Masyarakat Jorong Sawah Padang Berharap Normalisasi Sungai dan Jalan Aspal


Senin, 27 Juni 2016 - 05:21:04 WIB
Masyarakat Jorong Sawah Padang Berharap Normalisasi Sungai dan Jalan Aspal

LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Sejumlah pemuka masyarakat Jorong Sawah Padang, Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, meminta perbaikan jalan yang rusak dan normalisasi Batang Lampasi.

Mereka juga memper­tanyakan keberadaan lokal jauh SMKN 1 Guguak di jorong setempat.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.080 Kasus

“Kami warga sangat ber­harap agar jalan kabupaten yang melintasi Sawah Padang bisa dituntaskan dengan pe­ng­aspalan. Sebab, ruas jalan tersebut dari arah Akabiluru dan dari arah Kecamatan Guguak, sudah diaspal de­ngan mulus. Tinggal lagi sekitar 300 meter di Sawah Padang, tidak diaspal,” ung­kap Zuliani dihadapan Tim Safari Ramadan (TSR) Pem­kab Limapuluh Kota yang dipimpin Sekdakab Yendri Tomas, didampingi Kepala BPM Syahrial Amri, S.Sos, kemaren.

Dikatakan warga, jalan yang tidak diaspal itu berada pada sejumlah titik dan kon­disinya rusak parah, ber­lobang-lobang. Meski pan­jangnya hanya sekitar 300 meter, namun sangat meng­ganggu kelancaran aktivitas dan kenyamanan mereka berlalu-lalang.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 112 Orang

“Kami berharap, pe­me­rin­tah daerah segera memper­baikinya dan menjadikannya mulus juga seperti yang lain­nya,” pinta Zuliani lagi.

Begitu pula dengan Ba­tang lampasi, warga meminta sesegeranya dinormalisasi. Sebab, bibir sungai itu selalu runtuh dan bertambah lebar setiap kali musim hujan. Kondisi ini menyebabkan puluhan petak sawah pen­duduk menjadi rusak. Selain itu, pengikisan tebing sungai juga mulai mengancam ke­ber­adaan jembatan dide­katnya.

Baca Juga : Pengurus HIPMI 3 Daerah Dilantik Serentak di Payakumbuh

“Bila dibiarkan berlarut tanpa pengamanan tebing sungai, dikhawatirkan aliran Batang Lampasi akan terus menggerogoti areal pertanian penduduk. Bahkan juga me­ng­ancam jembatan yang men­jadi perlintasan Keca­matan Akabiluru dengan Kecamatan Guguak,” tutur­nya.

Menanggapi aspirasi itu, Yendri Tomas mengakui, sudah melihat langsung aspal jalan yang terputus tersebut dan berjanji akan mene­ruskan masalah ini kepada Dinas PU. Begitu juga nor­malisasi Batang Lampasi, akan menjadi catatan penting bagi Pemkab Limapuluh Ko­ta, karena sungai itu meru­pakan salahsatu sumber air bagi areal pertanian masya­rakat.

Baca Juga : Amazing! Inilah 'The Power of Emak-emak' dari Pariaman yang Bikin Takjub

“Sekaitan dengan pengas­palan jalan yang masih ter­putus, kita belum tahu apakah pengaspalan dilanjutkan ta­hun ini atau tidak, sebab Dinas PU selaku SKPD ter­kait tidak ikut di dalam tim. Kita berharap ini masuk di dalam RPJM yang tengah dipersiapkan,” ujar Yendri Tomas.

Lokal Jauh

Menanggapi pertanyaan warga tentang perkembangan SMKN lokal jauh, Kepala SMKN 1 Guguak, Antoni menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya meski memiliki lokasl jauh tetapi tetap disip­lin tinggi. Sekolah itu me­miliki tiga jurusan, masing-masing alat berat, otomotif dan arsitektur. Ia optimis tamatan sekolah ini siap pakai.

“Kami optimis tamatan SMK lokal jauh ini menjadi tenaga siap pakai karena sistim kami belajar teori di lokal selama tiga bulan dan prakteknya juga tiga bulan di Astra atau Auto 2000. Perlu diketahui juga, SMKN 1 Guguak tidak kalah dari SMK lain, bahkan kita juara umum 2 di Sumatera Barat,” ujar Antoni meyakinkan.

Ia menargetkan, dalam empat tahun ke depan, SMK lokal jauh ini akan bisa ber­diri sendiri menjadi SMKN Akabiluru. Sebab, lokasi SMK tersebut memiliki po­tensi yang cukup memadai buat pengembangan sekolah tersebut. (h/zkf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]