Lubuak Kandua, Wisata Religi Kebanggaan Pasaman Barat


Kamis, 30 Juni 2016 - 05:41:37 WIB
Lubuak Kandua, Wisata Religi Kebanggaan Pasaman Barat SALAH satu keindahan alam di lokasi wisata artenatif Ikan Larangan Lubuak Landua, Kabupaten Pasaman Barat.

PASBAR, HALUAN — Me­nelusuri keindahan alam di lokasi wisata artenatif Ikan Larangan Lubuak Landua, Kabupaten Pasaman Barat, tak akan pernah ada kata bosonnya. Lubuak Landua merupakan salah satu jorong di Nagari Aur Kuning, Keca­matan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berjarak 10 kilometer dari Kota Simpang Empat atau lebih kurang 4 jam perjalanan dari Kota Padang.

Lubuak Landau terletak di kaki Gunung Pasaman, sebuah desa yang asri dan berhawa sejuk karena me­miliki ketinggian 300 meter di permukaan laut. Masya­rakatnya sebagian besar be­kerja sebagai petani, kondisi alam menjadi Lubuak Lan­dua memiliki sawah yang luas karena sumber air yang me­limpah.

Masyarakat Lubuak Lan­dua sangat agamis, konon kabarnya penyebaran agama Islam pertama di Pasaman Barat berada di Lubuak Lan­dua. Sejarah ini dibuktikan dengan Surau (Mesjid) tertua yang masih berdiri kokoh sampai sekarang, diper­kira­kan usia surau ini sekitar 200 tahun.

Saat hari tertentu, seperti hari puasa dan lebaran, surau Lubuak Landua selalu ramai di kunjunggi oleh perantau-perantau yang pulang kam­pung ke Pasaman Barat tak ketingalan penduduk lokal dan paran wisatawan luar pun berdatangan ke lakasi wisata ini.

Selain untuk berwisata juga ada yang berziarah ke makam Buya Lubuak Lan­dua, dan tidak sedikit pula peziarah meminta doa di makam tersebut.

Air yang berada di ma­kam­ buya Lubuak Landua dengan wadah kulit kerang, dipercaya dapat membuka hati dan menerangi jiwa yang diselimuti masalah, dengan jalan meneteskannya ke mata dan meminumnya.

Ada juga yang datang ke surau itu untuk melakukan suluak, suatu cara beribadah kepada Allah dengan me­ngurung diri di tempat yang berukuran kecil yang tetutup oleh kain, hingga mendapat petujuk dari sang pencipta dibawah bimbingan buya Lubuak Landua.

Selain itu lubuk landur juga di kenal sampai ke man­ca Negara sebagai objek wisata Ikan larangan relejius. memiliki sungai yang jernih serta ribuan Ikan Garing ( Ikan Air Deras ) yang mem­buat para pengunjung ter­pesona dengan ke indahan wisatanya.

Di wisata ini juga di se­dia­kan kuliner khas kampung setempat dan para penjaja makanan ikan yang ramah dan bersahabat kepada para pengunjung yang datang.

Konon ceritanya pada ta­hun 1852 masehi didi­rikanlah surau (masjid) oleh Buya lubuak landua Pertama yang bernama Tuanku Kha­lifah Sutan Saidina Syech Basyir atau dikenal  oleh ma­sya­rakat di sana Syeh Basyir.

Pada masa kepemim­pi­nan beliaulah dimulainya Ikan larangan di sungai surau Lubuak Landua. Saat ini surau lubuak landur di pim­pin oleh Syech Mustafa Ka­mal atau yang di kenal de­ngan sebutan Buya.

Saat reporter haluan kon­firmasi pada Sudirman (54 tahun) penduduk disana me­ngatakan, Objek wisata Lu­buak Landua ini ramai di­kunjungi karna ke elokan ikan larangan yang berada di sungai Batang Luan, yang mengalir di tepi surau Lu­buak Landua.  Ikan-ikan ini telah berusia ratusan tahun sama usianya dengan surau Lubuak Landua.

Ikan larangan ini jenis ikan sungai Gariang ( Ikan Air Deras ), dipelihara, diberi makan dan tidak boleh di­ambil sesuai dengan kese­pakatan masyarakat masa dulu. Dulunya ikan-ikan ini diberi uduah semacam ilmu teloh, agar tidak dicuri, apa­bila ada yang mencurinya akan mendapat penyakit bahkan bisa mengakibatkan kematian. (h/mg-den)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]