Mudik Lebaran

Angkutan Darat Sepi, Udara Ramai


Jumat, 24 Juni 2016 - 06:10:55 WIB
Angkutan Darat Sepi, Udara Ramai Ilustrasi.

Fenomena peningkatan penggunaan sarana transportasi udara masih belum surut jelang masa mudik lebaran. Karenanya, layanan transportasi darat menjadi sedikit lesu

PADANG, HALUAN — Leba­ran tinggal hitungan hari, biasanya di tahun sebelumnya pemudik sudah mulai meren­cakan pulang kampung. Na­mun, sejumlah penjualan tiket bus seperti Antar Kota-Antar Provinsi(AKAP) masih sepi.

Seperti Pool NPM Jalan Ir H Juanda, Padang Utara, Kota Padang. Agen penjual tiket yang bernama Ade mengeluh lantaran pemudik yang da­tang ke loket karcis yang berjejer di pool tersebut sepi peminat.

“Tahun ini sepi, tidak sama seperti tahun sebelum­nya, karena sekarangkan tiket pesawat murah. Orang pasti lebih memilih tiket pesawat yang murah dan sampainya pun lebih cepat, 1 atau 2 jam saja sudah sampai. Sedangkan dengan bus, 1 atau 2 hari baru sampai,” kata Ad, agen pe­njual tiket NPM.

Menurutnya, minat masya­rakat untuk mudik lebaran dengan menggunakan trans­por­tasi darat menurun. Ter­bukti penjualan tiket angkutan darat untuk arus mudik sampai saat ini baru 30 persen dari total tiket yang disediakan untuk pemudik. Jika dibanding tahun sebe­lumnya, tambah Ade tiket sudah banyak dipesan. Hal itu berlang­sung dua pekan sebelum lebaran tiba. Akan tetapi, tiket untuk armada NPM ini dira­sakannya masih lesu peminat.

Ade memprediksi, puncak arus mudik baru akan terjadi pada H-3 lebaran. Kebanyakan pe­mudik adalah tujuan Jambi dan Muaro Bungo.

“Jumlah pemudik biasanya mulai meningkat H-3 lebaran,” ucap Ad.  Selain itu, Perusahaan Otobus (PO) NPM melayani jurusan ke Medan, Kisaran, Kota Pinang, Bagan Batu, Bandung, Bogor, Depok, Jakarta, Lampung, dan Lahat.

Untuk rute Padang-Jakarta, pihaknya mematok tarif Rp 400 ribu per penumpang. Biasanya per­jalanan ini ditempuh dalam wak­tu dua hari. Jalur bus yang banyak dicari penumpang, menu­rut­nya, adalah Jambi dan Muaro Bungo.

Bus yang akan mengangkut penumpang mudik akan dipe­riksa kelayakan jalannya sebelum meninggalkan pool. Pengecekan tersebut dilakukan di pool menje­lang lebaran. Selain pemeriksaan kelengkapan surat-surat kelaya­kan kendaraan juga tetap dilaku­kan pemerikasaan fisik lagi sebe­lum berangkat.

Hal serupa juga dialami oleh agen penjual tiket untuk armada bus ANS, Anto . Armada yang melayani penumpang untuk tu­juan Jakarta, Bandung tersebut merasakan hal yang sama. Meski kondisi penjualan tiket saat ini sepi pemesan, namun Anto masih berharap jika satu pekan ke depan para pemesan tiket bus akan mengalami lonjakan.

“Kalau sekarang ini masih biasa saja, belum terasa ada lonja­kan penumpang. Tapi minggu depan kemungkinan akan ramai,” ucapnya. Untuk tujuan Bandung, Ja­karta, Depok, Lampung kata Anto harganya masih belum mengalami kenaikan serta masih dalam batas normal yakni sebesar Rp425 ribu.

Sementara itu, jelang mudik beberapa maskapai domestik menyatakan hampir sebagian besar tiket sudah laku terjual.  Hal tersebut diungkap General Mana­ger Citilink Gito, ketersediaan tiket pesawat untuk arus mudik tahun ini hampir habis. “Tiket pesawat tahun ini hampir sebagian besar laku terjual,” ujarnya.

Ia mengaku pemesanan tiket pesawat mengalami peningkatan sekitar 35 persen. Dicontohkan­nya, penerbangan dengan City­link tujuan Jakarta untuk mudik hanya berkisar Rp 522.500,  ada kemungkinan H-1 atau H-2 naik lagi bisa mencapai Rp 800 ribuan hingga Rp 1 juta.

Kapal di Mentawai

Dari Mentawai dilaporkan kapasitas angkutan laut yang ada di kabupaten terluar di Sumbar itu mampu mengatasi lonjakan pe­numpang, kendati sarana ang­kutan laut masih menjadi pilihan utama.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Ke­pu­lawan Mentawai, Sahad Par­damain Sagurung, Kepada Haluan, Senin, (20/6) menilai ketersediaan itu berasal dari frekuensi layanan kapal cepat Mentawai Fast empat kali sepekan dan  kapal ASDP dua kali.

Di samping itu kapal ASDP tersebut juga melayani wilayah Kepulauan Sikakap, Siberut Sela­tan dan Siberut Utara, yang merupakan bagian Mentawai.

Selain itu, untuk transportasi kapal  antar pulau dikatakan Kepala Bidang Laut Amrizal masih seperti biasa. Ada empat unit kapal yang akan melayani masyarakat yakni Kapal KM Nade, Kapal KM Simasin, KM Beriloga dan KM Simatalu, na­mun sekarang  belum bisa beroperasi dengan maksimal, disebabkan beberapa kapal dalam perbaikan dan Doking.

Dari empat kapal tersebut, sementara ini hanya Kapal KM Nade dan KM Simasin yang bisa beroperasi melayani masyarakat antar pulau, sedangkan kapal Beriloga masih menyandar di pelabuhan Tuapejat menunggu doking, kemudian  Kapal KM Simatalu masih dalam proses Doking.(h/ows/mg-red)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]