27 Negara Larang Inggris Akses Pasar Bebas


Sabtu, 02 Juli 2016 - 01:40:51 WIB
27 Negara Larang Inggris Akses Pasar Bebas

BRUSSEL, HALUAN — Para pemimpin Uni Eropa (UE) pada Rabu (29/06) waktu setempat sepakat bahwa Inggris tidak boleh mengakses pasar tunggal setelah meninggalkan uni itu tanpa menerima aturan kebe­basan bergerak blok tersebut, kata presiden Donald Tusk.

“Tidak ada pasar tunggal de­ngan aturan terpisah,” kata Tusk da­lam jumpa pers di Brus­sel setelah ber­­temu dengan 27 pemimpin tan­pa Perdana Men­teri David Camer­on.

Baca Juga : Nama Buah Naga Diganti Jadi Teratai di Gujarat, Ini Alasannya

“Para pemimpin menegask­an hari ini bahwa akses ke pasar bebas membutuhkan peneri­maan dari empat kebebasan termasuk kebebasan bergerak,” ujar Tusk, seperti dikutip AFP.

Ke-27 pemimpin juga akan menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) — tanpa Inggris — di Bratislava pada 16 September untuk membahas lebih lanjut dampak dari keluarnya Inggris dari blok itu, tambah Tusk.

Baca Juga : Mantan Menteri Yunani Ditemukan Tewas di Laut

KTT akan digelar tepat be­berapa hari setelah Partai Kon­ser­vatif Inggris yang berkuasa memilih pengganti Cameron, yang mengundurkan diri pada Jumat setelah negaranya memu­tuskan keluar dari UE dengan suara 52 persen berbanding 48 persen.

“Ini diskusi pertama jadi terlalu dini untuk menarik ke­simpulan. Itu sebabnya, kami akan memulai diskusi politik dengan 27 negara dan akan bertemu pada 16 September di Bratislava untuk melanjutkan pembicaraan kami,” kata Tusk.

Baca Juga : Ada Apa? Italia Akan Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum

Mantan perdana menteri Po­lan­dia menekankan bahwa perun­dingan tentang hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa tidak dapat dimulai sam­pai secara resmi memicu proses dua tahun yang mengarah ke perceraian.

Cameron mengatakan ini adalah tugas untuk penggantinya.

Baca Juga : Presiden Klub Bola dan Empat Pemain Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat di Brasil

Sementara itu Tusk menga­ta­kan pada diskusi yang berlang­sung “tenang dan serius” - pem­bicaraan Uni Eropa pertama tanpa kehadiran pemimpin Ing­gris sela­ma 40 tahun - mereka sepakat itu “sa­at serius dalam sejarah kita ber­sama.”

“Salah satu masalah sudah jelas setelah perdebatan kami. Pemimpin yang benar-benar bertekad untuk tetap bersatu,” tambahnya.(h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]