Untuk Ramadan dan Lebaran

Rose Produksi 9 Ton Kue Kering


Kamis, 30 Juni 2016 - 06:23:22 WIB
Rose Produksi 9 Ton Kue Kering Pendiri usaha Kue Rose, Roslaini Syofyan, bersama pelanggan setia berfoto bersama di rumah sekaligus tempat produksi kue tersebut, Jl. HOS Cokroaminoto No.75, Padang, Selasa (28/6). (ATVIARNI)

PADANG, HALUAN — Kue kering Rose mampu memenuhi permintaan pelanggannya setelah berproduksi sebulan. Berproduksi sebulan, produsen kue itu biasanya menghasilkan 9 ton kue. Semuanya laris diburu pelanggan untuk Lebaran.

Setiap hari, rumah seka­ligus tempat usaha pembuatan dan penjualan Kue Rose di Jl. HOS Cokroaminoto No.75, Padang, memang tak pernah berhenti beraktivitas. Mulai subuh, oven batu (perno) sudah dipanaskan. Paginya, 30 karyawan sibuk membuat adonan dan mencetak kue, yang kemudian dibakar de­ngan hawa panas dari oven batu tersebut.

Baca Juga : Penting! PLN Selalu Ingatkan Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

Pembakaran yang sempur­na dengan menggunakan oven batu membuat kue ke­ring Rose matang sempurna dan terasa gurih di mulut. “Inilah yang menyebabkan pelanggan kami selalu men­cari kue Rose setiap Lebaran se­hingga usaha ini bisa berta­han lebih dari 50 tahun. Kami memulainya sejak tahun 1960,” kata Roslaini (85), pencetus Kue Rose, Di­dam­pingi putri-putrinya, Merry, Yanita, Linda, dan Ferry, Selasa (28/6).

Roslaini menjelaskan, me­re­ka mulai berproduksi sejak awal Ramadan dan sele­sai berproduksi pada akhir Ra­madan. “Setiap hari kami memproduksi 300 kg kue kering,” tambah Linda.

Baca Juga : Wow, Harga Cabai Rawit Tembus Rp80.000 Per Kg di Pasar Nanggalo Padang

Bahan baku yang digu­nakan, kata Linda, juga meru­pakan bahan-bahan pilihan dan tanpa bahan pengawet. Misalnya, untuk margarin dipakai merek Blue Band, untuk mentega digunakan merek wisman, tepung, susu serta cokelat yang berkualitas.

Untuk memproduksi kue, mereka dibantu oleh sekitar 30 karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar sana.

Baca Juga : Kopilo Lahir di Bukittinggi, Koperasi Simpan Pinjam Tanpa Riba bagi Pelaku UMKM

Kue yang diberi merek dagang ‘Rose’ itu kebanyakan adalah jenis kue yang sudah sangat lama, bahkan saat ini jarang dijumpai lagi di pa­saran. Namun, dengan mem­pertahankan resep asli yang diperoleh Roslaini dari za­man Belanda serta menjaga kua­litas dan cita rasa melalui bahan baku yang berkualitas, membuat kue Rose selalu dicari dan bertahan hingga lebih dari 50 tahun.

“Jenis kue yang dipro­duksi di sini tidaklah terlalu banyak, yakni kue semprit, kacang tumbuk, kue benang, kue dahlia, nastar, keju, skip­py, cornflakes, spekulas, kue cherry, coklat chip, dan kue koya,” tuturnya.

Baca Juga : Peringati HUT ke-72, Garuda Indonesia Tebar Diskon Tiket Pesawat hingga 60%

Meski menggunakan ba­han-bahan berkualitas, na­mun harga jual kue Rose sangat terjangkau oleh ber­bagai kalangan. Dengan kema­san plastik seperempat kg ataupun kemasan kotak sete­ngah kg, kue Rose dijual dengan harga Rp45 ribu hing­ga Rp55 ribu per kotak isi seperempat kg.  

Selain memasarkan sendiri di rumah, kue Rose, menurut Lin­da, juga dipasarkan ke ber­bagai toko yang menjual P&D serta oleh-oleh khas dari Pa­dang, misalnya di Toko Ayu, Chris­tine Hakim, Tiki (Jl. Ni­pah), Sherly, Nan Salero, Toko Ida, dan Toko On. Mere­ka juga ba­nyak menerima pesanan kue hingga ke Pekan­baru dan Sungai Penuh. Tak heran jika produksi mereka mencapai sekitar 9 ton untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran saja. (h/atv)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]