Kepala BNN Kota Sawahlunto Guspriadi Impikan ‘Dunia Malam’ Tanpa Narkoba


Sabtu, 25 Juni 2016 - 02:42:17 WIB
Kepala BNN Kota Sawahlunto Guspriadi Impikan ‘Dunia Malam’ Tanpa Narkoba Drs Guspriadi MM.

Kendati tidak berlatar belakang sebagai seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia, namun sosok bapak yang terkenal tenang, kalem dan berwibawa serta enerjik ini dipercaya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memimpin lembaga vertikal, BNN Kota Sawahlunto, yang secara teritorialnya daerah cakupannya meliputi Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya.

Pria yang bernama leng­kap Drs Guspriadi MM, put­ra Talawi Kota Sawahlunto itu dipercaya memimpin BNN Kota Sawahlunto, sejak dilantik oleh Kepala BNN Provinsi Sumbar Kombes Pol Arnowo pada 4 Sep­tember 2015 lalu. Sejak itu dia memulai kiprahnya un­tuk menumpas dan mem­berantas peredaran narko­tika di kota ini.

Baca Juga : Ingat! Bukan Urusan Sepele, Tapi Sering Dianggap Sepele

Lahir dari keluarga ten­tara membuat Guspriadi kecil bercita-cita untuk men­jadi seorang tentara. Namun nasib berkata lain, dua kali ikut tes Akademi Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) usai menamatkan pen­didi­kan di IKIP Padang, tidak membawanya menggapai cita-cita yang diinginkan seperti ayahnya yang seo­rang tentara.

Memulai karir sebagai calon pegawai negeri sipil pada 1994, pria kelahiran 9 Agustus 1966 itu dipercaya sebagai pembantu pimpinan dengan pangkat III a hingga 1996.

Baca Juga : Awas! Inilah Dosa Jariyah yang Terus Mengalir

Setelah itu naik menjadi pamong belajar hingga ta­hun 2001, menjabat sebagai Kasi Bina Program tahun 2001 hingga 2002 yang kemudian menjabat Kasi Pelayanan Umum Kabu­pa­ten Lahat Sumatera Selatan.

Usai malang melintang di Sumsel, tepat 17 Maret 2003, suami Dra Nasratul Choiria ini kembali pulang ke kampung halamannya Sawahlunto dan dipercaya sebagai Kasi Pemuda dan Olahraga Dinas Diklusepora.

Baca Juga : Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik

Lantas, 2 tahun ber­se­lang naik menjabat Kabid Bidang Diklu Sepora Kabupaten Lahat Sumatera Selatan selama 4 tahun hing­ga Januari 2009.

Seterusnya ayah 3 putri, yakni Amanda Chairunisa, Alif Rianti Ghaeana dan Faizah Riana Putri ini diper­caya sebagai Kabag Umum Setdako Sawahlunto hingga 2011.

Baca Juga : Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia?

Lemudian dia diberi ama­nah sebagai Kepala Ba­dan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Ben­cana Daerah hingga 2013.

Sempat parkir tidak ber­jabatan lebih kurang satu setengah tahun, pria kela­hiran Padang 50 silam itu, akhirnya dipercaya me­mim­pin BNN Kota Sawahlunto, tepat 4 September 2015 hingga sekarang.

Kehidupan Malam Sawah­lunto

Mengemban amanah se­bagai Kepala BNN Kota Sawahlunto membuat diri­nya lebih mengenal sisi lain yang ada di kota ini, teru­tama gemerlap kehidupan hiburan malam di Sawah­lunto. Pengalaman itu dida­pat setelah beberapa kali melaksanakan razia di tem­pat-tempat hiburan.

“Awalnya saya tidak be­gitu menyukai kehidupan malam dan tidak terbiasa keluar malam untuk meng­ibur diri di sela-sela kesi­bukan, namun setelah ber­tugas di BNN baru menge­tahui sepenuhnya seluk be­luk kehidupan kota, tidak saja di siang hari, namun juga geliat di malam hari,” ung­kapnya.

Dari pengalaman sekitar 9 bulan bertugas, sedikit demi sedikit telah mampu mengungkap maraknya peredaran dan penya­lah­gunaan narkoba, mulai dari pemakainya, pengedar serta jalur jalur transaksi narkoba yang saat ini sudah sangat meresahkan karena telah menyisir ke seluruh pelosok negeri, termasuk yang ada di pedesaaan.

Hadirnya BNN Kota Sa­wah­lunto sedikit banyaknya telah mengubah corak kehi­dupan malam oleh sebagian penikmat hiburan di kota itu.

Para warga, katanya, kini lebih waspada dan mengerti akan dampak dari narkoba itu sendiri, bahkan banyak dari para pemakai atau pe­candu yang mau lebih ter­buka kepada dirinya, me­ngakui bahwa yang bersang­kutan memang seorang peng­guna narkoba

Alhasil, sebutnya, lebih kurang delapan bulan ini pihaknya telah mere­ha­bili­tas pemakai sebanyak 42 orang yang rata-rata datang secara sukarela untuk mela­porkan diri dan untuk dire­hab.

