Pantauan Hilal, di Kota Padang Belum Terlihat


Senin, 04 Juli 2016 - 20:16:44 WIB
Pantauan Hilal, di Kota Padang Belum Terlihat Petugas rukyat sdg memantau hilal d mwsjid al-mujahiddin pasir putih. Kota padang. Senin (4/7). Angga

PADANG, HALUAN – Hasil pantauan rukyat yang dilakukan oleh Kemenag Sumbar bersama BMKG Padang Panjang tidak memperlihatkan posisi Hilal bertemu matahari tenggelam di menara Mesjid Al-Mujahiddin Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (4/7). Posisi hilal berada -1 derjat dari garis ufuk (garis horizontal laut) dan lebih dahulu tenggelam dari matahari. Artinya, tanggal 1 Syawal belum bisa ditetapkan secara pasti kapan jatuhnya.

Kasi Pembinaan Syariah dan Sistem Informasi Urais Kemenag Sumbar, Rinalfi S.Ag mengatakan pantauan Ijtimak pukul 18.03 WIB tidak memperlihatkan tanda-tanda hilal. Pasalnya, hilal terlihat itu harus sejajar antara garis hilal dengan posisi matahari terbenam. Sedangkan hilal yang tampak berada -1 derjat dari garis ufuk.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 5 Orang

“Belum bisa dipastikan kapan pastinya 1 syawal masuk karena hilal terlebih dahulu tenggelam dari matahari. Tanda masuknya 1 Syawal tidak lain posisi hilal dan matahari tenggalam itu sejajar,” kata Rinalfi kepada Wartawan saat pantauan Rukyat berlangsung.

Dari data Rukyat, arah matahari berada 22 derjat dari barat mengarah ke utara. Sedangkan arah hilal berada 18 derjat dari barat mengarah ke utara. Jadi posisi hilal berada 4 derjat miring ke selatan dari matahari. Karena itulah waktu antara hilal dan matahari tenggelam berbeda. Hilal sendiri tenggelam pada pukul 18.21 WIB, sedangkan matahari tenggelam pada pukul 18.25 WIB.

Baca Juga : Kota Padang dan Tanah Datar Sumbang Pasien Positif Covid-19 Terbanyak di Sumbar

Dijelaskannya, apabila di Indonesia bagian barat berselisih -1 derjat dari matahari, maka di Indonesia bagian timur akan lebih jauh lagi selisih jarak antara posisi hilal dengan matahari.

“Jika di Indonesia bagian barat berselisih -1 derjat, jarak di Indonesia bagian timur malah lebih jauh lagi. Bisa jadi -2 derjat,” katanya

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.803 Kasus

Mengenai kapan dilakukan pantauan Rukyat lagi, Rinalfi mengatakan kegiatan pantauan rukyat biasanya dilakukan sekali saja yaitu pada hari ke 29 bulan puasa. Hasil pantauan ini akan langsung dikirim ke kementerian agama di pusat. Bagaimana penetapan 1 syawal versi pemerintah, itu wewenang dari pemerintah pusat.

“Kami hanya melakukan pantauan sekali saja dan laporan langsung dikirim ke pemerintah pusat. Kapan ditetapkan 1 syawal versi pemerintah, itu wewenang kementerian agama. Biasanya pemerintah pusat menganalisis hasil-hasil pantauan rukyat yang dilakukan kemenag seluruh Indonesia dalam sidang isbat. Dari situlah pemerintah pusat memutuskan kapan 1 syawal,” tuturnya. (h/mg-ang)

Baca Juga : Satpol PP dan Damkar Solsel Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]