Harus Diberantas Tuntas

Tambang Liar Cemari Batanghari


Selasa, 28 Juni 2016 - 05:58:13 WIB
Tambang Liar Cemari Batanghari Ilustrasi.

DHARMASRAYA, HALUAN — Masyarakat Dharmasraya sudah rindukan jernihnya air Sungai Batanghari, seperti dahulu sebelum adanya penambangan tanpa izin (PETI) di hulu sungai. Kini airnya sudah tercemar oleh mercury.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Dhar­mas­raya, H.Masrul Ma’as,SE, ke­pada Haluan. Dikatakannya, air Sungai Batanghari beberapa tahun lalu sangat jernih, bahkan ikan ikan yang ada dalam air sungai tampak jelas dari atas Jembatan Sungai Dareh, begitu jernihnya air sungai tersebut.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang

Tapi katanya,  semenjak aktivitas PETI merajalela di aliran Sungai Batanghari, maka air jernih tersebut dapat dilihat hanya 10 hari dalam setahun yaitu setiap libur lebaran, hal itu dikarenakan aktivitas PETI tidak ada.”Dalam waktu dekat bisak dibuktikan selama libur lebaran air Sungai Batanghari akan jernih,”imbuh Ketua Par­tai Golkar Dharmasraya ini.

Selain keruhnya air Sungai Batanghari, air yang mengalir dan mengairi sawah dan kolam yang ada di Kabupaten Dhar­masraya, sudah tercemar oleh mercury, artinya, ratusan hektar sawah dan kolam ikan petani sudah memanfaatkan air yang tercemar.

Baca Juga : Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Sumbar Pamitan dan Minta Maaf

Beberapa waktu lalu, Ka­polda Sumbar dengan ja­jaran­nya melakukan penangkapan terhadap para penambang liar, baik di Dharmasraya maupun di Solok Selatan, hal itu harus di dukung oleh semua pihak, begitu pula komitmen Kapolda akan terus berjalan dan tidak pudar guna memberantas PETI yang sangat mesengsarakan rakyat tersebut.

Ditempat terpisah, Kepala BLH Dharmasraya, dr.Rah­madian, menjelaskan bahwa akibat penambang liar sangat merusak lingkungan, baik se­cara nyata maupun tidak nyata, secara nyata akan tampak bekas tambang menghancurkan lahan lahan bekas galian, se­dangkan secara tidak nyata, air mercury yang mengalir di sungai tersebut dapat merusak fungsi tubuh manusia yang dinamakan penyakit lumpuh layuh.

Baca Juga : Tunjang Pariwisata, Diskominfo Pariaman Bentuk Taman Bunga di Pantai Kata

Hal yang nyata sudah ter­lihat di daerah Sulawesi yaitu di Teluk Buyat dan juga di Jepang, orang orang yang terkena lumpuh layuh tersebut saat ini masih ada sebagai saksi nyata.

Ia sebagai liding sector terus berupaya untuk mem­berantas tambang liar, namun ia hanya bersifat persuasive seperti sosialisasi dan himbauan himbauan, sedangkan tahun ini ia sudah membuat program yaitu menciptakan objek wisata di sepanjang aliran Sungai Batanghari.

Baca Juga : Gubernur Sumbar: Masyarakat Tak Perlu Takut, BPOM dan MUI Sudah Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin

Program lainnya juga akan menggelar seminar lingkungan dengan narasumber pakar pa­kar lingkungan, membuat Men­teri Lingkungan Hidup Remaja pada tingkat sekolah me­ne­ngah.

Hal itu katanya adalah upaya untuk memberantas PETI khususnya di Tanah Me­kar ini dari sejak dini.”Kita tidak putus asa dan terus beru­paya agar PETI tidak ada di Dharmasraya yang sangat me­rusak lingku­ngan,”katanya.(h/mdi) 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]