“Kita menganggap pe­ma­kai itu adalah warga kita yang sakit, warga yang butuh dibantu dan ditolong. Me­reka tidak hanya diganjar hukuman, namun kita lebih mengutamakan penyem­bu­han melalui rehabilitasi,” ujar pria yang hobi bermain bulu tangkis itu.

Perlakuan yang mema­nusiakan manusia kepada para pecandu itu, katanya, dilakukan melalui pen­deka­tan persuasif. Pendekatan emosional, ujarnya, men­jadikan lembaga yang di­pimpinnya lebih dekat de­ngan masyarakat.

Malah dari sekian pe­candu, ujar Guspriadi, ba­nyak yang membantu kerja pihaknya dalam meng­ung­kap jaringan peredaran ba­rang haram di kota arang ini.

Tancap gas dalam mere­dam dan memberantas pere­daran narkoba di Sawah­lunto, Guspriadi bersama jajarannya berupaya men­jalin komunikasi dan kerja­sama dengan seluruh elemen yang ada, termasuk lapisan masyarakat.

Menurut Gus­pri­adi, pi­haknya telah menekan MoU dengan Majelis Ulama Indo­nesia (MUI), Lembaga Kera­patan Adat Mi­nangkabau (LKAM), KNPI, Karang Ta­ru­na, FKPM, PKK, Forum Ke­pala Desa, Per­satuan War­tawan In­do­nesia (PWI) dan lainnya.

“Ini bertujuan agar selu­ruh lapisan masyarakat bisa secara bersama-sama mem­berantas peredaran narkoba, tidak dibe­ban­kan saja ke­pada pemerintah dalam hal ini BNN,” ulasnya.

Menyinggung peri­nga­tan Hari Anti Narkotika In­ter­nasional (HANI) 2016, Guspriadi menyebutkan, peringatan itu adalah mo­mentum membentuk karak­ter anak muda yang bebas dari narkoba dan zat adiktif lainnya.

“Sesuai dengan tema HANI 2016, ‘Mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda’ merupakan langkah awal untuk mem­bantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalah­gunaan narkoba. Diha­rap­kan mampu membebaskan ge­nerasi bangsa ini dari jeratannya, menuju Indo­nesia bersih nar­koba,” te­rangnya.

Guspriadi memberi tips untuk mengenali gejala awal seseorang yang diduga telah ke­canduan narkoba, di­an­taranya perilaku yang suka menyendiri, mudah ter­sing­gung, sering berbohong ser­ta memiliki perilaku ter­tutup.

“Jika menemukan hal itu pada anggota keluarga atau warga lingkungan sekitar ma­syarakat bisa melaporkan ke pihak BNN Kota Sa­wahlunto atau Instalasi Pe­nerimaan Wajib Lapor (IP­WL), untuk men­dapat­kan rehabilitasi dan peng­obatan gratis,” imbau Guspriadi.***

 

Laporan: RIKI YUHERMAN

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 17:32:39 WIB

    Ingat! Bukan Urusan Sepele, Tapi Sering Dianggap Sepele

    Ingat! Bukan Urusan Sepele, Tapi Sering Dianggap Sepele Saat ini rasanya sulit sekali kehidupan tanpa listrik. Bisa dikatakan, kita bergantung sepenuhnya terhadap listrik. Apalagi di era kenormalan baru ini, kita pun menggunakan listrik untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari meny.
  • Ahad, 24 Januari 2021 - 20:56:24 WIB

    Awas! Inilah Dosa Jariyah yang Terus Mengalir

    Awas! Inilah Dosa Jariyah yang Terus Mengalir Sebagai manusia biasa, kesalahan ataupun khilaf merupakan sesuatu hal yang wajar adanya. Hal itu disebabkan karena kita bukan manusia sempurna seperti halnya Rasulullah SAW. Maka, introspeksi diri merupakan salah satu cara ya.
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 16:34:07 WIB

    Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik

    Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik Peristiwa kelam pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyisakan duka yang sangat mendalam bagi sejumlah korban. Tak hanya enam Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang jadi korban pembunuhan di Jakarta, ada pula .
  • Rabu, 20 Januari 2021 - 10:49:13 WIB

    Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia?

    Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia? Malaikat adalah salah satu dari sekian makhluk Allah SWT. Hanya saja dia diciptakan dengan sejumlah keistimewaan salah satunya adalah tak pernah melakukan maksiat. .
  • Senin, 21 Desember 2020 - 01:18:17 WIB

    Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional

    Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional Penyederhanaan organisasi menjadi isu yang kian menarik selama setahun terakhir ini. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Apratur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB) Nomor 28/2019 tentang Penyetaraan Jabatan Ad.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]