Vaksin dan Kepercayaan


Rabu, 29 Juni 2016 - 05:58:27 WIB
Vaksin dan Kepercayaan

Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) menyatakan kasus vaksin palsu merupakan kejahatan luar biasa. Negara turut bersalah karena gagal melakukan pengawasan. Vaksin palsu bahkan sudah beredar selama 13 tahun, sejak 2003.

Karenanya, kasus ini bisa digo­longkan sebagai kejahatan kema­nusiaan. Ke mana pemerintah, Men­teri Kesehatan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan? Mereka telah mencederai kepercayaan masya­rakat. Sudah sejak 2003 (vaksin palsu) ini. Ke mana saja mereka?

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Kejahatan kemanusiaan negara soal vaksin palsu ini, dalam kalkulasi KPA dilakukan terhadap 90 juta anak Indonesia. Lebih parah lagi, kasus ini melibatkan mereka yang ber­ke­cimpung di bidang kesehatan.

Kasus vaksin palsu yang beredar di pasaran hanya dapat terjadi karena kurang­nya pengawasan Menkes dan BPOM. Jika pengawasan dilakukan maksimal, diyakini hal itu tak mung­kin terjadi.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

Selain tergolong pada kejahatan kema­nusiaan, pemerintah juga bisa disebut alpa luar biasa. Saat kasus menyeruak, pemerin­tah seolah me­nganggap kasus ini sebagai hal biasa yang bisa ditolerir. Menkes Nila F Moeloek bahkan sempat menyatakan vaksin palsu tak terindikasi me­nyebabkan gang­guan kesehatan.

Karenanya, mereka-mereka yang terlibat dalam kejahatanini layak dihukum berat karena berdampak mengurangi keper­cayaan masyarakat terhadap program kesehatan. Kasus ini justru terjadi saat relawan mem­bangun kepercayaan masya­rakat akan pentingnya bayi divaksinasi agar anak-anak.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

Tak jarang, warga menolak de­ngan alasan anaknya jika divaksinasi jadi demam, tetapi kini justru men­datangi puskesmas atau posyandu sebab meyakini manfaat vaksinasi.

Tetapi dengan menyeruaknya kasus pemalsuan vaksin seperti yang terbongkar di Tangerang Selatan, bisa jadi kepercayaan masyarakat ter­hadap keamanan program vaksinasi menjadi berkurang, katanya.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

Vaksin palsu ini jelas mem­ba­hayakan kelangsungan hidup ma­nusia apalagi pere­darannya sudah berlangsung 13 tahun. Diharapkan, pembuat vaksin palsu dihukum berat bahkan dengan hukuman mati.

Hendaknya, penegak hukum mampu mem­berantas komplotan penjahat itu hingga ke akar-akarnya. Untuk itu, pemerintah sen­diri ha­rusnya memperlihatkan kinerja yang maksimal dan serius menangani kasus vaksin pal­su ini sehingga masyarakat kembali per­caya penuh untuk mem­beri vaksin anaknya.

Pemerintah juga harus meninjau ulang fasilitas rantai dingin yang ada di puskesmas dan seluruh rumah sakit pemerintah agar dapat dipastikan keamanan vaksin yang diberikan kepada rakyat Indonesia. (*)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
  • Senin, 28 Desember 2020 - 14:48:33 WIB

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu DARI pengalaman kita selama di tahun 2020 yang nyaris tak berhenti hidup dalam pertengkaran, hidup dalam perseteruan politik dan hukum yang berkepanjangan, sudah selayaknyalah kita mengubah pola hidup begini kepada pola hidup.
  • Ahad, 27 Desember 2020 - 21:15:22 WIB

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan Begitu wabah Corona atau Covid-19 dinyatakan mewabah di Indonesia pada bulan Maret lalu, ekonomi langsung anjlok, karena kegiatan pasar langsung stagnan tiba-tiba. Pasar banyak yang ditutup. Mulai dari kegiatan pedagang kaki .
  • Jumat, 25 Desember 2020 - 13:51:03 WIB

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis Sebagaimana kita ketahui, mantan Calon Wakil Presiden(Cawapres) Sandiaga Uno baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersama 5 orang Menteri lainnya, hasil reshuffl.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]