN Tahap II dan Tahap III.

Mereka sudah berada di lapangan sejak Selasa (21/6), dengan melihat langsung sejauh mana kualitas pe­nataan bidang transportasi dan angkutan jalan, meliputi seluruh aspek penilaian baik teknis dan operasional, sa­rana dan pra sarana, lalu lintas dan pelayanan ma­syarakat.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah, Total 586 Kasus

Dalam rangkaian pen­i­laian ini, Tim WTN Pusat  didampingi Tim Provinsi Sumbar diantaranya Heri Wanda (Dishub Sumbar), Kompol Mawardi (Ditlantas Polda Sumbar) dan Aka­demisi Unand Yossafra.

Menurut Ka­dis­hub­ko­min­fo Payakumbuh, Adrian, menyongsong WTN tahun ini pihaknya telah melakukan pembenahan maksimal bi­dang transportasi melalui serangkaian program ung­gulan, yaitu dibidang ang­kutan, sarana dan prasarana, lalu lintas, lingkungan dan pelayanan masyarakat. Ke­giatan ini didukung penuh dari dana APBD Kota Paya­kumbuh.

Baca Juga : Turun Drastis, Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 44 Orang

“Kami berharap, Paya­kumbuh bisa meraih Piala WTN kembali tahun ini. Jangan sampai WTN yang diperoleh 2 tahun berturut-turut berakhir di sini. Kami ingin bisa dilanjutkan karena masalah penataan trans­po­trasi di Payakumbuh telah menjadi program penting baik yang telah dilakukan maupun ke depannya,” ujar Adrian dihadapan Tim Pe­nilai Kementerian Perhubu­ngan RI.

Ketua Tim Penilai WTN Yusuf Nugroho, ketika me­maparkan hasil penilaian lapangan dalam sebuah acara di Aula Balaikota Bukik Sibaluik, memberikan ap­resiasi pada Pemko Paya­kumbuh atas komitmennya dalam menata sistem trans­portasi dengan baik. Hal itu sudah dilihatnya sejak pe­nilaian Tahap I bidang ad­ministrasi. Kemudian dilan­jutkan Tahap II untuk pe­ngem­bangan sarana prasa­rana dan pelayanan masya­rakat. Sedangkan penilaian Tahap III, berupa komitmen/kebijakan kepala daerah.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.233 Kasus

“Dari penilaian Tahap I, II dan III, semua cukup baik,” ujar Yusuf.

Menurut Tim Penilai, kondisi angkutan daerah ini cukup bagus. Namun yang perlu ditambahkan adalah pencantuman  jenis angkutan kota. Kemudian ditemukan masih ada angkot yang me­makai kaca film gelap. Hal ini yang harus jadi perhatian demi keamanan penumpang, bahwa tingkat cahaya yang dapat dilihat sekitar 30 persen.

Baca Juga : Alhamdulillah! Bayi Penderita Ekstrofi Bulli Bladder di Solok Dibantu Anggota DPR

“Selain itu, daftar tarif  juga perlu dicantumkan. Mobil pribadi tidak boleh digunakan untuk angkutan  termasuk becak motor. Ke­mudian, aspek ruang milik jalan tidak dibolehkan adanya bangunan, bak sampah dan timbunan material,” ujarnya.

Dilanjutkannya, in­fras­truk­tur jalan mesti tersedia dengan baik. Ke depan diha­rapkan, pembangunan jalan diikuti dengan pembangunan fasilitas lainya. Untuk fasilitas pejalan kaki dan penye­bera­ngan serta halte, sudah ter­sedia dengan baik. Namun perlu kelengkapan  lampu penerangan dan papan infor­masi trayek.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sam­butan­nya mengucapkan terima kasih pada tim atas paparan dan masukan berharga yang disampaikan dan akan dija­dikan pedoman dan kajian untuk peningkatan penataan sistim transportasi di Paya­kumbuh. (h/zkf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]