Israel dan Turki Pulihkan Hubungan


Selasa, 28 Juni 2016 - 05:15:35 WIB
Israel dan Turki  Pulihkan Hubungan Ilustrasi.

ANKARA, HALUAN — Israel dan Turki sepakat untuk menormalisasi hubungan kedua negara, menandai babak baru setelah militer Israel membunuh 10 aktivis pro-Palestina Turki yang berlayar ke Jalur Gaza pada 2010.

Pengumuman resmi res­torasi hubungan dan detail kesepakatan dijadwalkan akan dilakukan pada Senin (27/6) oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Roma dan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim di Ankara.

“Kami mencapai kese­pakatan dengan Israel untuk menormalisasi hubungan bilateral pada Minggu di Roma,” kata seorang pejabat senior Turki. Ia meng­gam­barkan kesepakatan itu seba­gai “kemenangan diplo­ma­tik” untuk Turki, meski Israel di lain pihak tidak menerima pencabutan blokade Gaza, salah satu persyaratan An­kara untuk kesepakatan itu. Israel memblokade Gaza dengan dalih untuk mem­bendung Hamas dan pe­nyelundupan senjata. 

Israel dan Turki diam-diam telah memperbaiki perdagangan dan pariwisata sejak pemimpin dari kedua belah pihak berbicara lewat sambungan telepon pada 2013. Selama enam bulan terakhir, negosiasi telah dila­kukan untuk mulai menu­gaskan duta besar di masing-masing negara.

Pada Minggu, Netanyahu ke Roma untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. Sementara itu, pejabat Israel dan Turki juga bertemu di ibu kota Italia itu guna mencapai kesepakatan final.

Israel, yang sudah menawarkan permintaan ma­af—salah satu dari tiga syarat Ankara—untuk serangan terhadap kapal aktivis Mavi Marmara, setuju untuk mem­bayar US$20 juta bagi yang terluka dan korban yang berduka, kata pejabat Israel.

Berdasar kesepakatan itu, Turki akan memberikan ban­tuan kemanusiaan dan pro­duk non-militer lainnya ke Gaza dan melaksanakan pro­yek-proyek infrastruktur termasuk bangunan tempat tinggal dan rumah sakit Gaza, kata pejabat senior Turki. Langkah-langkah konkret juga akan diambil untuk mengatasi krisis air dan listrik di Gaza.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan para diplo­mat senior kementerian luar negeri dari kedua negara secara terpisah akan menan­datangani perjanjian itu seca­ra paralel pada Selasa besok.

Israel menuntut agar per­wira militer dan pejabat pemerintah Israel diberi ganti rugi terkait tuduhan atas kejahatan perang. Pejabat Israel mengatakan uang terse­but akan dibayarkan setelah parlemen Turki menge­luar­kan aturan tentang masalah ini.

Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut dirinya sendiri sebagai pengawal kepentingan Palestina dan Hamas, faksi yang mengon­trol Gaza dan dicap sebagai teroris oleh Israel dan negara-negara Barat. (h/cnn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]