Rapat Di Atas Kapal Perang

Presiden Joko Widodo ‘Gertak’ China


Jumat, 24 Juni 2016 - 04:57:56 WIB
Presiden Joko Widodo ‘Gertak’ China Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat rapat terbatas tentang Natuna di atas KRI Imam Bonjol 383 yang berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6). (ANTARA)

NATUNA, HALUAN — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengirim sinyal kuat kepada pemerintah Republik Rakyat China terkait insiden Natuna yang melibatkan kapal nelayan China dengan kapal perang RI Imam Bonjol-383.

Protes China atas tertem­baknya kapal ikan Han Tan Cou oleh TNI Angkatan Laut pekan lalu, dijawab Jokowi dengan terbang langsung ke Natuna hari ini, Kamis (23/6).

Di perairan yang disebut China sebagai zona peri­kanan tradisional mereka, Jokowi akan menggelar rapat di atas KRI Imam Bonjol yang melepas tembakan ke Han Tan Cou.

“Sebagai kepala pe­me­rintahan dan kepala negara, Presiden ingin tunjukkan Natuna adalah bagian dari kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indo­nesia),” kata Sekretaris Ka­binet Pramono Anung.

Isyarat berang peme­rin­tah Indonesia kepada China kian jelas terlihat dari deretan pejabat tinggi yang dibawa Jokowi ke Natuna. Di antara mereka ialah Menteri Koor­dinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pan­djaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nur­mantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

 Saat ini rombongan Pre­si­den telah bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perda­naku­suma, Jakarta, menuju Kabu­paten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, barat laut Kalimantan.

Pukul 11.00, rapat di atas kapal perang Imam Bonjol akan membahas percepatan pembangunan di Natuna –gerbang Republik Indonesia yang berhadapan dengan wilayah sengketa Laut China Selatan.

Panglima TNI menjamin kunjungan kerja Presiden ke Natuna akan berlangsung lancar. “Pengamanan sudah siap. Itu tanggung jawab TNI. Presiden ke Natuna pasti aman. Itu wilayah kita sendiri kok.”

Pemerintah Provinsi Ke­pu­lauan Riau menyambut gembira kedatangan Jokowi. “Agenda Presiden ke Natuna sangat penting untuk mem­percepat pembangunan,” kata Kepala Biro Humas dan Pro­tokol Kepulauan Riau, Heri Mokhrizal, seperti dilan­sir Antara.

Menurut Heri, ini kali pertama Jokowi berkunjung ke Natuna. Selain menggelar rapat di atas KRI Imam Bonjol, Presiden dan rom­bongan juga dijadwalkan menyaksikan penenggelaman kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Natuna.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I Bidang Per­tahanan  DPR Tubagus Hasa­nuddin menyatakan peme­rintah mesti menempuh jalur diplomasi damai untuk me­nyelesaikan persoalan dengan China di Natuna.

“Kita (Indonesia) harus memiliki efek deterrence (gentar), dan efek deter­rence yang baik ialah diplo­masi sekaligus penguatan pasukan (di Natuna),” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu di Jakarta.(h/cnn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]