Fatwa Ulama Pakistan Izinkan Perkawinan Transgender


Kamis, 30 Juni 2016 - 06:07:52 WIB
Fatwa Ulama Pakistan Izinkan Perkawinan Transgender Ilustrasi.

ISLAMABAD, HALUAN — Fatwa yang mengesahkan per­kawinan transgender disambut dengan hati-hati karena para pegiat berpendapat masih diperlukan perubahan sikap masyarakat.

Berdasarkan fatwa tersebut -yang dikeluarkan pada ulama pada Minggu (26/06)- orang trans­gender dengan “pertanda jelas” sebagai pria atau perempuan boleh menikah dengan lawan jenis.

Baca Juga : Setelah 55 Hari Nol Kasus, Vietnam Kembali Laporkan 2 Kasus Baru Corona

Namun mereka yang “terlihat sebagai pria dan perempuan” tetap tidak boleh menikah.

Sekitar 50 ulama -bagian dari dewan Tanzeem Ittehad-i-Ummat yang bermarkas di Lahore- juga mengatakan semua tindakan yang ditujukan untuk “mempermalukan, menghina, atau mengganggu” orang-orang transgender seharus dipertimbangkan sebagain tin­dakan kriminal berdasarkan Islam.

Baca Juga : Terinspirasi Aksi Brutal Christchurch, Remaja Singapura Ini Ditangkap

Bagaimanapun fatwa itu tidak bersifat mengikat.

Transgender mengacu pada orang-orang yang secara seksual mengidentifikasi dirinya secara berbeda dengan jenis kelamin ketika lahir.

Baca Juga : Awas! Indonesia Berada di Posisi ke-19 Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak

“Kami senang bahwa ada yang berbicara tentang kami,” kata seorang pegiat transgender, Almas Bobby, kepada BBC Seksi Urdu.

“Berdasarkan Syariah Islam, kami memiliki hak untuk menikah, namun jika tidak diambil langkah-langkah untuk menghapus pan­dangan yang salah tentang kami di masyarakat, maka kondisi komu­nitas kami tidak akan berubah.”

Baca Juga : Daftar 20 Negara Penyumbang Kasus Terbanyak Covid-19, Termasuk RI

Sementara pegiat lain, Qamar Nasin, mengatakan fatwa itu meru­pakan langkah maju namun tetap menjadi masalah sampai per­kawinan transgender diakui secara resmi.

Dia menambahkan banyak polisi yang memperkarakan trans­gender yang menikah karena “tidak memliki pengetahuan dan mempertimbangkannya sebagai perkawinan sesama jenis”.

“Praktik itu hanya bisa di­hentikan jika pemerintah menye­barluaskan kesadaran akan hak-hak transgender.”

Transgender masih meng­hadapi perlakukan buruk di be­berapa wilayah Pakistan dan dalam dua belakangan sebanyak 45 transgender dibunuh di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, menurut sebuah lembaga pegiatTrans Ac­tion .(h/bbc)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]