Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah


Sabtu, 02 Juli 2016 - 01:43:20 WIB
Pembebasan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Tunggu Perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

BALIKPAPAN, HALUAN — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan TNI tinggal menunggu perintah untuk bergerak membebaskan sandera para Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang ditahan milisi bersenjata di Filipina.

“Kami siap kapan pun juga,” tegas Panglima di Markas Kodam VI Mu­lawar­man di Balikpapan, Kali­mantan Timur, kemarin ma­lam.

Baca Juga : Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme

“Perintah berangkat seka­rang, berangkat,” tandasnya lagi kepada para jurnalis yang merubungnya usai salat isya dan tarawih di halaman Mar­kas Kodam tersebut.

Namun demikian, dalam hal pembebasan 7 ABK Tug Boat (TB) Charles yang dijadikan sandera oleh milisi Abu Sayyaf dan Al Habbsy, kelompok separatis di Fili­pina Selatan tersebut, Pang­lima TNI menegaskan bahwa diperlukan kerjasama operasi dengan pihak terkait di Fili­pina.

Baca Juga : Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila

“Karena tentu saja, kons­titusi Filipina tidak meng­izinkan militer asing bero­perasi di wilayahnya. Kami perlu kerjasama resmi, hitam di atas putih, kesepakatan dari pemerintah RI dan pe­me­rintah Filipina, seandainya untuk membebaskan sandera diperlukan operasi militer,” papar Panglima.

Di sisi lain, pada ke­sempatan yang sama Pang­lima juga menegaskan bahwa dalam kasus penyanderaan ini sebelumnya sudah dimulai dengan pelanggaran larangan berlayar ke Filipina yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. Ada mo­rato­rium pengiriman batubara ke Filipina sampai aparat negara tetangga di utara Pulau Su­lawesi itu bisa menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal tunda yang menarik tongkang berisi batubara ekspor ke negara tersebut.

Baca Juga : Sejoli Mesum di Halte Bus Senen Ditangkap Polisi

Setelah melanggar lara­ngan berlayar ke Filipina, juga ditengarai terjadi peru­bahan pilihan jalur pelayaran. Diduga untuk menghemat waktu dan bahan bakar pela­yaran sepanjang 18 mil, TB Charles memotong jalur m­e­lingkar yang menghindari perairan rawan Pulau Jolo.

“Ini kami dalami terus kasusnya dan melihat per­kem­bangannya,” kata Pang­lima.

Baca Juga : Polri Sebut Kondisi Rizieq Syihab Baik-baik Saja

TB Charles mengalami naas di Laut Sulu, Filipina Selatan, pada Selasa 21 Juni. Saat berlayar menarik kem­bali tongkang Robbi kembali ke Indonesia, 7 dari 13 awak­nya disandera dan diculik kelompok bersenjata setelah kapal dikejar dan dihentikan di tengah laut. 

Keenam ABK yang ter­sisa menjalankan kapal kem­bali ke Indonesia. Mereka adalah mualim II Andi Wah­yu, masinis IV Syahril, juru mudi Reigar Lahiwu, juru mudi Rudi Kurniawan, dan juru masak Agung E Saputra serta juru mudi Syahril.

Para gerombolan bersen­jata menahan kapten kapal Ferry Arifin, kepala kamar mesin M Mahbrur Dahri, serta masinis pertama Edi Suryono. Mereka kemudian menambah sandera dengan juga menculik mualim satu Ismail, masinis ketiga M Nasir, oil man atau pembantu kamar mesin M Sofyan, serta jurumudi Robin Piter. (h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 Januari 2021 - 10:29:07 WIB

    Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme

    Begini Respons Natalius Pigai Usai Jadi Korban Rasisme Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai kembali menjadi sasaran rasisme. Pigai menyebut, selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), orang Papua kerap menjadi sasaran rasisme. Dia juga m.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 10:06:49 WIB

    Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila

    Waduh! Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila Salah satu akun Facebook dengan nama Ambroncius Nababan bikin heboh jagat maya. Dia melakukan rasis kepada mantan Komisioner Komnas HAM yang juga tokoh Papua, Natalius Pigai yang menyandingkan foto Pigai dengan Gorila. Foto t.
  • Senin, 25 Januari 2021 - 09:50:53 WIB

    Sejoli Mesum di Halte Bus Senen Ditangkap Polisi

    Sejoli Mesum di Halte Bus Senen Ditangkap Polisi Kasus sejoli mesum di halte bus di Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat sudah terungkap. Kini, kedua orang tersebut telah berhasil diamankan..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 09:44:03 WIB

    Polri Sebut Kondisi Rizieq Syihab Baik-baik Saja

    Polri Sebut Kondisi Rizieq Syihab Baik-baik Saja Polri memastikan kondisi Habib Rizieq Syihab baik-baik saja meski sempat mengalami sakit sesak napas. Kondisi ini diketahui setelah menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin..
  • Senin, 25 Januari 2021 - 09:11:42 WIB

    Dokter Meninggal Usai Divaksin Corona? Yuk Cek Faktanya

    Dokter Meninggal Usai Divaksin Corona? Yuk Cek Faktanya Seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan, disebut telah meninggal sehari setelah menerima suntikan vaksin corona. Narasi terkait kematian dokter itu tengah ramai diperbincangkan di media sosial Twitter..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]