Insiden Bentrok Wartawan dengan Satpam di Dinas Prasjal Tarkim Sumbar


Kamis, 30 Juni 2016 - 20:48:40 WIB
Insiden Bentrok Wartawan dengan Satpam di Dinas Prasjal Tarkim Sumbar BENTROK WARTAWAN DENGAN SATPAM--Beberapa orang satpam mengusir wartawan yang ingin meliput penggeledahan oleh KPK di Kantor Dinas Prasjal Tarkim, Sumbar, di Jalan Taman Siswa, Padang, Kamis (30/6). REPERTERJAHIL/HALUAN

PADANG, HALUAN—Penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kantor Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjal Tarkim) diliput oleh seluruh media.

Namun para jurnalis yang ingin memberitakan penggeledahan tersebut mendapat perlakuan kurang baik, bahkan melecehkan profesi wartawan oleh satpam.

Baca Juga : Presiden Meksiko Positif Terpapar Covid-19

Kejadian berawal pada pukul 17.00 WIB, saat penyidik KPK keluar dari kantor yang menjadi sorotan tersebut menuju mobil setelah membawa barang bukti.

Selanjutnya jurnalis bermaksud ingin konfirmasi kepada sekretaris Prasjal Tarkim di lantai atas agar informasinya berimbang.

Baca Juga : Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

Namun saat ingin mewawancarai, beberapa orang satpam berpakaian hitam mencoba meneriaki wartawan dengan kata kasar, bahkan langsung menggunakan fisik dengan cara mencekik dan mendorong wartawan.

Salah seorang wartawan televisi Budi, didorong bahkan hampir menyebabkan kameranya terjatuh. Melihat hal itu wartawan lainnya mencoba melakukan mediasi, namun seorang satpam  malah mencekik leher seorang wartawan lainnya dan mengeluarkan kata-kata kotor.

Baca Juga : Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

“Saya hanya bermaksud ingin menanyakan apakah situasi kantor normal setelah Kadisnya ditangkap. Tapi si satpam malam mengusir saya dengan kasar,”terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Oki Anugrah wartawan media online yang juga menjadi korban kekerasan. Ia menjelaskan, sejak awal wartawan meliput si satpam terus menghalangi tugas wartawan yang sudah diatur undang-undang itu.

Baca Juga : Ada Apa? Italia Akan Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum

“Dari awal tadi, ia sudah mulai menghalangi kami. Padahal sudah ada anggota polisi yang berjaga, kenapa ia (satpam) menghalangi, dengan cara fisik lagi dan menghina kami,”ujarnya.

Ia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan ia bersama wartawan lainnya akan melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak kepolisiaan.

Sesuai dengan Pasal 18 Ayat 1 UU Pers No.40/1999 dijelaskan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh, & menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Selain itu juga ada pasal 58 UU No 14. Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. (h/rvo)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]