Cukup Kali Ini Saja


Kamis, 30 Juni 2016 - 06:36:26 WIB
Cukup Kali Ini Saja

Publik Sumatera Barat tiba-tiba dikejutkan dengan berita penangkapan pejabat dan pengusaha Sumbar oleh Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK) . Keduanya masing-masing Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman (Prasjaltarkim) Suprato dan pengusaha Yogan Askan.

Wajar saja publik Sumbar terkejut. Betapa tidak, ini kali pertama pejabat dan pengusaha Sumbar ditangkap KPK. Terlepas dari apakah mereka terbukti nantinya bersalah atau tidak, peristiwa ini menjadi cacatan negatif bagi Sumatera Barat.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Suprapto adalah pejabat yang sangat ter­kenal di Sumbar karena jabatan yang di­em­bannya sebagai Kepala Dinas Prasjal­tarkim yang mengurus kepentingan rakyat banyak. Sementara Yogan Askan, selain pengusaha juga dikenal sebagai kader Partai Demokrat.

Keduanya ditangkap di Padang Selasa (28/6) sekitar pukul 23.00 WIB setelah KPK melakukan pengintaian. Suprapto dan Yogan langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk diperiksa.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

Penangkapan dua orang tenar di Sumbar itu merupakan rangkaian operasi tangkap tangan KPK terhadap anggota Komisi III DPR Putu Sudiartana yang juga Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat.

Sebelumnya, KPK juga juga mendatangi rumah Novianti yang merupakan sekretaris Putu. Di rumah yang berada di Petamburan itu, KPK mengkap Novianti dan suaminya, Mukhlis.  Keduanya lalu dibawa ke kantor KPK untuk diperiksa.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

Tim KPK kemudian mendatangi rumah Putu Sudiartana di kompleks perumahan DPR di Ulujami. Putu langsung digelandang menuju gedung KPK. Pukul 23.00 WIB, tim  ada yang sudah melakukan pengintaian di Padang. KPK menangkap  Suprapto dan Yogan.  Setelah itu KPK juga menangkap orang kepercayaan Putu bernama Suhemi.

Dari enam orang yang ditangkap itu, hanya Mukhlis yang dilepaskan kembali. Selebihnya ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan, kelima tersangka diduga terlibat dalam transaksi suap terkait rencana pemba­ngunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp300 miliar yang dianggarkan dalam APBN tahun 2016. Dalam kasus ini, Suhemi, Putu, dan Novianti diduga sebagai penerima, sementara Yogan dan Suprapto diduga sebagai pemberi.

KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang senilai Rp40 ribu Dolar Singa­pura dan juga tiga bukti transfer yang nilainya mencapai Rp500 juta.

Selama ini, Suprapto dikenal sebagai pejabat yang tidak suka neko-neko dan suka membantu orang lain.  Kasus ini merupakan ujian berat baginya.

Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumbar ini ibarat tersandung di ujung jalan. Ujian harus dijalaninya menjelang karirnya berakhir di Sumatera Barat. Ia sudah mengabdi di Sumbar selama enam tahun lebih dan tahun ini akan pindah menjadi widyaswara atau fungsional di Kementerian PU.

Kita belum tahu, apakah ada lagi pejabat di Sumbar selain Suprapto yang terkait dengan kasus suap ini. Soalnya, pemba­ngu­nan 12 ruas jalan yang membawa Suprapto dan Yogan berurusan dengan KPK menurut informasi terdapat di tiga daerah di Sumbar.

Mudah-mudahan saja kasus suap ini tidak menyeret pejabat lainnya. Artinya, tidak ada lagi pejabat di Sumbar ini yang terlibat. Cukup kali ini saja pejabat Sumbar yang ditangkap KPK.

Sementara pembangunan infrastruktur jalan di Ranah Minang ini ke depannya kita harapkan tetap berlanjut dan bersih dari kasus hukum. ***

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
  • Senin, 28 Desember 2020 - 14:48:33 WIB

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu DARI pengalaman kita selama di tahun 2020 yang nyaris tak berhenti hidup dalam pertengkaran, hidup dalam perseteruan politik dan hukum yang berkepanjangan, sudah selayaknyalah kita mengubah pola hidup begini kepada pola hidup.
  • Ahad, 27 Desember 2020 - 21:15:22 WIB

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan Begitu wabah Corona atau Covid-19 dinyatakan mewabah di Indonesia pada bulan Maret lalu, ekonomi langsung anjlok, karena kegiatan pasar langsung stagnan tiba-tiba. Pasar banyak yang ditutup. Mulai dari kegiatan pedagang kaki .
  • Jumat, 25 Desember 2020 - 13:51:03 WIB

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis Sebagaimana kita ketahui, mantan Calon Wakil Presiden(Cawapres) Sandiaga Uno baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersama 5 orang Menteri lainnya, hasil reshuffl.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]