Mahyeldi: Jangan Racuni Warga Kota Padang


Kamis, 30 Juni 2016 - 12:42:36 WIB
Mahyeldi: Jangan Racuni Warga Kota Padang SIDAK PRODUK MAKANAN--Walikota Padang Mahyeldi Ansharulah melakukan sidak di salah satu toko di Jalan Hos Cokroaminoto, Padang, Rabu (29/6). Dalam sidak tersebut ditemukan produk yang kadaluarsa. RIVO SEPTI ANDRIES
PADANG, HALUAN—Maraknya peredaran makanan kadaluarsa dan tidak memiliki izin menjelang lebaran, membuat masyarakat dituntut lebih pintar dalam memilih produk. Selain itu pedagang pun harus berfikir, jangan sampai mengorbankan masyarakat dengan racun dan zat berbahaya. Hal ini disampaikan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharulah, saat inspeksi mendadak (sidak) produk makanan dan minuman di sejumlah toko di Kota Padang, Rabu (296). Menurutnya, pedagang dan pembeli merupakan satuan yang saling membutuhkan, jadi jangan sampai ada pelanggaran yang merugikan masyarakat terutama pembeli. Mahyeldi menjelaskan, barang barang kadaluarsa dikhawatirkan bisa mengandung zat berbahaya yang merugikan masyarakat. Pedagang diharapkan memiliki kesadaran dalam menjual produknya. “Kami harapkan pedagang tahu, ini untuk kita semua warga padang. Apakah tega, dia (pedagang) dapat uang tapi orang diracuni dan barang yang dijual merusak kesehatan,”tegasnya. Ia menjelaskan, selain diminta kesadaran dari pedagang, surat edaran dari dinas kesehatan dan instansi lain juga harus ditempel di toko agar masyarakat mengetahui himbauan tersebut. Sedangkan untuk pembeli atau konsumen diminta harus jeli dan cerdas dalam memilih produk. “Harus tahu, mana produk yang kadaluarsa, yang berlabel luar negri dan dalam negri,” ungkapnya. Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, untuk tahun ini sudah terjadi penurunan pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang. Tapi tetap masih ada penemuan beberapa produk yang kadaluarsa. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Eka Lusti menjelaskan, dari sidak yang dilakukan di beberapa toko ditemukan makanan yang kadaluarsa. Temuan tersebut tidak begitu banyak, tetapi pedagang tetap diminta untuk menarik produknya. “Ada temuan tadi, tapi tidak banyak. Kami menghimbau pemiliknya untuk menarik kembali produk dagangannya,”paparnya. Sidak Parcel Lebaran Tidak hanya sidak produk makanan dan minuman, tim gabungan dari BBPOM Padang, Dinas Kesehatan Kota Padang, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menelusuri parcel yang di jual di toko-toko. Sidak dimulai di toko grosir makanan dan minuman di jalan Pondok, Padang. Dalam toko tersebut tidak ditemukan parcel yang tidak layak komsumsi. "Ya dalam sidak kali ini kami tidak menemukan makanan yang tidak layak konsumsi di dalam parcel. Tapi ada produk yang habis masa berlakunya pada bulan Juli, tapi ia berjanji akan melapor, dan kami akan kembali lagi kesini jumat besok untuk memastikannya," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada pedagang agar bisa protes atau mengembalikan kepada distributornya. Jika belum dikembalikan maka terpaksa dimusnahkan. Sementara masih ditemukannya beberapa produk tidak layak komsusmsi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar mengatakan, toko yang terbukti masih menjual produk yang tidak layak maka akan dilakukan tindakan. “Sebenarnya sudah ada penurunan angka penemuan produk tak layak konsumsi. Sebab masyarakat makin cerdas, karena pemberitaan media dan sosialisasi yang dilakukan petugas kesehatan bersama jajarannya. Tapi bagi yang melanggar tetap akan diproses,”jelasnya. Rosnini juga menambahkan salah satu toko di jalan Pondok sudah pernah di sidang dan pemiliknya menjadi tahanan luar. Karena terbukti menjual makanan yang tak layak konsumsi. Dari penelusuran tim gabungan, ditemukan produk rusak, kadaluarsa dan produk tak punya izin edar. Petugas juga menemukan penyimpanan produk makanan yang dicampur dengan produk non makanan. Seperti cairan semprot nyamuk. "Dalam segi kesehatan, makanan dan minuman tak boleh dicampur dengan produk seperti cairan nyamuk. Sebab akan mempengaruhi rasa. Makanya harus dipisah satu sama lain," jelas Rosnini. Meski temuan produk tak layak konsumsi terus menurun, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk selalu jeli ketika membeli aneka produk. Tentunya dengan melihat tanggal, bulan dan tahun produksi, kemudian melihat merek dagang, ML dan MD Depkes RI, perubahan fisik makanan dan minuman, label dan hal lainnya. Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Zulkifli mengatakan, pihaknya bersama jajaran terkait akan terus melakukan pengawasan makanan dan obat. Tujuannya agar masyarakat terbebas dari aneka makanan dan minuman berbahaya. "Pengawasan dari waktu ke waktu akan terus kami tingkatkan. Kami juga menyosialisasikan aplikasi Cek BPOM yang dapat di download melalui android. Dengan ini pedagang atau pembeli dapat mengecek izin produk tersebut," kata Zulkifli. Sementara, Ardi, pemilik salah satu swalayan yang diperiksa oleh tim gabungan mengatakan, pihaknya berjanji lebih teliti dalam menjual produk. Sebab ia mengakui karena banyaknya produk membuat karyawan toko sedikit susah melakukan pengecekan. "Ini bukan faktor kesengajaan, karena semua penuh dan banyak barang jadi agak susah menyeleksinya. Dan untuk aplikasi yang diberitahukan oleh BPOM tadi sangat membantu kami, karena selama ini kami tidak tahu,” tuturnya.

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]