Effendi Saragih, Jadi Mualaf Setelah Mendapat Kesempatan Kedua


Selasa, 28 Juni 2016 - 05:06:44 WIB
Effendi Saragih, Jadi Mualaf Setelah Mendapat Kesempatan Kedua WAWAKO Sawahlunto, Ismed, serahkan surat keterangan memeluk agama Islam kepada keluarga Effendi Saragih. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Menjadi seorang mualaf merupakan suatu berkah yang luar biasa diberikan Allah SWT. Pasalnya, tidak mudah bagi seseorang untuk mengambil keputusan untuk beralih dari satu agama menjadi seorang muslim.

Hal itu terungkap oleh Ketua Majelis Ulama In­donesia (MUI) Sawahlunto, Darmuis disela-sela buka bersama jajaran pemerintah Kota Sawahlunto yang diko­mandoi Wakil Walikota, Ismed dikediaman keluarga Effendi Saragih, Minggu (26/6).

“Lain halnya dengan kita yang menjadi muslim karena keturunan, tentu tidak ada proses pemikiran ataupun proses perjuangan dalam mencari jati diri dan pe­mahaman terkait agama yang dianutnya. Karena itu banyak dari mualaf yang menjadi dai atau ulama besar, bahkan untuk keimanan terkadang mereka lebih teguh dari kita yang muslim dari lahir,” sebutnya.

Efefndi saragih sendiri merupakan penganut agama nasrani yang memutuskan menjadi seorang muslim, setelah melewati serangkaian pengalaman spiritual dan pemikiran yang cukup lama. Di dampingi istrinya, Eka Handayani, ia menuturkan keinginan masuk Islam ter­sebut tidak ada paksanaan atau motif apapun, itu semua murni proses datangnya hi­dayah dari Allah baik itu melalui keluarga maupun pengalaman pribadi.

“Hidayah yang paling membuat saya ingin segera masuk Islam, ketika tengah terbaring di rumah sakit akibat sakit yang dideritanya. Dibilang mimpi saya waktu itu tapi saya rasa tengah dalam keadaan sadar sepe­nuhnya. Saya didatangi se­jum­lah kyai yang berpakaian serba putih yang menanyakan maukah kamu diberi kesem­patan kedua dan dituntun untuk membaca dua kalimat syahadat,” terang Efendi sambil mengenang hal yang luar biasa itu.

Dari pengalaman itu niat untuk masuk Islam diu­tara­kan kepada Istri dan keluarga termasuk tokoh agama dan masyarakat disekitar ia dan keluarga berdo­mi­sili. Akhir­nya Efefndi dan keluarga resmi memeluk Islam Kamis (2/6) lalu di Masjid Nurul Fallah, Kampung Surian yang dipandu oleh Buya Amsar Karimudo.

Disekempatan itu, Wakil Walikota Sawahlunto Ismed merasakan kebahagian se­perti apa yang dirasakan oleh Effendi Saragih dan keluarga termasuk warga sekitar. Dan sebagai pimpinan daerah, sudah tugas dari pemerintah untuk terus menjaga dan membimbing keluarga ini untuk bisa menjalankan se­mua yang disyariatkan agama Islam. “Denagn berbuka abersama ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kota termasuk warga sekitar, atas kegembiraan hidayah yang diterima Effendi Sa­ragih dan keluarga sehingga memutuskan untuk menjadi keluarga muslim, sudah ter­masuk tugas dari pemerintah dan warga untuk mengayomi dan membimbingnya,” ujar Wawako Ismed. (h/mg-rki/hel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]