Bisnis Jam Tangan pada Era Digital


Sabtu, 25 Juni 2016 - 02:38:43 WIB
Bisnis Jam Tangan pada Era Digital PELAYAN Toko Harapan melayani calon pembeli jam tangan.

Sesuai fungsinya, jam berguna untuk menunjukkan waktu. Demikian pula jam tangan. Kalau orang membeli jam tangan dengan tujuan untuk mengetahui waktu, pasti bisnis jam tangan sudah lama terkubur ditelan zaman yang bergerak cepat memasuki pintu digital atau teknologi informasi.

Sejak kemunculan pon­sel, waktu bisa diketahui dengan hanya melihat pon­sel. Akan tetapi, bisnis jam tangan masih bertahan sam­pai sekarang, bahkan pros­peknya cukup bagus karena sebenarnya orang membeli jam tangan bukan mengejar fungsi sebagai penunjuk waktu, melainkan sebagai aksesoris, penunjang pe­nampilan, gaya hidup dan pendongkrak gengsi.

Baca Juga : Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik

Itulah alasan Nurzamril, pemilik Toko Jam Harapan di Pasar Raya Barat II No. 26 B, Padang, bertahan mela­koni bisnis jam tangan sejak 1990. Saat Haluan me­ngun­jungi toko tersebut pada Jumat (24/6), terlihat bebe­rapa pekerja di toko tersebut melayani servis jam tangan pelanggan. 

Bukti bahwa bisnis jam tangan memiliki prospek yang bagus pada zaman internet ini, setiap minggu Nurzamril berbelanja jam tangan kepada grosir dan importir di Jakarta. Pem­belian tersebut ia wakilkan kepada orang kepercaya­annya di Ibukota, yakni saudaranya. Dengan demi­kian, ia tidak perlu pergi ke Jakarta untuk berbelanja seperti yang dulu ia lakukan. Keuntungannya, ia hemat biaya dan waktu. Di Padang, ia hanya menunggu barang kiriman yang dipaketkan dari Jakarta.

Baca Juga : Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia?

Bukti lainnya adalah kedatangan pedagang jam dari berbagai daerah di Su­ma­tra Barat ke Toko Harapan untuk melakukan pembelian dalam partai banyak. Pelang­gan Nurzamril bahkan da­tang dari Sungai Penuh, Jambi.

Meski Nurzamri menjual jam tangan dalam partai besar, namun tokonya bu­kan­lah toko grosir. “Toko saya adalah toko eceran. Tapi saya juga melayani pembe­lian dalam partai besar, dengan harga seperti di toko grosir,” tuturnya.

Baca Juga : Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional

Pertimbangannya mem­beli jam tangan adalah ber­da­sarkan kebutuhan pasar dan tren jam tangan terbaru. Pertimbagan tersebut ada kaitannya dengan per­tim­bangan pembeli membeli jam tangan, yakni pertim­bangan model, harga, dan merek jam tangan.

“Hal pertama yang dili­hat orang saat akan membeli jam tangan adalah model. Kalaupun merek dan kua­litasnya bagus, namun mo­delnya tak menarik menurut pembeli, hasilnya juga tidak bagus. Setelah melihat mo­del, barulah pembeli melihat harga dan merek. Kalau model, harga, dan merek sesuai selera pembeli, jam akan dibelinya,” tutur Nur­zamril. 

Baca Juga : Belum Bayar Listrik? Yuk Segera Lunasi Agar Liburan Semakin Nyaman

Di toko itu, Nurzamril menjual jam tangan dair harga paling murah, yakni Rp25 ribu, hingga harga mahal, yakni Rp2 juta. Se­lain menjual jam tangan dengan harga bervariasi, ia juga menjual jam tangan untuk semua umur dan jenis kelamin. Kemudian, jam yang dijualnya dari berbagai merek dan jenis. Untuk za­man sekarang, ada tiga jenis jam yang umumnya dijual di toko jam, yakni jenis otomatis, baterai, dan digital.

Mengenai omzet, Nur­zamril menceritakan, omzet toko jam tidak hanya dari penjualan jam, tapi juga dari perbaikan jam dan pen­jualan suku cadang. Pema­sukan bahkan lebih banyak dari perbaikan dan pen­jualan suku cadang. Oleh karena itu, ia tidak memiliki target penjualan jam tersebut.

“Bisnis jam tidak sama dengan bisnis toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari yang memiliki target barang terjual. Ber­bisnis jam, yang terpenting adalah, kami memiliki ba­rang kalau orang yang bertanya,” katanya me­ngung­kapkan.

Mengenai kerusakan, penyebab utama jam rusak adalah karena terjatuh dan masuk air. Perbaikannya pun tergantung kerusakan. Ada kalangan baterainya diganti, ada juga talinya yang di­ganti, ada juga suku ca­dangnya tak bisa diganti.

Perjalanan Nurzamril sebagai pedagang jam di­mulai saat ia bekerja di toko jam milik pamannya sebe­lum tahun 1990. Ia belajar memperbaiki jam dari pa­man­nya. Setelah itu, ia membuka toko jam sendiri dengan modal dari keluarganya.

“Keluarga saya adalah keluarga pedagang jam. Ayah saya adalah pedagang jam keliling ke kampung-kam­pung. Saat saya membuka toko jam, beliau pension berjualan dan mendampingi saya berjualan dan mem­perbaiki jam di toko,” ujar Nurzamril.

Selain menjual jam ta­ngan, Nurzamril juga men­jual jam dinding dan kalku­lator. Di kedainya yang sederhana, saban hari ia melayani konsumen dengan dibantu beberapa orang anak buah. Ia yakin bisnis jam tangan tetap bertahan walaupun zaman berubah dan semakin modern karena jam tangan dibutuhkan orang sebagai aksoris, bukan se­kadar penunjuk waktu. (*)

 

Laporan: HOLY ADIB

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 16:34:07 WIB

    Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik

    Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik Peristiwa kelam pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyisakan duka yang sangat mendalam bagi sejumlah korban. Tak hanya enam Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang jadi korban pembunuhan di Jakarta, ada pula .
  • Rabu, 20 Januari 2021 - 10:49:13 WIB

    Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia?

    Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia? Malaikat adalah salah satu dari sekian makhluk Allah SWT. Hanya saja dia diciptakan dengan sejumlah keistimewaan salah satunya adalah tak pernah melakukan maksiat. .
  • Senin, 21 Desember 2020 - 01:18:17 WIB

    Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional

    Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional Penyederhanaan organisasi menjadi isu yang kian menarik selama setahun terakhir ini. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Apratur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB) Nomor 28/2019 tentang Penyetaraan Jabatan Ad.
  • Ahad, 20 Desember 2020 - 19:33:23 WIB

    Belum Bayar Listrik? Yuk Segera Lunasi Agar Liburan Semakin Nyaman

    Belum Bayar Listrik? Yuk Segera Lunasi Agar Liburan Semakin Nyaman Jelang akhir tahun 2020, PLN gencar melakukan upaya penurunan tunggakan listrik dengan menghimbau masyarakat untuk membayar listrik tepat waktu. Ditargetkan pada akhir tahun 2020 tidak ada lagi pelanggan yang menunggak. Hal i.
  • Ahad, 06 Desember 2020 - 08:59:42 WIB

    Pendekatan  Grass Root, Strategi Kominfo Penuhi Target Partisipasi Pemilih

    Pendekatan  Grass Root, Strategi Kominfo Penuhi Target Partisipasi Pemilih Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan mitra strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam mengedukasi warga terkait Pemilihan Serentak 2020 yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Kelompok ini m.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]