Atasi Kemacetan, Kota Solok Butuh Jalan Dua Jalur


Jumat, 01 Juli 2016 - 05:06:37 WIB
Atasi Kemacetan, Kota Solok Butuh Jalan Dua Jalur

SOLOK, HALUAN — Jalan dua jalur memang sudah saatnya dibangun dalam wilayah Kota Solok. Terutama pada jalan nasional sebagai wujud dalam mencirikan sebuah kota. Kenyataannya, sampai saat ini jalan-jalan utama dalam Kota Solok masih seperti dulu juga dan belum ada perubahan.

Wakil Walikota Solok Reinier menjawab Haluan di kantornya Senin (27/6) me­ngakui jika oarng masuk Kota Solok masih belum bisa membedakan apakah dia sudah berada dalam Kota Solok atau masih dalam wila­yah Kabupaten Solok karena bentuk jalan masih sama, apalagi samping kiri kanan jalan dihiasi areal per­sa­wahan.

Baca Juga : TSR VI Kunjungi Masjid Nurul Amri, Sekdako Sonny: Wahana Bangun Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Pada umumnya orang tahu dan sadar bahwa mereka sudah berada dalam wilayah Kota Solok jika sudah me­nemukan pasar Solok karena dihiasi pusat-pusat pertokoan, bangunan lembaga jasa dan perdagangan serta ciri khas lainnya. Logisnya lanjut Rei­nier memang ada perbedaan jika masuk wilayah Kota Solok itu.

Salah satu ciri khasnya itu yakni ditandai jalan dua jalur dan lampu mercury sebagai penerangan jalan disampin adanya gapura batas Kota Solok dan Kabupaten Solok, berkaca pada kota-kota lain­nya, sebut saja Kota Paya­kumbuh, begitu lepas dari Kabupaten 50 Kota disambut dengan jalan 2 jalur me­nandakan sudah masuk wila­yah Kota Payakumbuh. Kota Padang, jika dari Padang Pariaman masuk wilayah Kota Padang ada jalan dua jalur.

Baca Juga : Kunjungi Masjid Jihadu Walidaina, TSR V Serahkan Bantuan Rp20 Juta

Kota Solok sangat ber­keinginan pula mewujudkan jalan dua jalur tersebut, ter­utama dari batas kota Selayo sampai nagari Tanjung Bing­kung, kemudian dari pasar Solok arah ke Timur me­lewati jalan Dt Parapatiah Nan Sabatang sampai batas Kota di Gaung dan  jalan pasar Solok sampai batas kota Saok Laweh

“Untuk mewujudkan ja­lan dua jalur itu memang sangat diharapkan peran serta masyarakat terutama dalam pembebasan lahan. Sebab setidaknya untuk jalan dua jalur itu  lebar mencapai 16 meter. Untuk mendapatkan lebar jalan 16 meter dari yang ada sekarang baru 8 meter terutama dari batas Selayo dibutuhkan korbanan ma­syarakat,” sebunya.

Baca Juga : Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat, TSR IV Kunjungi Masjid Nurul Khairat

Kota Solok akan terlihat indah dan cantik jika ada jalan dua jalur namun tentu tidak bisa mengandalkan pemerintah semata, kota milik semua warga yang bermukim di Kota Solok dan pemerintah sifatnya hanya mengatur dan mengendalikan agar tidak terjadi tunpang tindih dan kesewenang-we­nangan.

Oleh karenanya be­ber Reinier, perlu partisipasi masyarakat terutama bagi yang memiliki tanah diping­gir jalan untuk bersedia me­nyerahkan tanahnya guna pembangunan jalan dua jalur itu. (h/alf)

Baca Juga : Tim III Kunjungi Masjid Nurul Furqan TPL, Ketua DPRD Serahkan Hibah Renovasi Masjid

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]