Lima Maskapai Tambah Penerbangan Padang-Jakarta


Jumat, 24 Juni 2016 - 05:12:18 WIB
Lima Maskapai Tambah Penerbangan Padang-Jakarta Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Sejumlah maskapai penerbangan menambah jadwal penerbangan rute Padang-Jakarta sebelum dan sesudah Lebaran. Langkah itu diambil terkait melonjaknya jumlah penumpang Padang-Jakarta atau sebaliknya terkait mudik Lebaran.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Yudo, Ketua AOC (Air Operator Certificate) Sumbart usai acara buka bersama PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bersama AOC dan pi­hak terkait, di Hotel Hayam Wuruk, Padang, Kamis (24/6).

Baca Juga : 6 Cara Belanja Perabotan Rumah Tanpa Merusak Kesehatan Finansial

“Kami memperkirakan, lonjakan jumlah penumpang pada Lebaran tahun ini me­ningkat 10 hingga 12 persen dari hari biasanya, lebih tinggi daripada tahun lalu,” ujarnya.

Yudo menerangkan, pe­nam­bahan jadwal penerbangan untuk BIM mulai 24 Juni hingga 17 Juli. Penam­bahan penerbangan itu diputus­kan pada Kamis (24/6) setelah pihaknya meminta kepada Angkasa Pura II dan Ke­men­terian Perhubungan.

Baca Juga : Ternyata Ini Harta Karun RI yang Bernilai Ratusan Triliun

Sejumlah maskapai yang menambah penerbangan ter­sebut adalah Ga­ruda Indonesia 1 penerbangan, Citilink 1 penerbangan, Lion Air 1 pe­ner­bangan, Batik Air 1 pener­bangan, dan Sriwijaya Air 2 penerbangan. Dua di antaranya me­nambah penerbangan ke Ban­dara Halim Per­da­na­ku­suma, yakni Batik Air dan Citilink.

Yudo melanjutkan, selain penambahan penerbangan,   Garuda Indonesia dan Lion Air mengganti satu pesawat dengan pesawat berbadan lebar (wide body), yakni Airbus 330.

Baca Juga : Berhenti Mogok, Pedagang Daging Sapi Mulai Jualan Hari Ini

Kendala yang dihadapi pi­hak­nya adalah apron (pela­taran pesawat/tempat parkir pesawat). Pelataran pesawat di BIM hanya mampu menam­pung 5 pesawat. “Apalagi setelah ada pesawat wide body. Jika jadwal keda­tangan pesawat wide body bersamaan, pela­taran pesawat hanya mampu menampung 4 pesawat. Oleh karena itu, kami meminta penambahan pela­taran pesa­wat,” katanya.

Kendala lain yang dike­luhkan AOC Sumbar, kata Yudo, adalah rubber deposit di landasan pacu. Pihaknya me­minta AP II BIM untuk mem­bersihkan rubber deposit terse­but. Kalau tak dibersihkan, pihaknya takut pesawat akan tergelincir saat mendarat, teru­tama kalau hujan.

Baca Juga : Diklat 3 in 1 Batik Tulis Diharapkan Buka Peluang Usaha Baru di Pariaman

Sementara itu, General Manager AP II BIM, Suparlan mengatakan, terhitung sejak penambahan penerbangan, jumlah pergerakan pesawat di BIM naik dari 68 pergerakan sehari menjadi 84 pergerakan sehari. Totalnya, 120 pege­rakan pesawat mulai 24 Juni sampai 17 Juli.

Mengenai pelataran pesa­wat, kata Suparlan, pihaknya belum akan menambahnya karena pihaknya bisa menyia­satinya dengan mengatur jad­wal keberangkatan dan keda­tangan pesawat.

“Kalau apron ditambah, kami akan melihat imbasnya pada bandara tujuan. Kalau apron ditambah di BIM, na­mun bandara tujuan tak bisa menerima, juga tak bisa. Aki­batnya, maskapai rugi mem­bayar parkir karena terlalu lama parkir di BIM,” tuturnya.

Sementara itu, terkait rub­ber deposit, rubber deposit di BIM belum mencapai ambang batas. Meski demikian, pihak­nya akan membersihkannya beberapa hari lagi. (h/dib)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]