Dubes Pakistan Jamin Keamanan Wisatawan Asal Indonesia


Rabu, 29 Juni 2016 - 05:43:58 WIB
Dubes Pakistan Jamin Keamanan Wisatawan Asal Indonesia Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mu­ham­mad Aqil Nadeem

JAKARTA, HALUAN — Pe­merintah Pakistan menjamin keamanan wisatawan Indonesia saat mengunjungi objek-objek wisata di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

“Kami melakukan kam­panye melawan teroris dan membasmi unsur-unsur radikal guna menciptakan stabilitas di dalam negeri,” kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mu­ham­mad Aqil Nadeem di Ja­karta, Senin.

Berbicara setelah acara buka puasa bersama akademisi, pelaku usaha jasa pariwisata, dan wartawan di Jakarta, Dubes Aqil Nadeem mengatakan akti­vitas-aktivitas teroris di nega­ranya berkurang dan situasi keamanan makin membaik.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa situasi keamanan di Pakistan akhir-akhir ini tak lagi seperti pada tahun 2012 saat negaranya meluncurkan “Visit Pakistan” dan orang-orang takut akan ekstrimisme.

Dewasa ini, kata dia, ba­nyak orang datang ke Pakistan untuk berbisnis dan berin­vestasi.

“Kami jamin keamanan wisatawan Indonesia. Rakyat Pakistan khususnya yang ting­gal di wilayah utara tahu ma­syarakat Indonesia sangat ra­mah. Jadi dianggap seperti saudara sendiri,” kata Atase Pertahanan Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia, Kolonel Muhammad Shahid Siddeeq.

Menurut dia, pemerintah Pakistan sangat serius meme­rangi terorisme, yang pelakunya mayoritas berasal dari Af­ghanistan.

“Kami sangat serius mem­berantas terorisme. Alham­dulillah dalam dua tahun tera­khir ini sudah berkurang aksi terorisme di sana dan para pelakunya sudah kembali ke Afghanistan,” kata dia yang mendampingi Dubes Aqil Na­deem.

Objek Wisata

Shahid menjelaskan bahwa objek wisata yang paling ba­nyak dikunjungi berada di wilayah utara, seperti wilayah Gilgit yang jauh dari lokasi aksi terorisme.

Di Gilgit terdapat Gunung Karakoram, gunung tertinggi kedua di dunia yang puncaknya mencapai 8.611 meter dari permukaan laut.

Selain puncaknya yang berselimutkan salju, di sekitar gunung yang merupakan surga bagi para pendaki di perbatasan Pakistan-India-China itu juga terdapat sejumlah danau de­ngan panorama eksotis.

Selama ini masyarakat In­do­nesia yang berkunjung ke Pakistan bertujuan melakukan kegiatan terkait keagamaan. “Sekarang kami ingin orang-orang dari Indonesia ber­wi­sata,” ujar Shahid.

Penerbangan dari Indonesia menuju Pakistan harus melalui Kuala Lumpur, Malaysia, dengan waktu tempuh sekitar enam jam.

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]