6 Tahun Retak, Turki dan Israel Kini Tetapkan Dubes


Kamis, 30 Juni 2016 - 06:07:05 WIB
6 Tahun Retak, Turki dan Israel Kini Tetapkan Dubes

ANKARA, HALUAN —  Pemerintah Turki dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk memulihkan hubungan yang retak selama enam tahun ini. Kedua negara akan segera memulai prosedur pertukaran duta besar (dubes) pekan ini.

“Pekan ini kami akan memulai proses penunjukan duta besar antara Turki dan Israel,” ujar juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kepada para wartawan di Ankara seperti dilansir Press TV, Rabu (29/6/2016).

Baca Juga : Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI

Diimbuhkan Kalin, langkah-langkah baru juga akan diambil untuk melanjutkan hubungan dengan Israel di bidang ekonomi, perdagangan dan energi.

Hal ini disampaikan Kalin menyusul kesepakatan rekonsiliasi yang dicapai pemerintah Turki dan Israel pada Senin, 27 Juni. Hubungan kedua negara yang dulu­nya erat itu, mulai memanas setelah pasukan komando Israel menyerang kapal kemanusiaan Freedom Flotilla yang bertu­juan ke Gaza pada 31 Mei 2010.

Baca Juga : Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang

Sepuluh warga Turki tewas dan sekitar 50 orang lainnya luka-luka dalam insiden di perairan internasional di Laut Mediterania tersebut. Saat kejadian, kapal kemanusiaan tersebut tengah mencoba menembus blokade laut Israel atas Jalur Gaza.

Hubungan kedua negara makin mem­buruk setelah insiden penembakan jatuh jet tempur Rusia, Su-24M oleh militer Turki pada November 2015 lalu. Turki mengklaim, jet tempur tersebut telah berulang kali melanggar wilayah udara Turki. Namun pemerintah Rusia membantahnya dan menyatakan pesawatnya ditembak jatuh saat berada di wilayah udara Suriah, tempat Rusia melancarkan serangan udara terhadap para militan ISIS sejak September 2015.

Baca Juga : Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

Sebelumnya pada Senin, 27 Juli lalu, Moskow menyatakan bahwa Presiden Turki Tayyip Erdogan Erdogan telah meminta maaf atas insiden penembakan pesawat tersebut. Permintaan maaf disam­paikan lewat surat yang ditujukan ke Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun hal ini dibantah Kalin. Menurut Kalin, dalam suratnya, Presiden Erdogan hanya menyampaikan penyesalan men­dalam atas insiden itu. Kalin juga mene­kankan, tak ada rencana pemerintah Turki untuk memberikan ganti rugi atas insiden itu.(h/rtr)

Baca Juga : Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 10:54:46 WIB

    Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI

    Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI Corona dunia per hari ini menembus angka 100 juta. Berdasarkan catatan Worldometers Corona, ada 100.254.847 kasus akumulatif COVID-19 di seluruh dunia, Selasa (26/1/2021)..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 08:55:20 WIB

    Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang

    Gara-gara Pandemi, Pilot Ini Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang Hampir semua orang mengalami kesulitan selama pandemi. Terlebih mereka yang pekerjaannya terdampak besar karena aturan untuk tidak bepergian dan berkerumun. Pilot adalah salah satunya. Sejumlah pilot harus mengurangi jam terb.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 23:26:50 WIB

    Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

    Presiden Meksiko  Positif Terpapar  Covid-19 Mexico menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. Semua kalangan tidak luput terpapar,  termasuk Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 12:18:19 WIB

    Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

    Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya Lantaran nama buah naga "memiliki asosiasi dengan China",  otoritas Gujarat, salah satu negara bagian di India, memutuskan mengubah nama buah tersebut. Hasilnya ternyata malah memicu banjir meme dan lelucon di lini masa medi.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 11:28:19 WIB

    Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

    Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut Seorang mantan menteri Yunani, Sifis Valirakis ditemukan tewas di laut pada hari Minggu (24/1) waktu setempat. Menurut Kantor Berita Athena, pria berusia 77 tahun itu sebelumnya hilang pada Minggu sore di lepas pantai pulau E.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]