SBMPTN Diumumkan

Unand Kewalahan Hadapi Mahasiswa Bidikmisi


Rabu, 29 Juni 2016 - 06:48:09 WIB
Unand Kewalahan Hadapi Mahasiswa Bidikmisi

PADANG, HALUAN — Universitas Andalas (Unand) kebingungan menghadapi banyaknya jumlah pelamar bidikmisi yang lulus seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jumlah kuota bidikmisi terus berkurang dari 20 persen menjadi 10 persen dari seluruh jumlah mahasiswa di tahun ini. Tahun 2016 ini, Unand menerima 5.000 mahasiswa baru. Artinya, hanya sekitar 500 mahasiswa yang akan menerima beasiswa bidik misi.

Sewaktu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Ne­geri (SNMPTN) atau dikenal jalur undangan, Unand melu­luskan 650 mahasiswa bidik­misi dari 2.001 calon ma­hasiswa yang lulus dan saat SBMPTN tercatat sekitar 900 mahasiswa bidikmisi lulus dari 2.550 mahasiswa yang lulus.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

“Jumlah pelamar bidikmisi yang lulus cukup banyak. Kami tidak bisa menghentikan ka­rena mereka diterima ber­dasarkan prestasi bukan ke­mampuan ekonomi. Bagai­mana cara mengatasi maha­siswa kurang mampu agar tetap kuliah, ini yang sedang kami pikirkan bersama,” ucap WR I Unand Dachriyanus, Selasa (28/6).

Ia juga mengatakan, pihak­nya sudah mengirimkan surat ke Kementerian Riset Tek­nologi dan Pendidikan Tinggi untuk penambahan kuota bi­dik­misi. Namun hing­ga saat ini belum ada jalan keluar dari pihak kementerian. Pengu­rangan kuota bidik misi ini sendiri dialami seluruh per­guruan tinggi.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Selasa (28/6), hasil SBM­PTN diumumkan secara seren­tak di seluruh Indonesia. Di Universitas Andalas sebanyak 2.550 calon mahasiswa dinya­takan lulus dengan 900 calon mahasiswa dinyatakan lulus melalui jalur bidikmisi. Secara keseluruhan, Unand menerima 5.000 mahasiswa baru pada jalur ini. Sebanyak 2.000 ma­ha­siswa (40 persen) diterima melalui jalur SNMPTN dan 1.500 mahasiswa melalui jalur SBMPTN (30 persen) dan 1.485 mahasiswa (30 persen) melalui jalur mandiri, dan si­sanya adalah mahasiswa asing.

Dachriyanus mengatakan, meningkatnya jumlah maha­siswa yang diterima melalui jalur SBMPTN dibanding kuo­ta, disebabkan adanya calon mahasiswa SNMPTN yang tidak melakukan daftar ulang.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

“Bisa saja mereka lulus di jurusan yang bukan favoritnya di Unand, jadi tidak daftar ulang,” ucapnya.

Pendaftaran ulang maha­siswa baru ini dimulai pada 30 Juni-5 Juli 2016 secara online. Setelah itu mahasiswa akan membayar biaya pendidikan sesuai uang kuliah tunggal masing-masing, melakukan registrasi online, verfikasi dokumen, pendaftaran dan mutasi BPJS mahasiswa baru, hingga pembuatan kartu tanda mahasiswa. Informasi pen­daftaran ulang bisa dilihat di laman unand.ac.id.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Pendaftaran jalur mandiri atau Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) sendiri telah dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 22 Juli men­datang dan ujian sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 24 Juli 2016. (h/eni)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]