PADANG, HALUAN — Beberapa masjid di Kota Padang mulai menerima pembayaran zakat fitrah. Kisaran zakat yang diterima mulai dari Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Selain menerima zakat berupa uang, pengurus masjid juga menerima zakat berupa beras. Namun, belum banyak warga yang membayarkan zakat, biasanya puncak pembayaran zakat dimulai dari H-3 sampai dengan H-1 sebelum Lebaran Idul Fitri.
Tahun ini, Masjid Nurul Huda Simpang Piai menerima zakat fitrah sebesar Rp30 ribu dan Rp35 ribu, sedangkan tahun lalu sebesar Rp25 ribu dan Rp30 ribu. Pada tahun lalu, masjid ini mengumpulkan zakat sebesar Rp10 juta dan dibagikan kepada warga sekitar yang berjumlah 100 orang.
Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga
“Bagi warga sekitar yang berhak menerima zakat, akan memperoleh zakat pada malam takbiran,” ucap Sadri (23), mahasiswa Unand yang bertugas sebagai pengurus zakat.
Sementara itu di Masjid Al-Kautsar yang berada di Indarung, penerimaan zakat fitrah pun telah dibukan dengan membagi jenis nominal pembayaran dalam tiga kategori, pertama Rp25 ribu, kedua Rp30 ribu, dan ketiga Rp35 ribu.
Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami
“Sampai hari ini sudah tiga puluh orang yang membayar zakatnya. Selain berupa uang, pengurus juga menerima zakat berupa beras,” terang Zul Amri (26) petugas penerimaan zakat setempat.
Masjid UNP Terima Pendaftaran Mustahiq
Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air
Sementara itu, konsep calon penerima zakat yang unik diusung oleh Masjid Raya Al Azhar Universitas Negeri Padang (UNP). Bagi penerima zakat atau yang dikenal dengan sebutan mustahiq, bisa mengajukan permohonan paling lambat hari ini (28/6), dengan cara diantar langsung ke panitia penerima.
Pengurus zakat Masjid Raya Al Azhar, Ramadhani Ramatullah (22), mengatakan, syarat yang harus dipenuhi antara lain fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP, dan surat keterangan tidak mampu.
Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air
“Hak mustahiq nati harus diambil oleh pemohon yang bersangkutan, tidak boleh diwakilkan. Penyaluran zakat dilaksanakan satu hari menjelang hari raya Idul Fitri. Mohon membawa fotokopi persyaratan ketika pengambilan hak penerima zakat,” ujarnya.
Menurut Ramadhan, tahun ini pihaknya tidak menerima permohonan dari anak yatim. Disebabkan, sudah ada anak yang mendaftar dan mempertimbangkan ketersediaan dana.
Ia juga mengatakan, setiap tahunnya, Masjid Al-Azhar selalu melakukan cara unik tersebut untuk menjaring para mustahiq zakat. Untuk zakat fitrah tahun lalu, Masjid Raya Al-Azhar berhasil mengumpulkan zakat fitrah sebesar Rp20 juta. Zakat tersebut dibagikan kepada 300 orang yang berhak menerima zakat. Pada tahun lalu, jumlah pemberi zakat ada sekitar 300-500 orang.
“Pada tahun ini kisaran zakat yang ditentukan masjid mulai dari Rp30 ribu, Rp33 ribu, dan Rp35 ribu. Mulai malam nanti (Senin, red) peresmian pembukaan penerimaan zakat akan diadakan. Diharapkan tahun ini jumlah zakat sama dengan tahun lalu, bahkan kalau bisa lebih banyak,” tutur pria yang sedang menjalani kuliah pascasarjana di UNP tersebut. (h/mg-mel)