Empat Penyelundup Sabu Divonis Mati


Kamis, 23 Juni 2016 - 05:05:22 WIB
Empat Penyelundup Sabu Divonis Mati Keempat terdakwa kasus kepemilikan narkoba Ayouw (kiri), Indra Syahputra (kedua kiri), Lukmansyah (kedua kanan) dan Daud (kanan) mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/6). (ANTARA)

MEDAN, HALUAN —  Empat terdakwa kasus kepemilikan 270 kg sabu-sabu divonis hu­kuman mati. Keempat terdakwa masing-masing Ayau, Daud alias Athiam, Lukmansyah, dan Jimmy Syahputra.

Majelis hakim yang dipim­pin Asmar dalam persidangan di  Pengadilan Negeri (PN) Medan, menyebutkan keempat terdakwa terbukti melakukan perbuatan dan diancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Un­dang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat diberi kesempatan oleh majelis hakim, keempat terdak­wa melalui kuasa hukum mere­ka, Nurwadi Aco menyatakan akan mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Medan. Nurwadi mengatakan, ada be­be­rapa hal yang menjadi alasan kliennya mengajukan banding. Salah satunya, yakni barang bukti yang tidak dihadirkan. 

“Ada banyak pertimbangan. Di antaranya masalah barang bukti. Dalam perkara ini sama sekali barang bukti tak pernah dihadirkan kemudian itu tak menjadi pertimbangan. Itu aja yang paling utama,” jelas Nur­wadi kepada wartawan usai persidangan.

Sementara itu Jaksa Penun­tut Umum (JPU) Sindu Hutomo menyatakan pikir-pikir. Maje­lis hakim pun menutup persi­da­ngan yang selesai sekitar pukul 18.25 WIB tersebut.

Seperti diberitakan Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Ayau,40 dan Daud alias Athiam,47, keduanya warga Bengkalis Riau, pengu­saha jasa pengiriman Lukman­syah Bin Nasrul warga Dumai Riau, dan petugas keamanan Jimmy Syahputra Bin Rusli warga Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

BNN mengamankan barang bukti 270 kg sabu-sabu dari sebuah pergudangan Jede City Square Blok B Nomor 88 E, Jalan Kolonel Yos Sudarso KM 11,5 Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada 17 Oktober 2015 lalu.

Sabu-sabu di simpan dalam tabung filter air. Dalam satu kotak terdiri dari enam tabung, total ada 45 kotak.

Barang haram ini diduga ber­asal dari seorang bandar Lianlai alias Mr Jon yang berdomisili di Tiongkok.  Lewat jalur laut Kuala Lumpur, Malaysia, sabu-sabu diselundupkan menuju Dumai, Riau. 

Setelah itu, dengan menggu­nakan truk dibawa ke Medan – Belawan.(h/rep/pkn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]