Anggaran untuk Pangkalan Militer Natuna Prioritas


Sabtu, 02 Juli 2016 - 01:42:17 WIB
Anggaran untuk Pangkalan Militer Natuna Prioritas

JAKARTA, HALUAN — Pem­bangunan pangkalan mili­ter di Natuna, Kepulauan Riau, menjadi prioritas pemerintah menyusul ketegangan yang terjadi di perairan kawasan itu antara Indonesia dengan China. Pemerintah RI segera “mem­bentengi” Natuna yang ber­hadapan dengan wilayah seng­keta Laut China Selatan dari kemungkinan “dicaplok” ne­gara lain.

Menteri Pertahanan Rya­mizard Ryacudu mengatakan anggaran pertahanan yang diterima kementeriannya dan TNI saat ini sebagian di­prio­ritaskan untuk penguatan pang­kalan militer di Natuna. Se­mentara sisa anggaran digu­nakan untuk perbaikan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti penggantian suku ca­dang dan mesin peralatan pe­rang.

Baca Juga : Dilantik Presiden Jokowi, Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi Kapolri

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan TNI telah mengajukan anggaran tahun 2017 kepada DPR RI sebesar Rp104 triliun hingga Rp107 triliun.

Kementerian Pertahanan –bersama Kepolisian Republik Indonesia– juga mendapat tambahan pagu (batas tertinggi) anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

Baca Juga : KLHK Bantah Tudingan Pemerintahan Jokowi Obral Izin Kawasan Hutan

“APBNP 2016 fokus pada pembangunan pertahanan dan keamanan, terutama untuk memperkuat stabilitas kea­manan,” kata Menteri Keua­ngan Bambang PS Brodjo­negoro, Rabu (29/6).

Alokasi anggaran Kemhan dalam APBNP 2016 mencapai Rp108,7 triliun atau naik Rp­9,3 triliun dari alokasinya pada APBN 2016 sebanyak Rp9,3 triliun.

Baca Juga : Dampingi Kapolri Listyo Sigit Fit & Proper Test, Polwan Cantik Berhijab Ini Viral di Medsos

Selain ke Kemhan dan Pol­ri, anggaran pertahanan kea­manan juga dialokasikan ke Badan Nasional Penang­gula­ngan Terorisme (BNPT), Ba­dan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Direktur Direktorat Jen­deral Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menga­takan tambahan anggaran per­tahanan keamanan itu terutama untuk membeli alutsista.

Baca Juga : Vaksinasi Kedua Presiden Jokowi, Tangan Dokter Abdul Muthalib Kembali Gemetar

“Untuk meningkatkan wi­bawa pertahanan kita (In­donesia),” ujar Bambang.

 Armada perang

Ryamizard menyatakan pangkalan militer Natuna akan dilengkapi dengan armada besar. Pembangunan tak hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga penambahan personel TNI.

Pangkalan militer di Natuna akan dilengkapi tiga kapal perang TNI Angkatan Laut, kapal selam, satu pesawat tempur, radar, dan drone pe­nangkis serangan udara. Pela­buhan di Natuna juga akan diperbaiki, sedangkan landasan pacunya diperlebar untuk tem­pat mendarat pesawat tempur. 

Dari segi penguatan per­sonel, Ryamizard akan menambah satu kompi marinir dan satu kompi Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara. Satu kompi Paskhas terdiri dari 150 sampai 200 personel. Satuan ini memiliki kemampuan tempur darat, laut, dan udara sekaligus.

Sementara TNI Angkatan Darat di Natuna akan dileng­kapi dengan satu Batalyon Raider yang merupakan salah satu pasukan elite TNI.

Terkait pembangunan pang­kalan militer di Natuna itu, Ryamizard telah memberikan instruksi kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan persiapan.

“Panglima TNI akan me­lanjutkan (instruksi) ke KSAD, KSAU, KSAL, sebagai pe­laksana. Masalah runway (sama KSAU), masalah kapal sama KSAL,” kata Ryamizard di kantor Kemhan, Jumat (1/7).

September 2015, Rya­mi­zard telah terbang langsung ke Na­tuna. Ia menyadari wilayah itu minim penjagaan dan ka­re­nanya rawan. Terlebih Na­tuna merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia. (h/net)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]