Langgar Kontrak Pemko, Pihak Investor Jual Lapak ke PKL


Senin, 27 Juni 2016 - 05:30:05 WIB
Langgar Kontrak Pemko, Pihak Investor Jual Lapak ke PKL Diduga salah satu investor telah melanggar perjanjian dengan pemko, terkait menjual bangunan lapak di lantai dua Pertokoaan Al Ibad. (MAHARAJO)

BUKITTINGGI, HALUAN — Diduga melanggar perjanjian atau kontrak Peme­rin­tah Kota (Pemko) Bukittinggi, salah satu investor telah menjual bangunan lapak (petak/tempat berdagang) untuk Pegadang Kaki Lima (PKL) di lantai dua pertokoan Al Ibad, depan Terminal Aur Kuning, sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta perpetak. Padahal berdasarkan kontrak per­janjian dengan pemko harganya ditetapkan maksimal Rp4 juta.

Informasi yang diperoleh Haluan menyebutkan, lapak tempat berdagang konveksi di lantai dua pertokoan Al Ibad itu mendadak menjadi laku keras, karena tindakan pe­ner­tiban yang dilakukan Pemko Bukittnggi terhadap PKL, terutama pedagang konveksi, yang selama ini berjualan secara tak terkendali di dalam terminal bus Aur Kuning. Memang selama bertahun-tahun, puluhan lapak yang terletak di lantai dua per­to­koan Al Ibad tersebut ko­song, karena para PKL cen­de­rung berdagang di se­panjang pinggiran terminal.   

Sejak tindakan penertiban yang dilakukan secara tegas Walikota Bukittinggi dua bulan lalu, lapak di lantai dua pertokoan Al Ibad tentu saja menjadi incaran para PKL, apalagi saat itu menjelang masuk Ramadan.

Kesempatan ini, di­man­faat­kan pihak investor untuk menjual puluhan lapak secara sepihak kepada para PKL yang mengantri untuk men­dapatkannya. Jumlah lapak yang masih tersisa saat itu hampir mencapai seratus lapak, namun sekitar 40 lapak telah terjual dan resmi diterbitkan kartu kuningnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menga­takan, tindakan secara sepi­hak oleh investor itu telah merugikan pemko. Sebab, sesuai kontrak pada tahun 2002 berdasarkan per­setuju­an DPRD, bahwa itu ditetap­kan harga jual Rp4 juta.

“Pemerintah sudah mem­berikan surat peringatan. Tidak bisa begitu. Ini harus diselesaikan secepatnya. Kita segera panggil dia untuk mempertanggung-jawabkan tindakan secara sepihak itu,” kata Ramlan Nurmatias yang dihubungi Haluan saat turun ke lapangan, Sabtu lalu.

Sementara Kepala Dinas Pengelola Pasar, Elvis yang dihubungi Haluan menga­takan, pihaknya memang telah memberikan surat te­guran untuk tidak secara sepihak menjual petak lapak tersebut, apalagi dengan harga yang melebihi sesuai kontrak  dengan pemko yaitu Rp4 juta perpetaknya.

“Seharusnya pihak in­ves­tor tidak bisa bertindak sen­diri begitu saja. Seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemko, terutama menyangkut masalah pen­jualan lapak tersebut dan berapa harga seharusnya ditetapkan. Harus ber­dasar­kan pembicaraan kedua pi­hak,” jelas Elvis.

Sementara itu, pihak in­ves­tor H Can saat dihubungi Haluan telepon genggamnya tidak diangkat dan mencoba menemuinya, sering tidak berada di tempat. (h/sms)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]