Langkah Mundur, TdS tak Sentuh Solsel


Sabtu, 25 Juni 2016 - 07:53:25 WIB
Langkah Mundur, TdS tak Sentuh Solsel PEBALAP TdS tengah berpacu ketika hampir memasuki arena finish di Kantor Bupati Solsel saat TdS 2015 lalu. (JEFLI)

Perlu kita sadari jika iven balap sepeda Internasional, Tour de Singkarak (TdS) merupakan iven tahunan yang mampu berdampak bagi sektor pariwisata Indonesia. Sebab, secara tidak langsung telah mempromosikan objek wisata Indonesia kepada mata dunia, khusunya Sumatera Barat (Sumbar).

Sederhananya, jika sek­tor pariwisata menggeliat tentu outpunya ekonomi masyarakat meningkat. Seha­rusnya hal ini harus diman­faatkan maksimal oleh peme­rintah daerah Sumbar sebagai peluang promosi yang mampu memberi dam­pak positif, demi kemasla­hatan bersama.

Beberapa hari bela­ka­ngan, pemberitaan terkait pembatalan etape delapan TdS Solsel akibat dari kon­disi infrastruktur akses jalan nasional yang ada di Solsel mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan. Se­sungguhnya, apabila kita melihat kebelakang, tepat­nya pada Februari 2016 lalu Solsel dilanda musibah ban­jir bandang yang mem­po­rak­­porandakan daerah itu.

Tentunya kejadian ter­sebut berdampak bagi sa­rana dan fasilitas umum (fasum) seperti, jalan dan jembatan. Maka tak ayal, rasa keprihatinan berbagai pihak tertuju ke daerah itu. Maka, tak masuk akal kiranya kerusakan fasum akibat banjir itu tidak diketahui oleh pihak pemerintah provinsi.

Lagi pula, rombongan Pen­jabat gubernur Sumbar saat itu, Reydonnyzar Moenek turun lang­sung melihat kondisi kerusakan fasum pasca banjir bandang saat itu. Sebut saja yang hadir men­dampingi orang nomor satu Sum­bar kala itu, Kepala Dinas Pe­kerjaan Umum Sumbar, Suprapto dan beberapa pejabat terkait lainnya. Bahkan, Gubernur Sum­bar yang baru saja dilantik setelah pilkada Sumbar saat itu, Irwan Prayitno langsung melihat kondisi Solsel.

Mengingat, iven TdS sudah merupakan iven rutin tahunan harusnya kesiapan berbagai pihak harus lebih matang.  Kondisi kerusakan akses jalan nasional di Solsel merupakan jalur yang harus dielwati para pebalap. Ten­tunya, persiapan lebih matang karena kondisi tersebut telah sama-sama diketahui sejak Fe­bruari 2016 lalu.

Asisten Deputi Pengem­ba­ngan Segmen Pasar Personal Pariwisata Nusantara, Raseno Arya mengungkapkan kesedihan­nya apabila Solsel batal sebagai tuan rumah TdS 2016 karena alasan kondisi akses jalan yang buruk. “Saya ikut sedih Jika TdS Etape 8 Solsel Batal,”ungkapnya pada Haluan melalui sambungan WhatssApp, Jumat,(24/6).

Menurutnya, terkait pem­batalan tersebut pihaknya telah menyampaikan kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. “Ter­gantung petinggi Sumbar kita ikut saja yang terbaik buat se­muanya. Seharusnya daerah peduli,”tambahnya.

Salah satu yang menarik jika pebalap melewati etape finish di Solsel adalah ketika pebalap akan melewati tanjakan atau titik King of Mountain dengan ketinggian 943 mdpl di blok nol kenagarian Pekonina,merupakan ujian ter­akhir sebelum garis finish depan kantor bupati.

Ia menambahkan, seharusnya daerah memahami bahwa TdS digelar tiap tahun, dan sudah harus siap-siap. “Apalagi Solsel sangat peduli dengan Pariwisata. Saya berharap tetap ikut menjadi Etape finish ke delapan. Sebab, saya dulunya yang memper­juang­kan TdS bisa melewati Solsel  dengan perjuangan yang sangat luar biasa,”terangnya.

Ia menyebutkan, harusnya pihak pemprov  Sumbar mendo­rong instansi terkait dan jemput bola.   Tidak ada yang tidak bisa asal kita serius pasti bisa se­muanya tergantung kemauan dan keikhlasan kita saja katanya,  Solsel sangat saya kagumi disitu ada 1000 rumah gadang, alamnya yang asri ada gunung Kerinci serta kulinernya  juga sangat luar biasa. “Bupatinya juga punya semangat yang sangat luar biasa buat Pariwisata,”tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Solsel Muzni Zakaria menolak pem­batalan sepihak  oleh panitia TdS. “Kita menolak keputusan se­pihak. Pembatalan dengan alasan kondisi jalan yang rusak parah sehingga tidak cukup waktu untuk memperbaikinya,”katanya.

Menurutnya, pembatalan TdS Solsel tanpa adanya koordinasi dan pemberitahuan dari panitia baik secara lisan atau tulisan. Pihaknya mengetahui setelah melihat pemberitaan media cetak. “Hal ini sangat tidak baik, kami seperti dianaktirikan dan kita tidak terima,”ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Bu­da­ya Pariwisata dan Pemuda Olah­raga Solsel, Doni Hendra telah menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah TdS 2016 di Solsel. “ Kalau alasan akses jalan bukan kewenangan kita. Kemudian kami telah menghubungi pihak dinas pariwisata Sumbar atas pem­batalan TdS di Solsel. Dan pihak dinas pariwisata Sumbar pun terkejut mendengar kabar itu, bahkan menurut kepala dinas, wakil gubernurpun tidak menge­tahui pembatalan itu,”tegasnya. (*)

 

Laporan:  JEFLI

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]