Bupati Pasaman Buka Rimbo Panti Pasting Festival


Kamis, 23 Juni 2016 - 05:03:42 WIB
Bupati Pasaman Buka Rimbo Panti Pasting Festival BUPATI Pasaman Yusuf Lubis, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat memukul gendang tandai peresmian Rimbo Panti Pasting Festival 2016. (YUDDY)

PASAMAN, HALUAN — Bu­pati Pasaman, Yusuf Lubis buka resmi, Rimbo Panti Pasting festival 2016, Rabu (22/6). Beragam kegiatan digelar sela­ma sebulan penuh di Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti itu.

Kegiatan ini dihelat bersa­ma, antara  Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwi­sata (Disporabudpar) Pasaman dan pihak investor pengelola taman wisata alam, PT Tam­puak Tangkai Alam Minang­kabau (TTAM).

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.080 Kasus

Sesuai jadwal, kegiatan itu akan dilaksanakan sejak 22 Juni hingga 25 Juli 2016. Di antaranya, lomba hafiz Quran, festival bedug dan takbir, qasidah rebana, bintang kasi­dah, lomba busana muslim, festival balamang dan makanan tradisional serta festival jerami.

Komisaris PT TTAM, Rah­mat Hidayat mengatakan, laun­cing Rimbo Panti Pasting Festival bentuk keseriusan pihaknya me­ngelola pariwasata di cagar alam Rimbo Panti tersebut.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 112 Orang

“Ini bukti kesiapan kita untuk berinvestasi di Pasaman, baik di twa rimbo Panti, pendidikan, pertanian dan benteng tak jadi milik Tuanku imam bonjol,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya siap menanamkan sejumlah dana un­tuk investasi di daerah itu. Bah­kan, kata dia, puluhan miliar sudah ia siapkan untuk memoles tampilan rimbo Panti jadi lebih baik dan indah.

Baca Juga : Pengurus HIPMI 3 Daerah Dilantik Serentak di Payakumbuh

“Kita siap apapun yang dimin­ta oleh pemda, baik dibidang pendidikan, budaya dan hal baik lainnya. Kita komitmen majukan Pasaman dari sektor pariwisata, dan kami siap untuk berinvestasi. Rp40 miliar siap kita kucurkan tahun ini,” ujarnya.

Ia mengakui, ada penolakan dari sejumlah tokoh di kanagarian Panti. Mereka, kata dia, memper­tanyakan perihal perizinan pe­nge­lolaan TWA di Rimbo Panti, yang belum dikantongi peru­sahaan tersebut.

Baca Juga : Amazing! Inilah 'The Power of Emak-emak' dari Pariaman yang Bikin Takjub

“Soal perizinan sudah berja­lan 99 persen. Permohonan izin ke pariwasata, rekomendasi. Dari pihak BKSDA sudah keluar izin untuk pembinaan pedagang di Rimbo Panti. Sudah tidak ada kendala lagi,” sebutnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga tengah menunggu izin jasa wisata dari Kementerian Kehu­tanan (Kemenhut). Saat ini, kata dia, banyak pihak menuding bahwa perusahaannya tersebut tidak mengantongi izin apapun sehingga dicap ileggal.

“Izin jasa wisata dari Kemen­hut juga sudah kita kantongi, tinggal ambil. Nanti akan lang­sung diantar oleh pak Margo, Kepala BKSDA sekalian sosiali­sasi dengan para pedagang,” katanya.

Ia menyebutkan, bahwa pihak­nya memiliki komitmen tinggi untuk berinventasi di daerah itu. Baik dibidang kepariwisataan, pendidikan serta budaya.

“Pada 2017 nanti pemba­ngunan waterboom dan tirta alam akan kita direalisasikan, tepatnya di objek taman wisata alam Rimbo Panti,” katanya.

Ia juga merencanakan akan mewujudkan pembangunan ru­mah gadang untuk ninik mamak di Kanagarian Panti, seluas 14x60 meter. Pembangunan masjid agung Rimbo Panti, dimana keseluruhan bahannya terbuat dari kayu.

“Kita tidak main-main dalam berinvestasi, kita siap mengem­bangkan sektor pariwisata agar lebih maju,”

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengapresiasi langkah bijak pihak perusahaan PT TTAM un­tuk berinvestasi di daerah terse­but, meski ada penolakan dari segelintir masyarakat setempat.

“Akan selalu ada riak dan gejolak setiap kali investor beren­cana menanamkan modalnya di daerah ini. Kami harap bapak maklum,” katanya.

Ia pun berjanji, akan segera membereskan permasalahan terse­but sehingga tidak menimbulkan gejolak dikemudian hari. Ia pun meminta, agar pihak PT TTAM sedikit bersabar dan selalu po­sitive thinking.

“Terimalah permohonan maaf dari kami, seluruh masyarakat Pasaman. Kegiatan ini memang belum tersampaikan kepada para ninik mamak, bundo kanduang serta kepala jorong seluruhnya,” katanya.

Yusuf Lubis mengatakan, bahwa pengurusan izin pengelo­laan objek wisata di kawasan cagar alam Rimbo Panti terbilang sulit. Sudah banyak investor yang berniat menanamkan modalnya, namun selalu kandas.

“Usaha bapak melakukan kelola pariwisata di Pasaman, khususnya di taman wisata alam Rimbo Panti, kami ucapkan teri­ma kasih. Tidak mudah untuk mengurus izin pengelolaan disi­ni,” tukasnya.

Ia meminta, agar pihak peru­sahaan terus melanjutkan sejum­lah rencana pembangunan sektor pariwisata di taman wisata alam Rimbo Panti tersebut, sebagai­mana telah diajukan ke pemda tersebut.

Turut hadir, Kapolres Pasa­man AKBP Reko Indro Sasongko, Dandim 0305 Letkol Cosmas Pramunditho, para asisten, kepala SKPD dan para ninik mamak setempat. (h/mg-yud)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]