Agar Tak Membeludak

Pengemis Jangan Diberi Uang


Jumat, 24 Juni 2016 - 05:55:19 WIB
Pengemis Jangan Diberi Uang Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadan, Kota Padang mulai dibanjiri pengemis, anak jalanan (anjal) dan gelandangan.

Hampir di setiap per­sim­pangan lampu merah Ibukota Sumatera Barat ini sudah nge­tem pengemis dengan berbagai macam modus untuk menarik simpati para pengendara.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Mulai dengan berpakaian kotor, memperlihatkan keca­catan tubuhnya seperti pura-pura buntung, menggendong anak kecil dan modus tipuan lainnya.

Semua yang dilakukan  un­tuk mengharapkan belas kasi­han masyarakat agar mereka bisa berlebaran di kampung halamannya karena mayoritas mereka berasal dari luar kota.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Warnia (53), salah satu pengemis asal Batusangkar yang mangkal di lampu merah di samping DPRD Sumbar mengaku sengaja datang ke Kota Padang untuk meman­faatkan momen jelang lebaran.

Untuk menarik simpati pengendara kendaraan ber­motor, ia membawa tetang­ganya yang telah tua untuk dibimbing dari satu jendela mobil ke jendela mobil yang lain.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

“Di kampung saya, Batu­sangkar tidak ada pekerjaan yang tetap. Kadang berdagang dan bertani. Itupun kadang-kadang dan tidak ada peng­hasilan yang tetap, “kata War­nia kepada Haluan, kemarin.

Dijelaskannya, pendapatan satu hari mengemis tidak me­nentu. Namun, pada bulan Rama­dhan biasanya bisa men­dapat lebih dari Rp1 Juta dalam sehari.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

Jangan Diberi Uang

Sementara itu, Kepala Di­nas Sosial dan Ketena­ga­ker­jaan, Frisdawati Amran Boer melalui Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Miral Masri Dt. Bandaro mengatakan pe­nge­mis sudah jadi fenomena tahunan setiap menjelang Le­baran.

“Bisa jutaan rupiah mereka dapat sehari menjelang lebaran. Pasalnya, saat-saat inilah orang dapat THR dan punya duit. Jadi memberikan uang sedikit untuk pengemis tidaklah berat,” kata­nya.

Dijelaskannya, jika di lam­pu merah tempat mereka nge­tem saja sekitar satu jam, dimana dalam satu jam tersebut ada sekitar 40 kali lampu merah.

Sedangkan satu orang mem­berikan Rp2.000 dan ada dua saja yang memberi uang mereka, dalam sejam pengemis tersebut bisa dapat Rp160.000.

Jika sehari mereka ngetem 8 jam, dikalikan saja dengan 8, bisa menghasilkan Rp 1.280.­000 per hari.  Penghasilan pengemis itu lebih tinggi dari kita yang bekerja,” Kata Miral.

Untuk mengurangi jumlah pengemis ini, Miral meng­harapkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis, anak jalanan dan gelandangan.

Jika keterusan mereka dibe­ri uang, maka sama meman­jakan orang yang tidak kreatif dan kualitas masyarakat tidak akan maju-maju. (h/mg-ang)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]