Ramadan, Minat Membuat Paspor Minim


Sabtu, 25 Juni 2016 - 07:38:53 WIB
Ramadan, Minat Membuat Paspor Minim Kepa­la Kantor Imigrasi Kelas 1 Padang, Esti Winahyu Nur­handayani.

PADANG, HALUAN — Mi­nat membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Padang selama Ramadan tahun ini mengalami penurunan. Bila biasanya sehari  men­capai 150 orang,pada  bulan puasa ini hanya sekitar 60-90 orang saja yang mengurus paspor.

Demikian dikatakan Kepa­la Kantor Imigrasi Kelas 1 Padang, Esti Winahyu Nur­handayani saat buka bersama di kantornya, Kamis (9/5).

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

Dikatakannya, sesudah Le­baran barulah ramai kembali orang yang mengurus paspor. Apalagi jelang akhir tahun,  sekitar November sampai De­sember jumlahnya akan me­lonjak.

“Hal itu karena biasanya banyak orang ajan meng­ha­biskan libur akhir tahun dengan bepergian ke luar negeri,” jelasnya.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Sementara itu jelang Ra­madan atau lebaran, budaya orang Indonesia le­bih banyak pulang kampung atau mu­dik ketimbang be­pergian ke luar ne­geri.

Dikatakannya, pada Januari 2016 ini, ada 2.796 yang me­ngurus paspor. Februari naik menjadi 3.003 orang, kemudian Maret naik lagi menjadi 3.444 orang dan April 2.658 orang.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

“Nah kalau akhir tahun kemarin itu November sampai Desember itu angkanya rata-rata di atas Januari dan Feb­ruari,” tam­bah wanita yang baru tujuh bulan memimpin Imigrasi Kelas 1 Padang itu.

Sementara itu jumlah Te­naga Ker­ja Indonesia (TKI) yang me­ngurus paspor me­lalui Imigrasi Kelas 1 Padang yakni 10 orang pada Januari 2016, kemudian Februari dan Maret masing-masing 31 orang.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

“Lalu pada April 37 TKI. Untuk TKI persyaratannya sama seperti umum, hanya menambahkan rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja saja,” tambah Esti lebih banyak.

Sementara itu  mengenai jumlah masyarakat yang me­ngurus paspor pada 2015 se­banyak 27.316 orang. Tahun 2016, jumlah itu diper­kirakan meningkat .

Hal itu karena mulai 11 Januari 2016, permohonan paspor tidak dibatasi kouta, tapi waktu. Di­buka nomor antrian mulai dari pukul 07.30 - 10.00 WIB. Berapa pun jumlah pas­port, asal masih dalam batas waktu yang disebutkan, tetap dilayani.

Dikatakannya, mulai sejak mengambil nomor an­trean, paspor langsung di­proses hari itu juga. Mak­simal empat hari kerja sejak pembuatan, pasport sudah bisa diambil.

Sementara itu dari Januari hingga April 2016 ini, sudah 22 warga negara asing (WNA) yang dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Padang karena telah menyalahi 60 hari izin tinggal.

Yakni 21 orang pada Ja­nuari dan satu orang pada Maret. Sebanyak 21 orang itu adalah warga Filiphina, kru kapal kargo yang kapalnya mengalami kerusakan mesin sehingga ketika izin tinggalnya habis, mereka masih tidak bisa kembali ke negaranya,” katanya lagi.

Sedangkan selama puasa ini dikatakannya belum lagi ada WNA yang dideportasi.

Dia juga menjelaskan, mu­lai Mei, Kantor imigrasi telah memberlakukan nomor antrean dengan foto wajah. Hal ini juga salah satunya untuk antisipasi percaloan. (h/ita)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]