PSB Online tak Ada Diskriminasi, karena Sistim akan Meranking Nilai Secara Otomatis


Selasa, 28 Juni 2016 - 16:05:48 WIB
PSB Online tak Ada Diskriminasi, karena Sistim akan Meranking Nilai Secara Otomatis

PADANG, HALUAN—Dinas Pendidikan Kota Padang menegaskan bawa pembukaan pendaftaran siswa baru tahap II akan dibuka dengan catatan kuota sekolah yang bersangkutan masih belum terpenuhi. Jika memang sudah memenuhi kuota maka siswa lainnya yang tidak dapat tertampung di sekolah negeri akan ditampung oleh sekolah swasta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Haluan, Selasa (28/6) di UPT Pengumpulan Pengolahan Data Pokok (P2 Dapodik TI) bahwa jumlah siswa yang mendaftar untuk masuk ke SMP negeri yang ada di Padang sebanyak 1.1097 dan yang diterima sebanyak 7.629, sementara untuk kuota yang disediakan sebanyak 7.873, artinya ada sebanyak 3.468 yang tidak tertampung dan sebanyak 244 orang sisa kuota yang belum terpenuhi.

Baca Juga : Tebar Amal Jariah di Kawasan Pelosok, Audy Joinaldy Apresiasi Konco Arek Sahati

Kepala UPTD P2 Dapodik TI Padang Syuhadi mengatakan, kuota yang belum terpenuhi ini ada sejumlah sekolah diantarannya SMP 22, SMP 17, SMP 23, SMP 37, dan SMP 36, sekolah yang belum terpenuhi kuota tersebut karena lokasi yang kurang strategis dengan tempat tinggal siswa,misalnya saja di Sungai Pisang SMP 37 dan Bunguih SMP 36 makanya hingga kini peminatnya masih sedikit. Untuk SMA mempunyai daya tampung sebanyak 3.208 orang, dan untuk kuota ini semuanya sudah terpenuhi, namun ada sebanyak 3.331 orang siswa yang tidak tertampung di SMA negeri. Sementara itu, untuk SMK jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 5.567 orang, dan yang bisa ditampung hanya 3.858 orang siswa jadi ada sekitar 1.709 orang lagi siswa yang tidak tertampung di SMK.

Untuk siswa yang tidak bisa lolos di pilihan sekolah yang telah diambil juga menurutnya wajar terjadi, karena disini tidak ada campur tangan dinas maupun sekolah untuk menolak siswa karena yang bekerja adalah sistim. “Sistim akan merengking secara otomatis berdasarkan nilai siswa, jadi kalau nilainya rendah dan siswa yang memilih sekolah yang sama mempunyai nilai yang lebih tinggi darinya maka tetap saja ia tidak bisa masuk ke tiga pilihan sekolah yang telah diambilnya itu,” ujarnya. (h/rin)

Baca Juga : Ahli Epidemiologi: Kesuksesan Vaksinasi Tahap Pertama Jadi Tolak Ukur Pelaksaan Selanjutnya

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]