Jelang dan Sesudah Lebaran

Truk Dilarang Beroperasi


Jumat, 01 Juli 2016 - 06:48:43 WIB
Truk Dilarang Beroperasi Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Dinas Perhubungan Sumatera Barat melarang truk tempel, truk gandeng, dan truk kontainer beroperasi mulai lima hari jelang (H-5) hingga tiga  hari setelah (H+3) Idul Fitri 1437 Hijriah.

Ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 22 Ta­hun 2016 tentang pengatu­ran lalu lintas, larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang dan penu­tupan jembatan timbang selama lebaran 2016

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Kepala Dinas Perhubu­ngan Sumbar Amran, Kamis (30/6) kemarin di Padang mengatakan pelarangan truk yang memiliki sumbu lebih dari dua beroperasi selama rentang waktu tersebut un­tuk kelancaran arus lalu lintas menjelang, saat leba­ran, dan sesudah lebaran.

“Kita telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, te­masuk organisasi angkutan darat, dan mengimbau pe­ngusaha truk agar tidak ber­operasi selama jangka waktu tersebut di semua jalan baik jalan nasional, jalan pro­vinsi, maupun jalan kabu­paten,” kata Amran.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

Dia menambahkan, truk yang dilarang beroperasi tersebut seperti pengangkut minyak sawit mentah (CPO), bahan bangunan, batu bara, atau bahan galian lainya.

Selama rentang waktu itu, truk yang diizinkan untuk tetap beroperasi ada­lah yang mengangkut sem­bilan bahan pokok (sem­bako), kendaraan angkutan bahan bakar minyak (BBM), atau bahan bakar gas (BBG), ternak, pupuk, susu, serta barang antaran pos.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

Selain truk pengangkut barang yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat, tidak ada toleransi. Jika masih ber­operasi truk tersebut akan ditilang oleh jajaran kepo­lisian bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dalam pengamanan di jalan raya.

“Jika masih ada truk yang melakukan perjalanan sela­ma rentang waktu ter­sebut, selain bahan pokok, akan ditilang, bisa saja izin ope­rasi­nya dicabut,” kata Amran.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

Sementara itu, untuk jembatan timbang oto (JTO) selama H-5 hingga H+3 tersebut akan dilakukan alih fungsi menjadi tempat isti­rahat bagi pengguna jalan atau pemudik. Serta  jem­batan timbang akan ditutup pada H-7 hingga H+7 leba­ran.  ”Pelarangan ini sepe­nuh­nya untuk menjaga ke­lan­caran arus mudik, mau­pun arus balik pemudik sehingga ada kenyamanan bagi masyarakat dalam ber­ken­daraan,” katanya. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]