Guru Mengaji Diuji Baca Alquran


Jumat, 01 Juli 2016 - 05:54:42 WIB
Guru Mengaji Diuji Baca Alquran Asisten II Ismail Djohar memberikan piagam penghargaan penyelenggaraan MDTA kepada Ketua FKDT Kota Bukittinggi, Bulkhaini, Kamis (30/6). (RUDI GATOT)

BUKITTINGGI, HALUAN — Sebanyak 323 guru  Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Bukittinggi mengikuti penilaian kla­sifikasi guru MDTA di Aula Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (30/6).

Kegiatan penilaian ini di­buka oleh Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Asisten II Setdako, Ismail Djohar. Dalam kesempatan itu Ismail men­yam­paikan, melalui penilaian klasifikasi yang dilakukan diharapkan akan dapat meng­a­sil­kan guru-guru agama yang berkompetensi di Bukittinggi.

Diakuinya, saat ini Pemko Bukittinggi belum bisa mem­berikan perhatian yang lebih terkait dengan kesejahteraan guru MDTA. Namun demikian pemerintah daerah akan terus berjuang dan berupaya agar kesejahterahan guru MDTA  dapat terpenuhi.

“Meski saat ini Pemko hanya baru bisa  memberikan dana insentif sebesar Rp 500.­000 per bulan untuk para guru guru-MDTA, namun ke de­pan­nya Pemko Bukittinggi akan selalu memperjuangkan agar dana insentif itu bisa naik setiap tahunnya,” ujar Ismail.

Menurutnya, untuk me­ning­katkan kesejahteraan guru-guru MDTA yang ada, DPRD Kota Bukittinggi  tengah mem­bahas Ranperda MDTA untuk dijadikan Perda. Ranperda MDTA Kota Bukittinggi ini merupakan Ranperda inisiatif DPRD untuk mendukung pe­lak­sanaan pen­didikan karakter yang ber­landaskan agama.

Dengan disahkannya Ran­perda MDTA itu menjadi Per­da, maka nantinya pengelola MD­TA dapat mengelola MD­TA dengan sebaik-baik­nya sebagai lembaga pen­didi­kan karakter dan moral anak didik. Karena dalam Perda tersebut nantinya termuat se­mua yang berkaitan dengan pengelolaan termasuk ke­sejah­teraan para gurunya.

“Guru MDTA harus bisa lebih mandiri, selain itu  guru MDTA juga harus mem­puny­ai tekad yang kuat untuk tetap terus maju dan tetap semangat untuk mendidik dan membina akhlak serta budi pekerti ge­nerasi ban­gsa,” harap Ismail.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Diniyah Tak­ma­liyah (FKDT) Kota Bukittinggi, Bulkhaini mengatakan, untuk Kota Bukittinggi saat ini ter­dapat sebanyak 48 MDTA yang tersebar di tiga kecamatan yang ada. Dengan rincian 19 MDTA di Kecamatan Guguk Panjang, 17 MDTA di Kecamatan Man­diangin Koto Selayan dan 12 MDTA di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

Dari 48 MDTA itu terdapat sebanyak 323 orang guru deng­an guru PNS sebanyak 22 orang. Sedangkan untuk jum­lah murid terdapat sebanyak 5.428 murid MDTA se-Kota Bukittinggi.

“Saat ini guru-guru MDTA tersebut mendapatkan dana insentif dari pemerintah daerah sebesar Rp 500.000 per bulan,” terang Bulkhaini yang juga selaku Ketua FKDT DPW Sumbar.

Menurutnya, penilaian kla­sifikasi yang dilaksanakan bertujuan untuk melihat ke­mam­puan para guru MDTA dalam membaca Alquran se­kali­gus tajwid, serta melihat kemampuan guru dari cara mengajar dan melihat ke­mam­pu­an guru menulis Alquran. “Tiga kemampuan itulah  yang menjadi kriteria penilaian,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam bagi guru-guru MDTA yang sudah mengabdi puluhan tahun, serta piagam pen­yel­ang­garan diniyah untuk masing masing MDTA. Piagam ter­sebut diserahkan oleh Asisten II Ismail Djohar didampingi oleh jajaran Kemenag Kota Bukittinggi. (h/tot)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]