Dakwah Seraya Membangun Ekonomi Melalui Koperasi

BKMT Bentuk 25 Koperasi Berbasis Masjid


Jumat, 01 Juli 2016 - 05:18:28 WIB
BKMT Bentuk 25 Koperasi Berbasis Masjid Endarmy, Ketua BKMT Padang Pariaman.

PADANG, HALUAN — Kegiatan dakwah kaum perempuan melalui Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kabupaten Padang Pariaman disejalankan dengan membangun ekonomi melalui gerakan koperasi. Kelompok-kelompok wanita yang sudah dibentuk, lalu dijadikan koperasi simpan pinjam dengan pola syariah yang berbasis di masjid.

“Berdakwah sekaligus mem­­bangun ekonomi ang­gota,” kata Endarmy, Ketua BKMT Padang Pariaman, di Padang, Selasa (29/6).

Baca Juga : Wow! Punya PER Terkecil di LQ45, Seperti Apa Kinerja dan Kesehatan Keuangan SRIL?

Ia menjelaskan, pem­ben­tukan kelompok usaha wanita anggota BKMT itu dilakukan sejak 2015, yang berlanjut hingga 2016. Hingga kini sudah terbentuk 25 kelompok usaha wanita yang tersebar di 17 kecamatan di Padang Pa­ria­man. Satu kelompok be­ranggota 25 hingga 35 orang. Sebagian besar anggota pu­nya usaha sendiri, meski ma­sih dalam skala kecil. Jenis usahanya beragam, mulai dari berdagang sayur, menjual makanan dan minuman, mem­buat bermacam jenis makanan ringan, hingga memproduksi suvenir dan  usaha peternakan.

Kegiatan usaha skala kecil seperti itu selama ini menjadi makanan empuk kalangan rentenir. Bila sudah terjerat dalam praktek rentenir, me­reka sulit berkembang dan makin sengsara.

Baca Juga : Sinkronisasi Program Pertanian, Genius Umar Kunjungi UPT Balai Benih Induk di Padang

Untuk itu, Endarmy be­rinisiatif menggiring semua kelompok menjadi koperasi simpan pinjam pola syariah. Sebelum dibentuk, koperasi tersebut disosialisasi terlebih dahulu. Hingga kini, sudah berbentuk wadah koperasi pada semua kelompok.

“Semua anggota diberi pemahaman tentang kope­rasi,” ujar Endarmy yang me­rupakan ketua Dewan Ko­perasi Nasional Daerah (Deko­pinda) Padang Pariaman.

Baca Juga : Merger Gojek-Tokopedia, Driver Yakin Orderan Makin Gacor

Ia melanjutkan, semua kelompok sudah menjadi koperasi yang berbasis di masjid. Koperasi tersebut bergerak di bidang simpan pinjam dengan menerapkan pola syariah.  Simpanan po­kok­nya Rp250.000 dan sim­panan wajibnya Rp10.000 per bul­an. Tahap selanjutnya ada­lah mengurus badan hu­kum. 

“Jadi, badan hukumnya kini masih dalam proses,” kata Endarmy yang menjabat ang­gota Komisi V DPRD Sumbar.

Baca Juga : Nasabah Bank Nagari Cabang Utama Raih Sepeda Motor N-Max pada Penarikan Undian Gebyar KCU/Pembiayaan Akhir Tahun 2020

Pembentukan 25 koperasi tersebut juga salah satu upaya memberantas kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya ang­gota. Oleh karena itu, En­darmy mengharapkan du­kungan Pemkab Padang Paria­man untuk mempercepat pro­ses penyelesaian badan hu­kum dan biaya pe­men­tu­kan­nya tak dikenakan biaya ke­pada koperasi. Setidaknya, bia­ya penerbitan badan hu­kum dianggarkan dalam AP­BD Padang Pariaman. “Hara­pan saya, biaya badan hukum jangan dibebankan kepada koperasi,” katanya.

Semua anggota 25 kope­rasi tersebut lebih dari 700 orang. Sebagian besar adalah pengusaha mikro atau pengu­saha lemah. Oleh karena itu, mereka disatukan dalam wa­dah koperasi agar tak terjebak dalam praktek rentenir.

“Mereka masih butuh pem­binaan, bantuan, dan legalitas dalam bentuk badan hukum. Makanya, perhatian dan dukungan sungguh-sung­guh dari Pemkab Padang Pa­ria­man sangat kami ha­rap­kan,” tutur mantan Ketua Ojek Kayutanam, Kabupaten Pa­dang Pariaman itu. (h/rb)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]