Disdikbud Hidupkan Permainan Tradisional Minang


Kamis, 23 Juni 2016 - 04:54:19 WIB
Disdikbud Hidupkan Permainan Tradisional Minang Suasana Rapat Kerja (Rakor) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar dengan Sejarawan dan Budayawan kabupaten kota se-Sumbar.

PADANG, HALUAN—Untuk menyamakan persepsi dan konsep kebudayaan di Dinas Pendidikan serta pelaku sejarah di Minangkabau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sumbar mengadakan Rapat Kerja (Rakor) dengan sejarawan dan budayawan kabupaten kota se-Sumbar di Premier Basko Hotel, 20-23 Juni 2016. Salah satu hal yang mengemuka dari Rakor ini adalah menghidupkan kembali permainan tradisional di sekolah.

Kasi Sepur Disdikbud Sumbar Drs Defrizal ber­harap ada sinkronisasi pro­gram provinsi ke kabupaten kota karena yang mengelola kebudayaan di kabupaten kota ini berada di SKPD yang masih beragam. Salah satu nomenklaturnya yang sama dengan nasional dan provinsi adalah Pesisir Selatan.

Di lapangan, kebudayaan ini dikelola oleh dua pihak yakni dinas pendidikan da­lam hal ini  guru seni budaya dan guru sejarah, sementara untuk sanggar, seniman, budayawan dikelola oleh pelaku budaya yaitu Dinas Pariwisata. Oleh sebab itu,  dengan Rakor ini, apa yang direncanakan untuk tahun 2017 tepat sasaran dan tidak asal jadi dalam pe­nger­jaan program yang ada.

Dengan masuknya ke­bu­dayaan ke dinas pendidikan, tujuan utamanya adalah un­tuk melestarikan dan pen­gem­bangan kebudayaan itu sendiri. Pelestarian tersebut di antaranya, dalam bentuk lomba, pelatihan terhadap guru seni budaya, guru se­jarah, dan apa yang harus dilestarikan disampaikan pada para guru sehingga para siswa akan memahami hakiki budaya Minangkabau.

“Karena saat ini dapat kita lihat, anak-anak banyak ter­pengaruh dengan budaya luar, dan anak tidak tahu lagi dengan kato nan ampek.  Anak tidak bisa berbahasa Minang dengan baik, dan anak juga tidak memahami bahasa isyarat yang disam­paikan oleh orangtua, dan lingkungannya,” jelas Defrizal.

Apalagi sejak beberapa pekan terakhir banyak kabar yang memperlihatkan bahwa kurangnya pemahaman ge­ne­rasi muda soal budaya, misal­nya saja ada orangtua yang melaporkan gurunya karena anaknya dikasari tanpa men­cari tahu kebenarannya ter­lebih dahulu apa yang men­ye­babkan anak dimarahi di sekolah.

“Sebenarnya mendidik anak adalah salah satu tujuan pendidikan oleh guru, dan guru juga tidak akan mem­berikan kekerasan atau me­marahi secara emosional pada anak didik tapi lebih mendidik anak bagaimana ia bersikap nanti karena pen­didikan karakter berakar dari budaya bangsa,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, tang­gung­jawab dinas untuk kebu­dayaan ini memang berat karena mengembalikan kem­bali pada posisinya yang salama ini anak banyak tidak mengetahui budaya Minang secara utuh tapi lebih men­yu­kai budaya K-Pop (Korea).

Sementara itu, Kasi Pem­binaan Nilai-nilai Tradisi Ratmil SSos, MPd me­nam­bahkan, harus ada program-program yang diupayakan dan tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali per­mainan-permainan tradisi Minang yang kaya dengan nilai-nilai karakter.

Untuk itu, Dinas Pen­didi­kan dan Kebudayaan akan me­nghidupkan kembali tradisi melalui jalur non formal, dan melalui jalur formalnya adalah melalui sekolah. Dalam satu minggu anak-anak harus ada me­ngam­barkan kurenah Mi­nang, dan semua warga seko­lah sama-sama mengawasi perilaku anak agar terlaksana Adat Ba­sandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Selain itu, setiap guru harus mengintegrasikan mata pelajarannya dan menga­kit­kan dengan ABS-SBK, yang kedua ada pelajaran yang berdiri sendiri. (h/rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 23 Maret 2016 - 03:44:03 WIB

    Hadapi UNBK, Disdikbud Surati PLN

    PADANG, HALUAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sumbar telah menyurati PT PLN Rayon di daerah agar tidak mematikan lampu selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN BK) berlangsung di Sumbar..
  • Kamis, 11 Februari 2016 - 13:30:19 WIB
    Atasi Permasalahan di SLB

    Disdikbud Minta SLB Diserahkan kepada Provinsi

    Disdikbud Minta SLB Diserahkan kepada Provinsi PADANG, HALUAN—Seiring dengan terjadinya pemindahan kewenangan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari kabupaten/kota ke provinsi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sumbar menghendaki hal yang sama j.
  • Senin, 16 November 2015 - 20:03:04 WIB

    Anggaran Disdikbud Ditambah Rp1 Miliar

    PERSIAPAN SMA KE PROVINSI

    PADANG, HALUAN — Pelimpahan wewenang status Sekolah Menengah Atas (SMA) dari kabupaten/kota mulai dipersiapkan tahun 2016 men.

  • Selasa, 20 Oktober 2015 - 20:27:41 WIB

    Disdikbud Verifikasi Aset SMA dan SMK di Sumbar

    PADANG, HALUAN — Di­nas Pendidikan dan Kebu­dayaan (Disdikbud) tengah melakukan verifikasi data SMA/SMK yang berada di Kabupaten/Kota. Verifikasi ini berkaitan dengan pen­a­rikan kewenangan 493 SMA/S.


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]